<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Delay 3 Minggu Dibandingkan Dunia, Kok Bisa?</title><description>Wiku mengatakan giliran di bulan April ada gelombang kedua di negara lain, contohnya India, Indonesia tidak ada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa"/><item><title>Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Delay 3 Minggu Dibandingkan Dunia, Kok Bisa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa</guid><pubDate>Jum'at 24 September 2021 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa-wONeoznmG3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adi Sasmito (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/24/337/2476102/gelombang-pertama-covid-19-di-indonesia-delay-3-minggu-dibandingkan-dunia-kok-bisa-wONeoznmG3.jpeg</image><title>Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adi Sasmito (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, first wave atau gelombang pertama Covid-19 di Indonesia delay atau lebih lambat 3 minggu dibandingkan negara lain.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari pengalaman first wave, saya mau mempertegas jadi kalau kita melihat sebenarnya ada sedikit delay, keterlambatan, di dalam mencapai puncaknya. Puncaknya dunia itu pada tanggal 7 Januari, ini kan Nataru ya, Natal dan tahun baru. Kalau kita 30 Januari beda berapa itu 23 hari ya, sekitar 3 minggu,&amp;rdquo; kata Wiku dalam dialog secara virtual dengan Nahdlatul Ulama, dikutip Jumat (24/9/2021).

&amp;ldquo;Berati kan mereka sudah mulai aktivitasnya beberapa minggu sebelum Natalnya itu sendiri atau aktivitasnya pas liburnya begitu tingginya, sehingga cepat meledaknya,&amp;rdquo; papar Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dua Kunci Utama Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Indonesia
Wiku mengatakan, di Indonesia pada saat dunia telah mengalami puncak kasus, di Indonesia terus dilakukan pencegahan aturan untuk tidak menimbulkan ledakan Covid-19.

&amp;ldquo;Sedangkan Indonesia, saya masih ingat kita membuat aturan-aturan untuk mencegah Nataru itu dengan mengatur perjalanan ke luar negeri, begitu juga dalam negeri. Jadi kita coba cegah tapi ternyata nggak mampu efektif untuk tidak timbul ledakan. Dan terjadi delay seperti ini,&amp;rdquo; kata Wiku.

Tapi prinsipnya, kata Wiku, puncak kasus dunia dan Indonesia sebetulnya di waktu yang kurang lebih sama. Dan penyebabnya pun sama yakni aktivitas keagamaan. &amp;ldquo;Penyebabnya sama aktivitas keagamaan, itu poin pentingnya. Cuma bedanya cuma delay, sama besaran Indonesia berarti mengkontribusi pada puncak dunia juga kan kelihatan disitu,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jakarta Capai 98,2%
Namun, Wiku mengatakan giliran di bulan April ada gelombang kedua di negara lain, contohnya India, Indonesia tidak ada. &amp;ldquo;Kenapa? Karena aktivitas penyebabnya memang beda. Di sana ada aktivitas agama yang berbeda yang kita nggak ada,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Populasi kita untuk yang agama Hindu sangat sedikit yang tidak menimbulkan gelombang besar seperti di India yang terus mengakibatkan kontribusi yang besar dan menyebabkan di negara lainnya, tapi tidak di Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, first wave atau gelombang pertama Covid-19 di Indonesia delay atau lebih lambat 3 minggu dibandingkan negara lain.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari pengalaman first wave, saya mau mempertegas jadi kalau kita melihat sebenarnya ada sedikit delay, keterlambatan, di dalam mencapai puncaknya. Puncaknya dunia itu pada tanggal 7 Januari, ini kan Nataru ya, Natal dan tahun baru. Kalau kita 30 Januari beda berapa itu 23 hari ya, sekitar 3 minggu,&amp;rdquo; kata Wiku dalam dialog secara virtual dengan Nahdlatul Ulama, dikutip Jumat (24/9/2021).

&amp;ldquo;Berati kan mereka sudah mulai aktivitasnya beberapa minggu sebelum Natalnya itu sendiri atau aktivitasnya pas liburnya begitu tingginya, sehingga cepat meledaknya,&amp;rdquo; papar Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dua Kunci Utama Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Indonesia
Wiku mengatakan, di Indonesia pada saat dunia telah mengalami puncak kasus, di Indonesia terus dilakukan pencegahan aturan untuk tidak menimbulkan ledakan Covid-19.

&amp;ldquo;Sedangkan Indonesia, saya masih ingat kita membuat aturan-aturan untuk mencegah Nataru itu dengan mengatur perjalanan ke luar negeri, begitu juga dalam negeri. Jadi kita coba cegah tapi ternyata nggak mampu efektif untuk tidak timbul ledakan. Dan terjadi delay seperti ini,&amp;rdquo; kata Wiku.

Tapi prinsipnya, kata Wiku, puncak kasus dunia dan Indonesia sebetulnya di waktu yang kurang lebih sama. Dan penyebabnya pun sama yakni aktivitas keagamaan. &amp;ldquo;Penyebabnya sama aktivitas keagamaan, itu poin pentingnya. Cuma bedanya cuma delay, sama besaran Indonesia berarti mengkontribusi pada puncak dunia juga kan kelihatan disitu,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jakarta Capai 98,2%
Namun, Wiku mengatakan giliran di bulan April ada gelombang kedua di negara lain, contohnya India, Indonesia tidak ada. &amp;ldquo;Kenapa? Karena aktivitas penyebabnya memang beda. Di sana ada aktivitas agama yang berbeda yang kita nggak ada,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Populasi kita untuk yang agama Hindu sangat sedikit yang tidak menimbulkan gelombang besar seperti di India yang terus mengakibatkan kontribusi yang besar dan menyebabkan di negara lainnya, tapi tidak di Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
