<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Nakes di Papua Bentuk Teror dari KKB yang Tak Pandang Tugas Kemanusiaan</title><description>Dikerahkannya nakes ke Papua, merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan Pemerintah terkait dengan kesejahteraan yang merata</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan"/><item><title>Serangan Nakes di Papua Bentuk Teror dari KKB yang Tak Pandang Tugas Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan</guid><pubDate>Sabtu 25 September 2021 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan-UAoJEikS8p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/25/337/2476688/serangan-nakes-di-papua-bentuk-teror-dari-kkb-yang-tak-pandang-tugas-kemanusiaan-UAoJEikS8p.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim menilai bahwa serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) di Papua, sebagai aksi teror yang tak memandang tugas kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Yusuf dalam acara diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Peduli Lindungi Nakes Di Daerah Konflik', Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

&quot;Serangan terhadap nakes itu merupakan suatu teror bahwa KKB itu sangat brutal dan beringas, tidak kenal siapapun termasuk tugas kemanusiaan mereka tak kenal itu,&quot; kata Yusuf.

Seharusnya, kata Yusuf, nakes harus dilindungi karena melakukan tugas kemanusiaan. Terutama, kepada mereka saat bertugas di daerah yang masih memiliki konflik sosial.

Dikerahkannya nakes ke Papua, menurut Yusuf merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan Pemerintah terkait dengan kesejahteraan yang merata di Bumi Cenderawasih tersebut.

&quot;Pendekatan kesejahteraan termasuk kirim, sediakan nakes itu bagian pendekatan Pemerintah sejahterakan masyarakat,&quot; ujar Yusuf.

Sebab itu, Yusuf berharap, Polri melakukan evaluasi terkait kebijakan strategi keamanan di Papua, menyusul terjadinya serangan KKB terhadap tenaga kesehatan itu.

&quot;Hanya persoalan musibah yang dialami nakes ini menjadi hal masukan  dan evaluasi terkait kebijakan dan strategi keamanan di Papua harus  perbaharui dan benahi,&quot; ucap Yusuf.

Seperti diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), menyerang dan  membakar Puskesmas Kiwirok, pada Senin 13 September 2021 lalu. Mereka  juga melakukan serangan terhadap tenaga kesehatan.

Suster Gabreilla Meilani, seorang tenaga kesehatan di Puskesmas  Kiwirok, gugur dalam serangan tersebut. Serangan ini juga membuat empat  nakes luka-luka dan seorang nakes bernama Gerald Sokoy belum ditemukan.

Sementara itu, 17 warga yang dievakuasi dari Distrik Kiwirok  menggunakan pesawat terbang pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIT tiba  di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim menilai bahwa serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) di Papua, sebagai aksi teror yang tak memandang tugas kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Yusuf dalam acara diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Peduli Lindungi Nakes Di Daerah Konflik', Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

&quot;Serangan terhadap nakes itu merupakan suatu teror bahwa KKB itu sangat brutal dan beringas, tidak kenal siapapun termasuk tugas kemanusiaan mereka tak kenal itu,&quot; kata Yusuf.

Seharusnya, kata Yusuf, nakes harus dilindungi karena melakukan tugas kemanusiaan. Terutama, kepada mereka saat bertugas di daerah yang masih memiliki konflik sosial.

Dikerahkannya nakes ke Papua, menurut Yusuf merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan Pemerintah terkait dengan kesejahteraan yang merata di Bumi Cenderawasih tersebut.

&quot;Pendekatan kesejahteraan termasuk kirim, sediakan nakes itu bagian pendekatan Pemerintah sejahterakan masyarakat,&quot; ujar Yusuf.

Sebab itu, Yusuf berharap, Polri melakukan evaluasi terkait kebijakan strategi keamanan di Papua, menyusul terjadinya serangan KKB terhadap tenaga kesehatan itu.

&quot;Hanya persoalan musibah yang dialami nakes ini menjadi hal masukan  dan evaluasi terkait kebijakan dan strategi keamanan di Papua harus  perbaharui dan benahi,&quot; ucap Yusuf.

Seperti diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), menyerang dan  membakar Puskesmas Kiwirok, pada Senin 13 September 2021 lalu. Mereka  juga melakukan serangan terhadap tenaga kesehatan.

Suster Gabreilla Meilani, seorang tenaga kesehatan di Puskesmas  Kiwirok, gugur dalam serangan tersebut. Serangan ini juga membuat empat  nakes luka-luka dan seorang nakes bernama Gerald Sokoy belum ditemukan.

Sementara itu, 17 warga yang dievakuasi dari Distrik Kiwirok  menggunakan pesawat terbang pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIT tiba  di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
