<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Italia: Pengakuan Terhadap Pemerintahan Taliban Mustahil</title><description>Pemerintahan Taliban di Afghanistan tidak bisa mendapat pengakuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil"/><item><title>Italia: Pengakuan Terhadap Pemerintahan Taliban Mustahil</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil</guid><pubDate>Senin 27 September 2021 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil-6mgcdhrPAc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Italia Luigi Di Maio (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/27/18/2477358/italia-pengakuan-terhadap-pemerintahan-taliban-mustahil-6mgcdhrPAc.jpg</image><title>Menlu Italia Luigi Di Maio (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>ROMA - Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio pada Minggu (26/9) mengatakan bahwa pemerintahan Taliban di Afghanistan tidak bisa mendapat pengakuan, namun mendesak negara-negara asing  mencegah krisis keuangan Afghanistan yang dapat memicu eksodus.

Italia memegang kepresidenan bergilir tahunan G20 dan akan menjadi tuan rumah KTT khusus mengenai Afghanistan.

&quot;Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan para menteri dan hak asasi kaum perempuan serta anak perempuan masih dilanggar,&quot; kata Di Maio, yang memimpin pertemuan para menteri luar negeri G20 di New York pekan lalu, kepada stasiun TV milik negara Rai 3.
&amp;nbsp;(Baca juga: Taliban Larang Tukang Cukur Janggut)
Akan tetapi warga Afghanistan harus mulai menerima bantuan finansial yang dibekukan setelah Taliban menguasai negara itu bulan lalu, katanya.
&quot;Untuk sementara mereka tidak bisa membayar gaji. Jelas, kita harus menjauhkan  Afghanistan dari kegagalan dan arus migrasi yang tak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga,&quot; terangnya.
&quot;Ada cara untuk mengamankan dukungan finansial tanpa memberikan uang kepada Taliban. Kami juga sepakat bahwa bagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu diperuntukkan bagi perlindungan kaum perempuan dan anak-anak perempuan,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Menlu Rusia Kecam Penarikan Pasukan AS dan NATO Secara Tergesa-gesa)
Di Maio mengatakan negara-negara G20 bersama dengan negara tetangga Afghanistan berkomitmen memerangi terorisme, dan berupaya melindungi HAM.
Disinggung soal tanggal pasti KTT khusus Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa pertemuan itu akan digelar &quot;beberapa pekan ke depan.&quot;

&quot;Tanggalnya belum diumumkan, tetapi kondisinya sudah siap untuk menggelar KTT G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>ROMA - Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio pada Minggu (26/9) mengatakan bahwa pemerintahan Taliban di Afghanistan tidak bisa mendapat pengakuan, namun mendesak negara-negara asing  mencegah krisis keuangan Afghanistan yang dapat memicu eksodus.

Italia memegang kepresidenan bergilir tahunan G20 dan akan menjadi tuan rumah KTT khusus mengenai Afghanistan.

&quot;Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan para menteri dan hak asasi kaum perempuan serta anak perempuan masih dilanggar,&quot; kata Di Maio, yang memimpin pertemuan para menteri luar negeri G20 di New York pekan lalu, kepada stasiun TV milik negara Rai 3.
&amp;nbsp;(Baca juga: Taliban Larang Tukang Cukur Janggut)
Akan tetapi warga Afghanistan harus mulai menerima bantuan finansial yang dibekukan setelah Taliban menguasai negara itu bulan lalu, katanya.
&quot;Untuk sementara mereka tidak bisa membayar gaji. Jelas, kita harus menjauhkan  Afghanistan dari kegagalan dan arus migrasi yang tak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga,&quot; terangnya.
&quot;Ada cara untuk mengamankan dukungan finansial tanpa memberikan uang kepada Taliban. Kami juga sepakat bahwa bagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu diperuntukkan bagi perlindungan kaum perempuan dan anak-anak perempuan,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Menlu Rusia Kecam Penarikan Pasukan AS dan NATO Secara Tergesa-gesa)
Di Maio mengatakan negara-negara G20 bersama dengan negara tetangga Afghanistan berkomitmen memerangi terorisme, dan berupaya melindungi HAM.
Disinggung soal tanggal pasti KTT khusus Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa pertemuan itu akan digelar &quot;beberapa pekan ke depan.&quot;

&quot;Tanggalnya belum diumumkan, tetapi kondisinya sudah siap untuk menggelar KTT G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
