<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapi Klaster PTM, Luhut: Lebih Ngeri Kalau Generasi Akan Datang Jadi Bodoh</title><description>Seperti diketahui kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah telah memunculkan klaster Covid-19 baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh"/><item><title>Tanggapi Klaster PTM, Luhut: Lebih Ngeri Kalau Generasi Akan Datang Jadi Bodoh</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh</guid><pubDate>Selasa 28 September 2021 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh-Zw7GqVWDV6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/28/337/2478045/tanggapi-klaster-ptm-luhut-lebih-ngeri-kalau-generasi-akan-datang-jadi-bodoh-Zw7GqVWDV6.jpeg</image><title>Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi&amp;nbsp;Luhut&amp;nbsp;Binsar Pandjaitan&amp;nbsp;mengatakan bahwa tidak terlalu khawatir terkait kasus Covid-19 di sektor pendidikan. Pasalnya pola penangananya sudah ada.
Seperti diketahui kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah telah memunculkan klaster Covid-19 baru.
&amp;ldquo;Pendidikan kami juga tidak terlalu khawatir karena polanya sudah ada. Dan kami sudah rapatkan kemarin,&amp;rdquo; katanya, Senin (27/9/2021).
Dia menilai bahwa kasus Covid-19 di sektor pendidikan masih dapat dikendalikan.
&amp;ldquo;Jadi sekali lagi khusus masalah pendidikan kami tidak melihat&amp;nbsp;ada masalah-masalah yang tidak bisa dikendalikan. Saya kira sistem yang dibangun Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Dikbud saya kira sudah paten, sudah bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.
Luhut mengakui bahwa memang ada tantangan dalam PTM terbatas. Namun dia menyebut lebih takut jika generasi mendatang menjadi bodoh jika sekolah tidak digelar.
Baca juga:&amp;nbsp;Positivity Rate Covid Kini 1%, Luhut: Tidak Boleh Berpuas Diri, Justru Hati-Hati
&amp;ldquo;Bahwa ada&amp;nbsp;tantangan di sana sini yes. Tapi kita lebih takut dan ngeri lagi kalau generasi yang akan datang jadi tidak berpendidikan dan jadi bodoh. Itu saya kira perlu dihitung,&amp;rdquo; ujarnya.Menurutnya sebagaimana dalam operasi militer, setiap hal yang diputuskan pasti akan ada risikonya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apapun yang kita buat ada risikonya. Tapi akan lebih besar risikonya kalau sampai sekolah tidak jalan. Itu merusak generasi yang akan datang,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi&amp;nbsp;Luhut&amp;nbsp;Binsar Pandjaitan&amp;nbsp;mengatakan bahwa tidak terlalu khawatir terkait kasus Covid-19 di sektor pendidikan. Pasalnya pola penangananya sudah ada.
Seperti diketahui kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah telah memunculkan klaster Covid-19 baru.
&amp;ldquo;Pendidikan kami juga tidak terlalu khawatir karena polanya sudah ada. Dan kami sudah rapatkan kemarin,&amp;rdquo; katanya, Senin (27/9/2021).
Dia menilai bahwa kasus Covid-19 di sektor pendidikan masih dapat dikendalikan.
&amp;ldquo;Jadi sekali lagi khusus masalah pendidikan kami tidak melihat&amp;nbsp;ada masalah-masalah yang tidak bisa dikendalikan. Saya kira sistem yang dibangun Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Dikbud saya kira sudah paten, sudah bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.
Luhut mengakui bahwa memang ada tantangan dalam PTM terbatas. Namun dia menyebut lebih takut jika generasi mendatang menjadi bodoh jika sekolah tidak digelar.
Baca juga:&amp;nbsp;Positivity Rate Covid Kini 1%, Luhut: Tidak Boleh Berpuas Diri, Justru Hati-Hati
&amp;ldquo;Bahwa ada&amp;nbsp;tantangan di sana sini yes. Tapi kita lebih takut dan ngeri lagi kalau generasi yang akan datang jadi tidak berpendidikan dan jadi bodoh. Itu saya kira perlu dihitung,&amp;rdquo; ujarnya.Menurutnya sebagaimana dalam operasi militer, setiap hal yang diputuskan pasti akan ada risikonya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apapun yang kita buat ada risikonya. Tapi akan lebih besar risikonya kalau sampai sekolah tidak jalan. Itu merusak generasi yang akan datang,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
