<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kriminolog: Biasanya Pelaku Sudah Dikenali Korban</title><description>Polisi belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban"/><item><title>Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kriminolog: Biasanya Pelaku Sudah Dikenali Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban</guid><pubDate>Rabu 29 September 2021 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban-xcdabwXnZG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP pembunuhan ibu-anak di Subang (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/29/337/2478574/pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban-xcdabwXnZG.jpg</image><title>TKP pembunuhan ibu-anak di Subang (Foto: iNews)</title></images><description>BANDUNG - Lebih dari satu bulan sejak pertama kali Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tewas mengenaskan, polisi belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang itu.

Berbagai upaya pun telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga memeriksa puluhan kamera pengawas (CCTV) yang diduga menyimpan keterangan terkait siapa aktor pembunuh di balik peristiwa itu.

Bahkan, kasus yang menyita perhatian publik ini mendapatkan atensi besar dari pihak kepolisian. Hal itu ditandai dengan terjunnya jajaran polisi dari Polda Jabar hingga Polri yang berupaya keras membantu Polres Subang dalam pengungkapan kasus tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini, polisi belum menyatakan pelaku pembunuhan maupun otak pembunuhan tersebut hingga membuat publik semakin bertanya-tanya. Bahkan, kasus yang terkatung-katung itu juga membuat pihak keluarga korban kini saling curiga.

Baca Juga: Pembunuhan Keji di Subang, Anak Istri Muda Yosef Dituding Anggota Gengster

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin pun angkat bicara mengenai lamanya pengungkapan kasus tersebut. Dia mengatakan, pembunuhan umumnya disebabkan oleh masalah di dalam relasi interpersonal.

&quot;Seperti adanya sakit hati, dendam, hutang piutang, atau dampak dari bully. Itulah mengapa dalam pembunuhan pelaku cenderung merupakan seseorang yang dikenal oleh korban. Jarang pembunuhan dilakukan oleh orang asing,&quot; ungkap Iqrak melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (28/9/2021).

Menurut Iqrak, adapun pembunuhan oleh orang asing lebih merupakan ekses dari kejahatan lain, seperti perampokan. Pembunuhan bisa disebabkan karena pelaku ketahuan atau korban melakukan perlawanan dan pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa.

&quot;Di dalam pengungkapan pembunuhan, polisi biasanya akan mengembangkan teori bahwa pelaku adalah mereka-mereka yang ada dalam lingkup interaksi korban,&quot; sebutnya.


Lebih lanjut Iqrak mengatakan, terdapat dua hal yang akan dicari  polisi di dalam pengungkapan kasus kejahatan, termasuk pembunuhan ibu  dan anak ini. Pertama motif dan kedua bukti atau petunjuk.

&quot;Motif biasanya ditemukan dalam riwayat komunikasi, seperti sms, chat  di media sosial, atau status postingan di media sosial pelaku. Untuk  mengetahui motif, riwayat komunikasi itu harus ditemukan,&quot; jelasnya.

&quot;Kedua adalah bukti atau petunjuk. Bukti bisa berupa rekaman CCTV atau yang lebih saintifik seperti jejak DNA,&quot; sambung dia.

Disinggung penyebab kasus pembunuhan tersebut tak kunjung terungkap,  meski sudah memakan waktu cukup lama, Iqrak menegaskan bahwa  pengungkapan yang masih belum tuntas dapat disebabkan karena motif belum  ditemukan dan bukti atau pentunjuk masih belum jelas.

&quot;Saya kira, sikap hati-hati kepolisian justru perlu dihargai. Tidak  boleh tergesa-gesa bila bukti atau petunjuk masih belum jelas. Jangan  sampai menyangka seseorang atas dasar bukti atau petunjuk yang belum  jelas Publik perlu bersabar, demikian pula keluarga,&quot; tuturnya.

Iqrak juga menyatakan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna dan  setiap kejahatan selalu meninggalkan jejak. Namun, kata Iqrak, hanya  perlu waktu untuk mengungkap kasus tersebut.

&quot;Pembunuhan adalah tipologi kejahatan yang rasio pengungkapannya tinggi,&quot; tandasnya.

Diketahui, Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan  Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di  dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi  kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat  ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban  yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana  dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat  polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti  Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
</description><content:encoded>BANDUNG - Lebih dari satu bulan sejak pertama kali Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tewas mengenaskan, polisi belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang itu.

Berbagai upaya pun telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga memeriksa puluhan kamera pengawas (CCTV) yang diduga menyimpan keterangan terkait siapa aktor pembunuh di balik peristiwa itu.

Bahkan, kasus yang menyita perhatian publik ini mendapatkan atensi besar dari pihak kepolisian. Hal itu ditandai dengan terjunnya jajaran polisi dari Polda Jabar hingga Polri yang berupaya keras membantu Polres Subang dalam pengungkapan kasus tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini, polisi belum menyatakan pelaku pembunuhan maupun otak pembunuhan tersebut hingga membuat publik semakin bertanya-tanya. Bahkan, kasus yang terkatung-katung itu juga membuat pihak keluarga korban kini saling curiga.

Baca Juga: Pembunuhan Keji di Subang, Anak Istri Muda Yosef Dituding Anggota Gengster

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin pun angkat bicara mengenai lamanya pengungkapan kasus tersebut. Dia mengatakan, pembunuhan umumnya disebabkan oleh masalah di dalam relasi interpersonal.

&quot;Seperti adanya sakit hati, dendam, hutang piutang, atau dampak dari bully. Itulah mengapa dalam pembunuhan pelaku cenderung merupakan seseorang yang dikenal oleh korban. Jarang pembunuhan dilakukan oleh orang asing,&quot; ungkap Iqrak melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (28/9/2021).

Menurut Iqrak, adapun pembunuhan oleh orang asing lebih merupakan ekses dari kejahatan lain, seperti perampokan. Pembunuhan bisa disebabkan karena pelaku ketahuan atau korban melakukan perlawanan dan pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa.

&quot;Di dalam pengungkapan pembunuhan, polisi biasanya akan mengembangkan teori bahwa pelaku adalah mereka-mereka yang ada dalam lingkup interaksi korban,&quot; sebutnya.


Lebih lanjut Iqrak mengatakan, terdapat dua hal yang akan dicari  polisi di dalam pengungkapan kasus kejahatan, termasuk pembunuhan ibu  dan anak ini. Pertama motif dan kedua bukti atau petunjuk.

&quot;Motif biasanya ditemukan dalam riwayat komunikasi, seperti sms, chat  di media sosial, atau status postingan di media sosial pelaku. Untuk  mengetahui motif, riwayat komunikasi itu harus ditemukan,&quot; jelasnya.

&quot;Kedua adalah bukti atau petunjuk. Bukti bisa berupa rekaman CCTV atau yang lebih saintifik seperti jejak DNA,&quot; sambung dia.

Disinggung penyebab kasus pembunuhan tersebut tak kunjung terungkap,  meski sudah memakan waktu cukup lama, Iqrak menegaskan bahwa  pengungkapan yang masih belum tuntas dapat disebabkan karena motif belum  ditemukan dan bukti atau pentunjuk masih belum jelas.

&quot;Saya kira, sikap hati-hati kepolisian justru perlu dihargai. Tidak  boleh tergesa-gesa bila bukti atau petunjuk masih belum jelas. Jangan  sampai menyangka seseorang atas dasar bukti atau petunjuk yang belum  jelas Publik perlu bersabar, demikian pula keluarga,&quot; tuturnya.

Iqrak juga menyatakan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna dan  setiap kejahatan selalu meninggalkan jejak. Namun, kata Iqrak, hanya  perlu waktu untuk mengungkap kasus tersebut.

&quot;Pembunuhan adalah tipologi kejahatan yang rasio pengungkapannya tinggi,&quot; tandasnya.

Diketahui, Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan  Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di  dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi  kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat  ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban  yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana  dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat  polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti  Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
</content:encoded></item></channel></rss>
