<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Singapura: Kasus Positif Covid-19 Naik, Pekerja Diminta 'WFH'</title><description>Singapura juga kembali menerapkan sekolah daring sejak Senin (27/9) selama dua minggu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh"/><item><title>Dubes Singapura: Kasus Positif Covid-19 Naik, Pekerja Diminta 'WFH'</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh</guid><pubDate>Kamis 30 September 2021 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh-pBmSX4WXtD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/30/18/2479216/dubes-singapura-kasus-positif-covid-19-naik-pekerja-diminta-wfh-pBmSX4WXtD.jpg</image><title>Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan pemerintah Singapura menerapkan kembali kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sebagai upaya menurunkan angka kasus positif Covid-19.
&amp;nbsp;
Berdasarkan data, pada 26 September ada 1.939 kasus  dan 27 September ada 1.647 kasus.

&quot;Bagi pemerintah Singapura ini adalah jumlah yang cukup besar karena itu mereka melakukan antisapasi agar situasinya tidak mengalami pemburukan,&quot; kata Suryo  dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipantau di Jakarta, Kamis (30/9), seperti dikutip Antara.
&amp;nbsp;(Baca juga: 3 Dubes RI di Jepang, Singapura, dan Nigeria Paparkan Penanganan Covid-19 Secara Jitu)
Selain bekerja dari rumah, Singapura juga kembali menerapkan sekolah daring sejak Senin (27/9) selama dua minggu.
&quot;Makan di restoran hanya boleh 2 orang, menerima tamu 1 hari hanya boleh 2 orang saja. Masyarakat yang ingin makan di luar/ restoran harus sudah menerima vaksinasi lengkap,&quot; ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah Singapura juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
&amp;nbsp;(Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Singapura Kembali Terapkan Sekolah Daring)
&quot;Di Singapura protokol kesehatan diterapkan secara ketat, orang keluar harus pakai masker dan orang makan di restoran harus menunjukkan bahwa dia sudah divaksin. Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi/denda hingga mencapai 10 ribu dolar Singapura atau penjara 6 bulan,&quot; lanjutnya.
Selain itu, Singapura mencoba mencegah penularan yang lebih tinggi melalui pengontrolan berbasis teknologi.

&quot;Teknologi yang digunakan Singapura yaitu monitoring mereka yang menjalani 14 hari karantina dan pelacakan bersama,&quot; ungkapnya.
Singapura melakukan antisipasi terhadap masuknya varian baru dengan pengetatan pintu masuk.

&quot;Pemerintah Singapura menerapkan aturan untuk orang masuk yang ketat. Kenapa Singapura rendah karena menerapkan aturan yang sangat ketat untuk pendatang dari luar untuk masuk ke Singapura,&quot; tambahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan pemerintah Singapura menerapkan kembali kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sebagai upaya menurunkan angka kasus positif Covid-19.
&amp;nbsp;
Berdasarkan data, pada 26 September ada 1.939 kasus  dan 27 September ada 1.647 kasus.

&quot;Bagi pemerintah Singapura ini adalah jumlah yang cukup besar karena itu mereka melakukan antisapasi agar situasinya tidak mengalami pemburukan,&quot; kata Suryo  dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipantau di Jakarta, Kamis (30/9), seperti dikutip Antara.
&amp;nbsp;(Baca juga: 3 Dubes RI di Jepang, Singapura, dan Nigeria Paparkan Penanganan Covid-19 Secara Jitu)
Selain bekerja dari rumah, Singapura juga kembali menerapkan sekolah daring sejak Senin (27/9) selama dua minggu.
&quot;Makan di restoran hanya boleh 2 orang, menerima tamu 1 hari hanya boleh 2 orang saja. Masyarakat yang ingin makan di luar/ restoran harus sudah menerima vaksinasi lengkap,&quot; ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah Singapura juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
&amp;nbsp;(Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Singapura Kembali Terapkan Sekolah Daring)
&quot;Di Singapura protokol kesehatan diterapkan secara ketat, orang keluar harus pakai masker dan orang makan di restoran harus menunjukkan bahwa dia sudah divaksin. Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi/denda hingga mencapai 10 ribu dolar Singapura atau penjara 6 bulan,&quot; lanjutnya.
Selain itu, Singapura mencoba mencegah penularan yang lebih tinggi melalui pengontrolan berbasis teknologi.

&quot;Teknologi yang digunakan Singapura yaitu monitoring mereka yang menjalani 14 hari karantina dan pelacakan bersama,&quot; ungkapnya.
Singapura melakukan antisipasi terhadap masuknya varian baru dengan pengetatan pintu masuk.

&quot;Pemerintah Singapura menerapkan aturan untuk orang masuk yang ketat. Kenapa Singapura rendah karena menerapkan aturan yang sangat ketat untuk pendatang dari luar untuk masuk ke Singapura,&quot; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
