<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Kucing Dimusnahkan Akibat Terinfeksi Covid-19, Warganet Meradang</title><description>Tindakan itu mengundang kemarahan pengguna media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang"/><item><title>3 Kucing Dimusnahkan Akibat Terinfeksi Covid-19, Warganet Meradang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang</guid><pubDate>Kamis 30 September 2021 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang-lZR4y3zovg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kucing (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/30/18/2479261/3-kucing-dimusnahkan-akibat-terinfeksi-covid-19-warganet-meradang-lZR4y3zovg.jpg</image><title>Ilustrasi kucing (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Tiga ekor kucing peliharaan yang terinfeksi virus corona dimusnahkan di kota Harbin, China, pada Selasa (28/9) malam.
Beijing News melaporkan tindakan itu mengundang kemarahan pengguna media sosial karena dianggap berlebihan.
Sang pemilik kucing diketahui terjangkit Covid-19 pada 21 September. Dinas pengendalian penyakit setempat lalu memusnahkan hewan piaraannya yang juga terbukti positif, meski pemiliknya keberatan.
&quot;Mungkin tak ada perawatan medis profesional bagi hewan-hewan yang terinfeksi virus corona,&amp;rdquo; terang seorang pekerja sosial kepada Beijing News, menjelaskan kenapa kucing-kucing itu dibunuh.
&amp;nbsp;(Baca juga: Biadab, Pria Ini Tusuk 16 Kucing hingga Mati)
Pekerja itu mengatakan ketiga kucing tersebut akan terus meninggalkan jejak virus di dalam ruangan.
&quot;Tampaknya sangat tidak realistis kucing-kucing itu mencemarkan lingkungan dengan begitu buruk sehingga mereka berisiko menyebabkan pemiliknya untuk terjangkit Covid-19 lagi,&quot; kata Rachael Tarlinton, profesor virologi di Universitas Nottingham Inggris.

Dia menambahkan permukaan benda bukanlah jalur utama penularan virus.
&amp;nbsp;(Baca juga: Dua Kucing Piaraan Positif Covid-19, Tertular dari Pemiliknya)
Para ilmuwan telah mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa binatang piaraan berperan penting dalam penyebaran virus ke manusia.

&quot;Saya sangat tak setuju dengan pendekatan ini! Terus terang, ini merupakan bentuk penanganan yang kasar, menggampangkan dan malas, hanya untuk menghindari tanggung jawab,&quot; kata seorang pengguna Weibo, Twitter versi China.
Laporan Beijing News itu telah dihapus dari akun media sosialnya pada Rabu (29/9).

Media yang didukung pemerintah itu mengunggah komentar pada hari yang sama di Weibo, meminta otoritas membuat standar penanganan hewan piaraan yang terinfeksi.

Menurut laporan Beijing News, Selasa (28/9), Feng Zijian, peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kucing piaraan harus dimusnahkan jika mereka berkali-kali menunjukkan hasil tes yang positif.

Vanessa Barrs, profesor kesehatan dan penyakit hewan di City University Hong Kong, mengatakan penularan ke manusia dari hewan piaraan yang terinfeksi risikonya kecil.



&quot;Sejauh ini, selama pandemi, belum ada laporan terkonfirmasi tentang infeksi dari kucing ke manusia, tidak seperti kasus cerpelai yang diternakkan di Eropa, di mana penularan Covid-19 dari cerpelai ke manusia terjadi,&quot; terangnya.



Diketahui, China berhasil mengendalikan wabah corona di sebagian besar wilayah dalam beberapa pekan dengan melakukan testing massal dan penguncian komunitas, bahkan ketika jumlah kasus yang dilaporkan sedikit.

</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Tiga ekor kucing peliharaan yang terinfeksi virus corona dimusnahkan di kota Harbin, China, pada Selasa (28/9) malam.
Beijing News melaporkan tindakan itu mengundang kemarahan pengguna media sosial karena dianggap berlebihan.
Sang pemilik kucing diketahui terjangkit Covid-19 pada 21 September. Dinas pengendalian penyakit setempat lalu memusnahkan hewan piaraannya yang juga terbukti positif, meski pemiliknya keberatan.
&quot;Mungkin tak ada perawatan medis profesional bagi hewan-hewan yang terinfeksi virus corona,&amp;rdquo; terang seorang pekerja sosial kepada Beijing News, menjelaskan kenapa kucing-kucing itu dibunuh.
&amp;nbsp;(Baca juga: Biadab, Pria Ini Tusuk 16 Kucing hingga Mati)
Pekerja itu mengatakan ketiga kucing tersebut akan terus meninggalkan jejak virus di dalam ruangan.
&quot;Tampaknya sangat tidak realistis kucing-kucing itu mencemarkan lingkungan dengan begitu buruk sehingga mereka berisiko menyebabkan pemiliknya untuk terjangkit Covid-19 lagi,&quot; kata Rachael Tarlinton, profesor virologi di Universitas Nottingham Inggris.

Dia menambahkan permukaan benda bukanlah jalur utama penularan virus.
&amp;nbsp;(Baca juga: Dua Kucing Piaraan Positif Covid-19, Tertular dari Pemiliknya)
Para ilmuwan telah mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa binatang piaraan berperan penting dalam penyebaran virus ke manusia.

&quot;Saya sangat tak setuju dengan pendekatan ini! Terus terang, ini merupakan bentuk penanganan yang kasar, menggampangkan dan malas, hanya untuk menghindari tanggung jawab,&quot; kata seorang pengguna Weibo, Twitter versi China.
Laporan Beijing News itu telah dihapus dari akun media sosialnya pada Rabu (29/9).

Media yang didukung pemerintah itu mengunggah komentar pada hari yang sama di Weibo, meminta otoritas membuat standar penanganan hewan piaraan yang terinfeksi.

Menurut laporan Beijing News, Selasa (28/9), Feng Zijian, peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kucing piaraan harus dimusnahkan jika mereka berkali-kali menunjukkan hasil tes yang positif.

Vanessa Barrs, profesor kesehatan dan penyakit hewan di City University Hong Kong, mengatakan penularan ke manusia dari hewan piaraan yang terinfeksi risikonya kecil.



&quot;Sejauh ini, selama pandemi, belum ada laporan terkonfirmasi tentang infeksi dari kucing ke manusia, tidak seperti kasus cerpelai yang diternakkan di Eropa, di mana penularan Covid-19 dari cerpelai ke manusia terjadi,&quot; terangnya.



Diketahui, China berhasil mengendalikan wabah corona di sebagian besar wilayah dalam beberapa pekan dengan melakukan testing massal dan penguncian komunitas, bahkan ketika jumlah kasus yang dilaporkan sedikit.

</content:encoded></item></channel></rss>
