<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Cakrabirawa, Pasukan Pelindung Presiden yang Terlibat G30S PKI </title><description>Ini sejarah Pasukan Ckarabirawa yang berperan dalam peristiwa G30S PKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/09/30/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki"/><item><title>Sejarah Cakrabirawa, Pasukan Pelindung Presiden yang Terlibat G30S PKI </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/09/30/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/09/30/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki</guid><pubDate>Kamis 30 September 2021 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/29/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki-JmHWJJ6qTL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Soekarno di depan anggota Resimen Tjakrabirawa. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/29/337/2478850/sejarah-cakrabirawa-pasukan-pelindung-presiden-yang-terlibat-g30s-pki-JmHWJJ6qTL.jpg</image><title>Presiden Soekarno di depan anggota Resimen Tjakrabirawa. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Peristiwa G30S PKI berkaitan erat dengan adanya Pasukan Cakrabirawa. Cakrabirawa ini diresmikan oleh Soekarno di Wina, Austria pada 6 Juli 1963. Soekarno menyerahkan baret merah tua dan juga tongkat komando kepada Sabur melalui upacara sederhana.
Pembentukan Cakrabirawa dilatarbelakangi oleh banyaknya kejadian penyerangan presiden yang membahayakan presiden. Hal ini terjadi akibat kurang sempurnanya pengamanan presiden pada saat itu. Kejadian yang sangat membahayakan presiden pada saat itu adalah percobaan pembunuhan saat Shalat Idul Adha 14 Mei 1962.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Subuh Berdarah di Jalan Sumenep, Mayjen Sutoyo Diculik dan Dibunuh PKI&amp;nbsp;
Dengan membawa laporan perencanaan pasukan pengawal Istana Presiden yang lebih sempurna, Letnan Kolonel CMP Sabur menghadap istana. Selanjutnya, Letnan membentuk tim untuk betugas mengawal presiden dengan meminta satu batalyon terbaik dari setiap Angkatan Bersenjata AD, AL, AU, dan Kepolisian.
Kemudian pada 6 Juni 1962, Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan mengenai pembentukan resimen khusus yang memiliki tanggung jawab dalam penjagaan presiden dan keluarganya. Pasukan ini diberi nama Tjakrabirawa (Cakrabirawa) karena Soekarno suka dengan pertunjukkan wayang kulit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Korban G30S PKI Mayjen MT Haryono, Calon Dokter yang Jago Berunding
Tjakrabirawa ini dalam pewayangan merupakan senjata ampuh yang dimiliki oleh Batara Kresna. Senjata ini digunakan Batara dalam menumpas semua kejahatan di lakon wayang purwa. Dengan bersemboyan &amp;ldquo;Dirgayu Satyawira&amp;rdquo; atau berarti Prajurit Setia Berpanjang Umur, Cakrabirawa memiliki Komandan Letnan Sabur. Segala tugas dan kewajiban yang harus dilakukan sudah tercantum di badge Resimen Tjakrabirawa.
Salah satu battalion dipimpin oleh Letkol Untung yang terdiri dari beberapa kompi. Letkol Untung mempunyai Letnan Satu Dul Arif sebagai pemimpin kompi C. Pada masa pemerintahan orde baru, pasukan Cakrabirawa tercoreng karena aksi penculikan Jenderal Pahlawan Revolusi yang dimotori oleh Letkol Untung dan Lettu Dul Arif pada masa G30S/PKI. Kejadian ini melibatkan 60-an orang pasukan Cakrabirawa atau sekitar 2 persen dari total pasukan.
Hal ini menyebabkan Cakrabirawa dibubarkan pada 28 Maret 1966 atas dasar Surat Perintah II Maret 1966 atau biasa disebut dengan Supersemar. Tanggung jawab untuk menjaga keselamatan presiden selanjutnya diserahkan ke Polisi Militer Angkatan Darat atau Satgas Pomad. Selanjutnya pada masa pemerintahan Soeharto, Satgas Pomad diganti dengan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).</description><content:encoded>JAKARTA - Peristiwa G30S PKI berkaitan erat dengan adanya Pasukan Cakrabirawa. Cakrabirawa ini diresmikan oleh Soekarno di Wina, Austria pada 6 Juli 1963. Soekarno menyerahkan baret merah tua dan juga tongkat komando kepada Sabur melalui upacara sederhana.
Pembentukan Cakrabirawa dilatarbelakangi oleh banyaknya kejadian penyerangan presiden yang membahayakan presiden. Hal ini terjadi akibat kurang sempurnanya pengamanan presiden pada saat itu. Kejadian yang sangat membahayakan presiden pada saat itu adalah percobaan pembunuhan saat Shalat Idul Adha 14 Mei 1962.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Subuh Berdarah di Jalan Sumenep, Mayjen Sutoyo Diculik dan Dibunuh PKI&amp;nbsp;
Dengan membawa laporan perencanaan pasukan pengawal Istana Presiden yang lebih sempurna, Letnan Kolonel CMP Sabur menghadap istana. Selanjutnya, Letnan membentuk tim untuk betugas mengawal presiden dengan meminta satu batalyon terbaik dari setiap Angkatan Bersenjata AD, AL, AU, dan Kepolisian.
Kemudian pada 6 Juni 1962, Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan mengenai pembentukan resimen khusus yang memiliki tanggung jawab dalam penjagaan presiden dan keluarganya. Pasukan ini diberi nama Tjakrabirawa (Cakrabirawa) karena Soekarno suka dengan pertunjukkan wayang kulit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kisah Korban G30S PKI Mayjen MT Haryono, Calon Dokter yang Jago Berunding
Tjakrabirawa ini dalam pewayangan merupakan senjata ampuh yang dimiliki oleh Batara Kresna. Senjata ini digunakan Batara dalam menumpas semua kejahatan di lakon wayang purwa. Dengan bersemboyan &amp;ldquo;Dirgayu Satyawira&amp;rdquo; atau berarti Prajurit Setia Berpanjang Umur, Cakrabirawa memiliki Komandan Letnan Sabur. Segala tugas dan kewajiban yang harus dilakukan sudah tercantum di badge Resimen Tjakrabirawa.
Salah satu battalion dipimpin oleh Letkol Untung yang terdiri dari beberapa kompi. Letkol Untung mempunyai Letnan Satu Dul Arif sebagai pemimpin kompi C. Pada masa pemerintahan orde baru, pasukan Cakrabirawa tercoreng karena aksi penculikan Jenderal Pahlawan Revolusi yang dimotori oleh Letkol Untung dan Lettu Dul Arif pada masa G30S/PKI. Kejadian ini melibatkan 60-an orang pasukan Cakrabirawa atau sekitar 2 persen dari total pasukan.
Hal ini menyebabkan Cakrabirawa dibubarkan pada 28 Maret 1966 atas dasar Surat Perintah II Maret 1966 atau biasa disebut dengan Supersemar. Tanggung jawab untuk menjaga keselamatan presiden selanjutnya diserahkan ke Polisi Militer Angkatan Darat atau Satgas Pomad. Selanjutnya pada masa pemerintahan Soeharto, Satgas Pomad diganti dengan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).</content:encoded></item></channel></rss>
