<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Minta Pemda Tak Tonjolkan Ego Sektoral</title><description>Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes PDTT butuh dukungan penuh dari para kepala daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral"/><item><title>Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Minta Pemda Tak Tonjolkan Ego Sektoral</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral</guid><pubDate>Jum'at 01 Oktober 2021 22:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral-yKWhggBChu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar saat di Kuningan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/01/337/2480067/tuntaskan-kemiskinan-ekstrem-pemerintah-minta-pemda-tak-tonjolkan-ego-sektoral-yKWhggBChu.jpg</image><title>Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar saat di Kuningan (Foto: Antara)</title></images><description>KUNINGAN &amp;ndash; Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, penangan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan jika masih ada ego sectoral antara pihak kementerian dengan kepala daerah. Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes PDTT butuh dukungan penuh dari para kepala daerah.

&amp;ldquo;Untuk support implementasi aksi penanganan warga miskin Ekstrem, serta monitoring keberlanjutan hasil capaian nol persen kemiskinan ekstrem, telah disiapkan aplikasi yang terhubung dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai pusat,&amp;rdquo; katanya saat mengunjungi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021).

Kunjungan Kerja Gus Halim-panggilan akrab Abdul Halim Iskandar- ke Kabupaten Kuningan disambut langsung oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, di Kantor Bupati.

&amp;ldquo;Kami terus berkeliling ke daerah-daerah yang menjadi kantong kemiskinan ekstrem. Dua hari ini kami berkeliling ke kabupaten-kabupaten di Jawa Barat yang wilayahnya terdapat warga dengan kategori miskin esktrem,&amp;rdquo; ujar Gus Halim.


Dia menjelaskan penuntasan data SDGs Desa tidak bisa jika hanya  dipantau dari pusat saja. Tetapi juga harus dilihat secara langsung  perkembangannya di lapangan. Jika data SDGs Desa tuntas, maka penanganan  kemiskinan esktrem bakal bisa lebih cepat.

&amp;ldquo;Kami juga terus melakukan koordinasi dengan bupati atau kepala  daerah untuk menjelaskan pentingnya data SDGs Desa bagi pengentasan  kemiskinan ekstrem. Sehingga ada kesepahaman yang sama antara Kemendesa  PDTT dengan para kepala daerah untuk mempercepat penuntasan kemiskinan  ekstrem di wilayahnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Gus Halim mengatakan, dirinya bersama Bupati Acep sudah sepakat untuk  perkuat data desa berbasis SDGs yang diperkirakan bakal selesai dalam  10 hari ke depan. &quot;Saya yakin Kabupaten Kuningan bakal segera selesaikan  persoalan kemiskinan dengan berbasis SDGs,&quot; kata Gus Halim.
</description><content:encoded>KUNINGAN &amp;ndash; Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, penangan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan jika masih ada ego sectoral antara pihak kementerian dengan kepala daerah. Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes PDTT butuh dukungan penuh dari para kepala daerah.

&amp;ldquo;Untuk support implementasi aksi penanganan warga miskin Ekstrem, serta monitoring keberlanjutan hasil capaian nol persen kemiskinan ekstrem, telah disiapkan aplikasi yang terhubung dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai pusat,&amp;rdquo; katanya saat mengunjungi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021).

Kunjungan Kerja Gus Halim-panggilan akrab Abdul Halim Iskandar- ke Kabupaten Kuningan disambut langsung oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, di Kantor Bupati.

&amp;ldquo;Kami terus berkeliling ke daerah-daerah yang menjadi kantong kemiskinan ekstrem. Dua hari ini kami berkeliling ke kabupaten-kabupaten di Jawa Barat yang wilayahnya terdapat warga dengan kategori miskin esktrem,&amp;rdquo; ujar Gus Halim.


Dia menjelaskan penuntasan data SDGs Desa tidak bisa jika hanya  dipantau dari pusat saja. Tetapi juga harus dilihat secara langsung  perkembangannya di lapangan. Jika data SDGs Desa tuntas, maka penanganan  kemiskinan esktrem bakal bisa lebih cepat.

&amp;ldquo;Kami juga terus melakukan koordinasi dengan bupati atau kepala  daerah untuk menjelaskan pentingnya data SDGs Desa bagi pengentasan  kemiskinan ekstrem. Sehingga ada kesepahaman yang sama antara Kemendesa  PDTT dengan para kepala daerah untuk mempercepat penuntasan kemiskinan  ekstrem di wilayahnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Gus Halim mengatakan, dirinya bersama Bupati Acep sudah sepakat untuk  perkuat data desa berbasis SDGs yang diperkirakan bakal selesai dalam  10 hari ke depan. &quot;Saya yakin Kabupaten Kuningan bakal segera selesaikan  persoalan kemiskinan dengan berbasis SDGs,&quot; kata Gus Halim.
</content:encoded></item></channel></rss>
