<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Ini Tanggapan Wagub DKI   </title><description>Pemprov DKI masih mendalami penyebab air laut di Teluk Jakarta tercemar Paracetamol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki"/><item><title> Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Ini Tanggapan Wagub DKI   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki</guid><pubDate>Senin 04 Oktober 2021 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki-QbtTIsPeiR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: dok Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/04/338/2480965/teluk-jakarta-tercemar-paracetamol-ini-tanggapan-wagub-dki-QbtTIsPeiR.jpg</image><title>Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: dok Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab air laut di Teluk Jakarta tercemar Paracetamol.

&quot;Ya kita belum tahu dengan sengaja atau tidak, ini harus jadi perhatian kita agar warga atau pihak institusi manapun jangan membuang apalagi limbah di tempat umum, sungai, danau, waduk, apalagi di laut ya,&quot; kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/10/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemaparan Lengkap Terkait Adanya Limbah Farmasi Paracetamol di Teluk Jakarta
Politisi Partai Gerindra itu mengajak semua lapisan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

&quot;Mari kita jaga lingkungan hidup kita agar ekosistemnya baik terpelihara karena itu menyangkut kehidupan tidak hanya ekosistem laut tapi kehidupan kita bersama,&quot; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tim Peneliti BRIN : Kandungan Paracetamol Terdeteksi di Muara Sungai Angke dan Ciliwung Ancol
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta angkat bicara soal adanya kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta.

Humas DLH DKI Yogi Ikhwan mengatakan, pihaknya tidak secara spesifik meneliti zat yang terdapat di perairan Utara Jakarta itu.

&quot;Kita nggak meneliti parameter itu sih, cuman aprameter yang lain cuman mau check dulu nih apa aja parameter yang kita pantau dari laut Jakarta. Cuman kalau parameter khusus parasetamol kita nggak khusus ke situ deh,&quot; kata Yogi kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Selain itu, Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasiona (BRIN) dan University of Brighton UK merilis hasil dari studi pendahuluan (preliminary study) mengenai kualitas air laut di beberapa situs terdominasi limbah buangan.

Hasil studi tersebut dimuat dalam jurnal _Marine Pollution Bulletin_ berjudul _&amp;ldquo;High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia&amp;rdquo;_.

Hasil riset Dr. Wulan Koagouw (BRIN, UoB), Prof. Zainal Arifin (BRIN), Dr. George Olivier (UoB), dan Dr. Corina Ciocan (UoB) ini menginvestigasi beberapa kontaminan air dari empat lokasi di Teluk Jakarta yaitu: Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing; serta satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah yakni Pantai Eretan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat, melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, Parasetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Konsentrasi Parasetamol yang cukup tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab air laut di Teluk Jakarta tercemar Paracetamol.

&quot;Ya kita belum tahu dengan sengaja atau tidak, ini harus jadi perhatian kita agar warga atau pihak institusi manapun jangan membuang apalagi limbah di tempat umum, sungai, danau, waduk, apalagi di laut ya,&quot; kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/10/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemaparan Lengkap Terkait Adanya Limbah Farmasi Paracetamol di Teluk Jakarta
Politisi Partai Gerindra itu mengajak semua lapisan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

&quot;Mari kita jaga lingkungan hidup kita agar ekosistemnya baik terpelihara karena itu menyangkut kehidupan tidak hanya ekosistem laut tapi kehidupan kita bersama,&quot; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tim Peneliti BRIN : Kandungan Paracetamol Terdeteksi di Muara Sungai Angke dan Ciliwung Ancol
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta angkat bicara soal adanya kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta.

Humas DLH DKI Yogi Ikhwan mengatakan, pihaknya tidak secara spesifik meneliti zat yang terdapat di perairan Utara Jakarta itu.

&quot;Kita nggak meneliti parameter itu sih, cuman aprameter yang lain cuman mau check dulu nih apa aja parameter yang kita pantau dari laut Jakarta. Cuman kalau parameter khusus parasetamol kita nggak khusus ke situ deh,&quot; kata Yogi kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Selain itu, Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasiona (BRIN) dan University of Brighton UK merilis hasil dari studi pendahuluan (preliminary study) mengenai kualitas air laut di beberapa situs terdominasi limbah buangan.

Hasil studi tersebut dimuat dalam jurnal _Marine Pollution Bulletin_ berjudul _&amp;ldquo;High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia&amp;rdquo;_.

Hasil riset Dr. Wulan Koagouw (BRIN, UoB), Prof. Zainal Arifin (BRIN), Dr. George Olivier (UoB), dan Dr. Corina Ciocan (UoB) ini menginvestigasi beberapa kontaminan air dari empat lokasi di Teluk Jakarta yaitu: Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing; serta satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah yakni Pantai Eretan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat, melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, Parasetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Konsentrasi Parasetamol yang cukup tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
