<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perawat Cantik Ini Memilih Resign untuk Jualan Serabi</title><description>Setelah tamat kuliah, dia sempat bekerja sebagai perawat selama 4 tahun di Ponorogo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi"/><item><title>Perawat Cantik Ini Memilih Resign untuk Jualan Serabi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi</guid><pubDate>Selasa 05 Oktober 2021 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Adrianto S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi-123lCfNtpT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perawat cantik jualan serabi/ MNC Media</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/05/512/2481646/perawat-cantik-ini-memilih-resign-untuk-jualan-serabi-123lCfNtpT.jpg</image><title>Perawat cantik jualan serabi/ MNC Media</title></images><description>BANYUMAS - Yanti Kristina (25) warga Desa Kelapa Gading Kecamatan Wangon, Banyumas, mendadak viral di media sosial karena menjual serabi dan meninggalkan pekerjaannya sebagai perawat.
(Baca juga: Viral! Mahasiswi Cantik Ini Ungkap 'Kasta Tertinggi' di Kampus UI)
Yanti sebelumnya, menempuh pendidikan di sebuah Perguruan Tinggi Islam Ponorogo Jawa Timur. Setelah tamat kuliah, dia sempat bekerja sebagai perawat selama 4 tahun di Ponorogo.
Wanita berparas cantik ini diketahui generasi ke-9 penjual serabi. &amp;ldquo;Turun temurun dari bude, bule, sampai ke anak-anak cucunya. Saya yang terakhir,&quot; ujar Yanti, Selasa (5/10/2021).
(Baca juga: Viral! Mengabdi 35 Tahun, Guru Ini Dilantik Jadi Kepsek di Sekolah 'Siluman')
Yanti memilih melanjutkan karier sebagai penjual serabi ketimbang perawat karena penghasilan yang lebih menjanjikan. &quot;Lebih menguntungkan usaha sendiri,&quot; lanjut Yanti.
Menurut testimoni pelanggan serabi Yanti, serabi buatan Yanti memiliki rasa yang manis, gurih, legit dan tidak lembek.
&quot;Enak, manis, kelapanya juga terasa,&quot; ujar Gosis yang sering berkunjung ke toko Yanti setidaknya beberapa hari sekali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wNS8yMC8xMzk5ODgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Rasanya nggak ada yang hilang namanya serabi,&quot; kata Muslih, pembeli lain yang mengetahui bahwa serabi ini merupakan turunan beberapa generasi sebelumnya.
Dalam sehari, Yanti bisa menghabiskan 7 kg tepung beras. Harga serabinya pun terbilang murah, hanya Rp1.000 untuk sebuah kue serabi.</description><content:encoded>BANYUMAS - Yanti Kristina (25) warga Desa Kelapa Gading Kecamatan Wangon, Banyumas, mendadak viral di media sosial karena menjual serabi dan meninggalkan pekerjaannya sebagai perawat.
(Baca juga: Viral! Mahasiswi Cantik Ini Ungkap 'Kasta Tertinggi' di Kampus UI)
Yanti sebelumnya, menempuh pendidikan di sebuah Perguruan Tinggi Islam Ponorogo Jawa Timur. Setelah tamat kuliah, dia sempat bekerja sebagai perawat selama 4 tahun di Ponorogo.
Wanita berparas cantik ini diketahui generasi ke-9 penjual serabi. &amp;ldquo;Turun temurun dari bude, bule, sampai ke anak-anak cucunya. Saya yang terakhir,&quot; ujar Yanti, Selasa (5/10/2021).
(Baca juga: Viral! Mengabdi 35 Tahun, Guru Ini Dilantik Jadi Kepsek di Sekolah 'Siluman')
Yanti memilih melanjutkan karier sebagai penjual serabi ketimbang perawat karena penghasilan yang lebih menjanjikan. &quot;Lebih menguntungkan usaha sendiri,&quot; lanjut Yanti.
Menurut testimoni pelanggan serabi Yanti, serabi buatan Yanti memiliki rasa yang manis, gurih, legit dan tidak lembek.
&quot;Enak, manis, kelapanya juga terasa,&quot; ujar Gosis yang sering berkunjung ke toko Yanti setidaknya beberapa hari sekali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wNS8yMC8xMzk5ODgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Rasanya nggak ada yang hilang namanya serabi,&quot; kata Muslih, pembeli lain yang mengetahui bahwa serabi ini merupakan turunan beberapa generasi sebelumnya.
Dalam sehari, Yanti bisa menghabiskan 7 kg tepung beras. Harga serabinya pun terbilang murah, hanya Rp1.000 untuk sebuah kue serabi.</content:encoded></item></channel></rss>
