<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utusan PM Inggris Temui Taliban, Bahas Krisis Kemanusiaan</title><description>Utusan khusus&amp;nbsp; Johnson menemui para pemimpin Taliban di Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan"/><item><title>Utusan PM Inggris Temui Taliban, Bahas Krisis Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan</guid><pubDate>Rabu 06 Oktober 2021 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan-1ViLvdDSYM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan Inggris tiba di Bandara Kabul, Afghanistan membantu evakuasi warga (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/06/18/2481879/utusan-pm-inggris-temui-taliban-bahas-krisis-kemanusiaan-1ViLvdDSYM.jpg</image><title>Pasukan Inggris tiba di Bandara Kabul, Afghanistan membantu evakuasi warga (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>LONDON - Utusan khusus Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menemui para pemimpin Taliban di Afghanistan untuk membahas krisis kemanusiaan dan strategi agar negara tersebut tidak dijadikan sebagai inkubator bagi kalangan militan.

Kementerian luar negeri (Kemlu) Inggris mengatakan utusan Johnson, Simon Gass, menemui sejumlah pemimpin Taliban termasuk Amir Khan Muttaqi, Mullah Abdul Ghani Baradar, dan Abdul Salam Hanafi.
&amp;ldquo;Mereka membahas bagaimana Inggris Raya dapat membantu Afghanistan mengatasi krisis kemanusiaan, pentingnya mencegah negara tersebut menjadi inkubator bagi terorisme dan perlunya orang-orang yang ingin meninggalkan negara tersebut bisa melakukan perjalanan dengan aman,&quot; terang Kemlu.
&amp;nbsp;(Baca juga: Taliban Bentuk Pasukan Bunuh Diri untuk Lindungi Perbatasan Afghanistan)
&quot;Mereka juga membicarakan perlakuan terhadap minoritas dan hak-hak kaum perempuan dan anak perempuan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Gass didampingi oleh Kuasa Usaha dari Misi Inggris Raya untuk Afghanistan di Doha, Qatar.
Baca juga: Survei Terbaru: Warga AS Lebih Ingin Jalur Diplomasi Dibanding Penempatan Militer)
</description><content:encoded>LONDON - Utusan khusus Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menemui para pemimpin Taliban di Afghanistan untuk membahas krisis kemanusiaan dan strategi agar negara tersebut tidak dijadikan sebagai inkubator bagi kalangan militan.

Kementerian luar negeri (Kemlu) Inggris mengatakan utusan Johnson, Simon Gass, menemui sejumlah pemimpin Taliban termasuk Amir Khan Muttaqi, Mullah Abdul Ghani Baradar, dan Abdul Salam Hanafi.
&amp;ldquo;Mereka membahas bagaimana Inggris Raya dapat membantu Afghanistan mengatasi krisis kemanusiaan, pentingnya mencegah negara tersebut menjadi inkubator bagi terorisme dan perlunya orang-orang yang ingin meninggalkan negara tersebut bisa melakukan perjalanan dengan aman,&quot; terang Kemlu.
&amp;nbsp;(Baca juga: Taliban Bentuk Pasukan Bunuh Diri untuk Lindungi Perbatasan Afghanistan)
&quot;Mereka juga membicarakan perlakuan terhadap minoritas dan hak-hak kaum perempuan dan anak perempuan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Gass didampingi oleh Kuasa Usaha dari Misi Inggris Raya untuk Afghanistan di Doha, Qatar.
Baca juga: Survei Terbaru: Warga AS Lebih Ingin Jalur Diplomasi Dibanding Penempatan Militer)
</content:encoded></item></channel></rss>
