<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Sebut Pandemi Covid-19 Berpotensi Tinggi Menjadi Ancaman Militer</title><description>Meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih dipahami sebagai ancaman nirmiliter namun TNI-Polri sudah terlihat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer"/><item><title>Satgas Sebut Pandemi Covid-19 Berpotensi Tinggi Menjadi Ancaman Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer</guid><pubDate>Rabu 06 Oktober 2021 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer-CU8N8ZYrz4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/06/337/2482128/satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer-CU8N8ZYrz4.jpeg</image><title>Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan penyakit emerging akibat perpindahan virus dari binatang kemudian ke manusia. Namun, Wiku mengatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi ancaman militer jika virus ini dibuat tidak alamiah.

&amp;ldquo;Sebenarnya menangani Covid-19 ini sebagai penyakit infeksi yang emerging yang sederhana akibat binatang atau hewan yang kemudian berpindah ke manusia karena ada interaksi yang sudah berlangsung lama, alamiah. Belum lagi kalau dibuat tidak alamiah, maka ancamannya menjadi ancaman kombinasi antara nir militer dan militer kalau itu menjadi bio terror. Oleh karena itu, kemampuan kita harus diasah,&amp;rdquo; kata Wiku secara virtual dengan Sespim Lemdiklat Polri, Rabu (6/10/2021).

Bahkan, kata Wiku, meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih dipahami sebagai ancaman nirmiliter namun TNI-Polri sudah terlihat. &amp;ldquo;Pemahaman sampai dengan saat ini kita sebutnya sebagai ancaman nirmiliter, tetapi TNI-Polri sudah ikut terlibat sejak sekarang.&amp;rdquo;

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Terkendali, IDI: Lebih Baik Waspada Ketimbang Menyesal Nantinya

&amp;ldquo;Mungkin boleh dikatakan tidak tepat karena ancamannya masih dianggap nirmiliter. Tetapi potensi untuk menjadi ancaman militer itu tinggi. Dan ini sudah kami lihat cukup lama kondisi ini, yang saya sebut sebagai this is of tomorrow, penyakit yang besok datang karena tiba-tiba sebenarnya. Sebenarnya bukan tiba-tiba, tetapi gerakannya tidak bisa kita deteksi,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

Oleh karena itu, kata Wiku, kini laboratorium pun semakin banyak untuk melakukan deteksi virus ini. &amp;ldquo;Tadi sudah bisa sampaikan oleh Menteri Kesehatan, bahwa laboratorium yang dulunya sedikit kemudian dikembangkan menjadi jumlahnya banyak.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Sebenarnya bukan laboratoriumnya Kementerian Kesehatan yang  dikembangkan banyak, tapi menggerakkan seluruh sumber daya laboratorium  yang ada di Indonesia, dibuat jejaring satu kesatuan, cara kerjanya  dibikin seragam, kemudian dimampukan untuk mendeteksi mendeteksinya,&amp;rdquo;  kata Wiku.

Wiku mengatakan mendeteksi ancaman ini adalah mendeteksi Covid-19  yang sudah ada. &amp;ldquo;Bayangkan kalau Covid nya belum ada, kita harus  mendeteksi sesuatu yang belum terlihat sebagai ancaman.&amp;rdquo;

Pandemi ini, kata Wiku adalah ancaman Global, jadi mendeteksi virus  ini juga harus dilakukan oleh semua negara. &amp;ldquo;Dan inilah pentingnya  capacity to detectnya itu terjadi, bukan hanya di Indonesia saja, saya  juga berbicara untuk Global,&amp;rdquo; paparnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan penyakit emerging akibat perpindahan virus dari binatang kemudian ke manusia. Namun, Wiku mengatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi ancaman militer jika virus ini dibuat tidak alamiah.

&amp;ldquo;Sebenarnya menangani Covid-19 ini sebagai penyakit infeksi yang emerging yang sederhana akibat binatang atau hewan yang kemudian berpindah ke manusia karena ada interaksi yang sudah berlangsung lama, alamiah. Belum lagi kalau dibuat tidak alamiah, maka ancamannya menjadi ancaman kombinasi antara nir militer dan militer kalau itu menjadi bio terror. Oleh karena itu, kemampuan kita harus diasah,&amp;rdquo; kata Wiku secara virtual dengan Sespim Lemdiklat Polri, Rabu (6/10/2021).

Bahkan, kata Wiku, meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih dipahami sebagai ancaman nirmiliter namun TNI-Polri sudah terlihat. &amp;ldquo;Pemahaman sampai dengan saat ini kita sebutnya sebagai ancaman nirmiliter, tetapi TNI-Polri sudah ikut terlibat sejak sekarang.&amp;rdquo;

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Terkendali, IDI: Lebih Baik Waspada Ketimbang Menyesal Nantinya

&amp;ldquo;Mungkin boleh dikatakan tidak tepat karena ancamannya masih dianggap nirmiliter. Tetapi potensi untuk menjadi ancaman militer itu tinggi. Dan ini sudah kami lihat cukup lama kondisi ini, yang saya sebut sebagai this is of tomorrow, penyakit yang besok datang karena tiba-tiba sebenarnya. Sebenarnya bukan tiba-tiba, tetapi gerakannya tidak bisa kita deteksi,&amp;rdquo; ungkap Wiku.

Oleh karena itu, kata Wiku, kini laboratorium pun semakin banyak untuk melakukan deteksi virus ini. &amp;ldquo;Tadi sudah bisa sampaikan oleh Menteri Kesehatan, bahwa laboratorium yang dulunya sedikit kemudian dikembangkan menjadi jumlahnya banyak.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Sebenarnya bukan laboratoriumnya Kementerian Kesehatan yang  dikembangkan banyak, tapi menggerakkan seluruh sumber daya laboratorium  yang ada di Indonesia, dibuat jejaring satu kesatuan, cara kerjanya  dibikin seragam, kemudian dimampukan untuk mendeteksi mendeteksinya,&amp;rdquo;  kata Wiku.

Wiku mengatakan mendeteksi ancaman ini adalah mendeteksi Covid-19  yang sudah ada. &amp;ldquo;Bayangkan kalau Covid nya belum ada, kita harus  mendeteksi sesuatu yang belum terlihat sebagai ancaman.&amp;rdquo;

Pandemi ini, kata Wiku adalah ancaman Global, jadi mendeteksi virus  ini juga harus dilakukan oleh semua negara. &amp;ldquo;Dan inilah pentingnya  capacity to detectnya itu terjadi, bukan hanya di Indonesia saja, saya  juga berbicara untuk Global,&amp;rdquo; paparnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
