<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Pemulihan Ekonomi Mustahil Dilakukan Jika Covid-19 Masih Tinggi</title><description>Karena itulah dibutuhkan langkah luar biasa untuk meminimalisr hal tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi"/><item><title>Wapres: Pemulihan Ekonomi Mustahil Dilakukan Jika Covid-19 Masih Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi</guid><pubDate>Rabu 06 Oktober 2021 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi-Iqr9dgEpIx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin (foto: Dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/06/337/2482293/wapres-pemulihan-ekonomi-mustahil-dilakukan-jika-covid-19-masih-tinggi-Iqr9dgEpIx.jpeg</image><title>Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin (foto: Dok Antara)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemulihan ekonomi nasional mustahil akan terjadi jika kasus penularan Covid-19 masih tinggi. Sebab itu, dibutuhkan langkah luar biasa untuk meminimalisr hal tersebut.
Hal itu dikatakan Wapres dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 Tahun Ajaran 2021, secara virtual, Rabu (6/10/2021).
&quot;Pemulihan ekonomi mustahil dilakukan apabila tingkat penularan virus masih tinggi atau di atas 5% per seratus ribu penduduk sesuai standar WHO,&quot; ujarnya.
Selain penerapan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 secara ilmiah dan empiris telah terbukti efektif untuk mengendalikan penularan. Selanjutnya dibutuhkan tingkat cakupan vaksinasi minimal sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Minta TNI-Polri Bantu Pemda dengan Capaian Vaksinasi Rendah
&quot;Agar masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan resiko tertular virus Covid-19 yang lebih kecil,&quot; imbuhnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Sebut Imbas Pandemi Covid-19 Bikin Pengangguran Makin Banyak
Cakupan vaksinasi di Indonesia, kata Ma'ruf, adalah 208,5 juta jiwa demi mencapai herd immunity. Angka ini tidak kecil sehingga perlu penanganan bersama secara luar biasa.&quot;Dibutuhkan upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target vaksinasi tersebut, dalam jangka waktu yang ditetapkan, yaitu selama satu tahun,&quot; jelasnya.
&quot;Dalam rangka upaya itulah maka bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional,&quot; sambung Wapres.
Di samping itu, pemerintah juga telah melakukan langkah luar biasa dalam penanganan Covid-19 mulai dari menerbitkan Perppu untuk memayungi berbagai kebijakan terkait pengelolaan APBN, serta refocusing dan realokasi anggaran dalam rangka upaya pemulihan kesehatan, perlindungan sosial, serta menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Pandemi Covid-19 Sebabkan Krisis Politik di Beberapa Negara</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemulihan ekonomi nasional mustahil akan terjadi jika kasus penularan Covid-19 masih tinggi. Sebab itu, dibutuhkan langkah luar biasa untuk meminimalisr hal tersebut.
Hal itu dikatakan Wapres dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 Tahun Ajaran 2021, secara virtual, Rabu (6/10/2021).
&quot;Pemulihan ekonomi mustahil dilakukan apabila tingkat penularan virus masih tinggi atau di atas 5% per seratus ribu penduduk sesuai standar WHO,&quot; ujarnya.
Selain penerapan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 secara ilmiah dan empiris telah terbukti efektif untuk mengendalikan penularan. Selanjutnya dibutuhkan tingkat cakupan vaksinasi minimal sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Minta TNI-Polri Bantu Pemda dengan Capaian Vaksinasi Rendah
&quot;Agar masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan resiko tertular virus Covid-19 yang lebih kecil,&quot; imbuhnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Sebut Imbas Pandemi Covid-19 Bikin Pengangguran Makin Banyak
Cakupan vaksinasi di Indonesia, kata Ma'ruf, adalah 208,5 juta jiwa demi mencapai herd immunity. Angka ini tidak kecil sehingga perlu penanganan bersama secara luar biasa.&quot;Dibutuhkan upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target vaksinasi tersebut, dalam jangka waktu yang ditetapkan, yaitu selama satu tahun,&quot; jelasnya.
&quot;Dalam rangka upaya itulah maka bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional,&quot; sambung Wapres.
Di samping itu, pemerintah juga telah melakukan langkah luar biasa dalam penanganan Covid-19 mulai dari menerbitkan Perppu untuk memayungi berbagai kebijakan terkait pengelolaan APBN, serta refocusing dan realokasi anggaran dalam rangka upaya pemulihan kesehatan, perlindungan sosial, serta menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Pandemi Covid-19 Sebabkan Krisis Politik di Beberapa Negara</content:encoded></item></channel></rss>
