<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ini 26 Tahun Lalu, Gempa Dahsyat M7 Mengguncang Kerinci</title><description>Pada 6 Oktober 1995 gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang Kerinci, Sumatera Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci"/><item><title>Hari Ini 26 Tahun Lalu, Gempa Dahsyat M7 Mengguncang Kerinci</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci</guid><pubDate>Rabu 06 Oktober 2021 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci-HaKMhPeBb7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah bangunan rusak berat akibat guncangan gema M7 di Kerinci pada 26 tahun silam (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/06/340/2481933/hari-ini-26-tahun-lalu-gempa-dahsyat-m7-mengguncang-kerinci-HaKMhPeBb7.jpg</image><title>Sejumlah bangunan rusak berat akibat guncangan gema M7 di Kerinci pada 26 tahun silam (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hari ini tepat 26 tahun lalu yakni 6 Oktober 1995 gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang Kerinci, Sumatera Barat.

&amp;ldquo;Hari ini 26 tahun lalu pada 6 Oktober 1995 terjadi gempa dengan kekuatan M7,0 di Segmen Siulak yang menimbulkan kerusakan parah pada area yang cukup luas di Sungaipenuh, lembah Barat Laut Danau Kerinci,&amp;rdquo; ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono lewat media sosial pribadinya, Rabu (6/10/2021).

Gempa di wilayah Kerinci akibat segmen Silauk tersebut menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah berat dan 10.533 rusak ringan.

&amp;ldquo;Gempa ini, mengakibatkan 84 orang meninggal dunia, 558 luka berat dan 1.310 luka ringan. Gempa juga menyebabkan sekitar 7.137 bangunan rusak berat dan 10.533 bangunan rusak ringan,&amp;rdquo; papar Daryono.

Sementara itu, dari catatan sejarah di Segmen Silauk Sumatera Barat juga pernah terjadi gempa dahsyat pada 4 Juni 1909 dengan magnitudo 7,6. Gempa dahsyat tersebut dirasakan di perbatasan Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jambi.

Baca Juga :&amp;nbsp;Dompu NTB Diguncang Gempa M4,5Gempa tersebut terjadi sekitar tujuh tahun setelah wilayah tersebut diduduki oleh Hindia-Belanda. Gempa itu menjadi gempa dengan dengan pusat di darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda.

Bahkan, dalam peristiwa gempa itu banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar pemerintah Hindia Belanda. Sementara itu, jumlah korban meninggal sebanyak 230 jiwa, di mana korban luka ringan dan berat juga cukup banyak.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hari ini tepat 26 tahun lalu yakni 6 Oktober 1995 gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang Kerinci, Sumatera Barat.

&amp;ldquo;Hari ini 26 tahun lalu pada 6 Oktober 1995 terjadi gempa dengan kekuatan M7,0 di Segmen Siulak yang menimbulkan kerusakan parah pada area yang cukup luas di Sungaipenuh, lembah Barat Laut Danau Kerinci,&amp;rdquo; ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono lewat media sosial pribadinya, Rabu (6/10/2021).

Gempa di wilayah Kerinci akibat segmen Silauk tersebut menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah berat dan 10.533 rusak ringan.

&amp;ldquo;Gempa ini, mengakibatkan 84 orang meninggal dunia, 558 luka berat dan 1.310 luka ringan. Gempa juga menyebabkan sekitar 7.137 bangunan rusak berat dan 10.533 bangunan rusak ringan,&amp;rdquo; papar Daryono.

Sementara itu, dari catatan sejarah di Segmen Silauk Sumatera Barat juga pernah terjadi gempa dahsyat pada 4 Juni 1909 dengan magnitudo 7,6. Gempa dahsyat tersebut dirasakan di perbatasan Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jambi.

Baca Juga :&amp;nbsp;Dompu NTB Diguncang Gempa M4,5Gempa tersebut terjadi sekitar tujuh tahun setelah wilayah tersebut diduduki oleh Hindia-Belanda. Gempa itu menjadi gempa dengan dengan pusat di darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda.

Bahkan, dalam peristiwa gempa itu banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar pemerintah Hindia Belanda. Sementara itu, jumlah korban meninggal sebanyak 230 jiwa, di mana korban luka ringan dan berat juga cukup banyak.</content:encoded></item></channel></rss>
