<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Dubes Rusia saat Indonesia Lebih Memilih Vaksin Sinovac Dibanding Sputnik V</title><description>Lyudmila G. Vorobyova mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan jenis vaksin Sputnik V kepada Indonesia untuk penanganan Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v"/><item><title>Curhat Dubes Rusia saat Indonesia Lebih Memilih Vaksin Sinovac Dibanding Sputnik V</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v</guid><pubDate>Kamis 07 Oktober 2021 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v-gfNs5GoOJ0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmilla G Vorobyova (Foto: MPI/Dominique)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/07/337/2482814/curhat-dubes-rusia-saat-indonesia-lebih-memilih-vaksin-sinovac-dibanding-sputnik-v-gfNs5GoOJ0.JPG</image><title>Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmilla G Vorobyova (Foto: MPI/Dominique)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G. Vorobyova mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan jenis vaksin Sputnik V kepada pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19. Namun ia berkata bahwa pemerintah Indonesia lebih memilih vaksin jenis Sinovac untuk didistribusikan di Indonesia ketimbang Sputnik V.

&amp;ldquo;Kami juga mengajukan ke pemerintah indonesia untuk bekerja sama untuk distribusikan vaksin ini, namun pemerintah indonesia memilih sinovac karena dianggap lebih cocok dengan pemerintah indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.

Ia mengatakan, ke depannya vaksin Sputnik buatan Rusia kemungkinan dapat digunakan di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan pasokan vaksin yang akan terus meningkat.

&amp;ldquo;Untuk tahun ini pemerintah indonesia sudah berkecukupan vaksin namun untuk tahun depan pasti butuh lebih banyak lagi, apa yang kami dengar bahwa Sputnik bisa digunakan untuk program gotong royong,&amp;rdquo; kata Lyudmila kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta (7/10/2021).

Baca Juga: Sebanyak 1.199.250 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia Hari Ini

Lyudmila mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan riset ke Moskow untuk meninjau efektifitas dan kelayakan vaksin Sputnik. Kini pemerintah Rusia tengah melakukan beberapa upaya agar Vaksin Sputnik bisa didistribusikan di Indonesia.

&amp;ldquo;Pada bulan oktober ketika vaksin Sputnik V Dinyatakan aman lalu mereka riset ke Moskow ke tempat produksinya, meminta dokumennya, akhirnya vaksin Sputnik V telah terdaftar. Dan sekarang ada beberapa prosedur yang harus dilakukan agar vaksin Sputnik V bisa digunakan di indonesia,&amp;rdquo; terangnya.


Lyudmila mengatakan bahwa sejak bulan Agustus 2021 jenis vaksin  Sputnik V telah teregistrasi di Indonesia. Selain itu juga, vaksin ini  telah terdaftar di 70 negara lainnya. Beberapa negara yang sudah  menggunakan vaksin Sputnik V adalah Palestina dan Argentina.

&amp;ldquo;Akhirnya Sputnik V sudah terdaftar di indonesia, pada 25 Agustus  2021. Dan sejauh ini orang orang mengetahui vaksin ini bagus, efektif  dan aman. Ini sudah terdaftar di 70 negara di dunia termasuk indonesia.  Beberapa di antaranya
Palestina dan Argentina,&amp;rdquo; katanya.

Ia menyatakan bahwa jenis Sputnik V merupakan yang paling efektif  daripada vaksin jenis lainnya yang diproduksi oleh Rusia. Ia mengatakan  bahwa Sputnik V memiliki efektifitas 95 persen dan tidak menimbulkan  efek samping.

&amp;ldquo;Di russia kita memiliki 4 jenis vaksin diproduksi oleh kami salah  satunya Sputnik V. Sputnik V jauh lebih efektif daripada vaksin jenis  lain. Yang paling efesien adalah Sputnik V Efektifitasnya 95 persen,  tidak ada efek samping, baik untuk usia lanjut, orang tua saya 85 tahun  menggunakan Sputnik V mereka semua baik baik saja tidak ada sesuatu  masalah,&amp;rdquo; ucapnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat di Rusia tidak diwajibkan untuk  melakukan vaksinasi, hal ini berkaitan kebutuhan tiap individu atau Hak  Asasi Manusia.

&amp;ldquo;Vaksinasi di negara kami betul betul gratis, setiap orang bisa  peroleh vaksin, ini bukanlah sebuah mandat, hanya untuk beberapa  kategori seperti guru, dokter, tapi untuk sebagian orang tidak,&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Ya, kurang lebih seperti itu, karena mereka punya alasan tersendiri,&amp;rdquo; tambahnya.

Ia mengatakan bahwa setiap jenis vaksin memiliki risiko dan efek  samping yang berbeda. Maka dari itu, masyarakat berhak memilih vaksin  jenis apa yang ingin digunakan.

&amp;ldquo;Jadi sekarang dokter dan masyarakat harus memilih vaksin jenis apa  yang mereka ingin gunakan. Yang inovatif lebih efektif namun ditakuti  banyak orang, atau yang klasik namun agak kurang efektif namun sebagian  orang pikir lebih tidak berisiko,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Apa yang saya pahami tentang vaksin di dunia adalah ada 2 tipe  vaksin, yakni vaksin yang inovatif seperti pfizer moderna dan spugnig  sebetulnya. Dan selanjutnya vaksin klasik seperti sinovac,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Saya benci sinovac hahahah,&amp;rdquo; guraunya.

Ia juga menyebutkan bahwa memproduksi vaksin Sputnik di beberapa  negara. &amp;ldquo;Kita juga bergabung di produksi di beberapa negara seperti  Emirates, South Korea, dan lain lain,&amp;rdquo; tuturnya.

Ia mengatakan bahwa jenis vaksin Sputnik V dan Sputnik Light memiliki beberapa perbedaan, salah satunya adalah efek sampingnya.

&amp;ldquo;Sputnik V sangat kuat, Sputnik light lebih ringan,&amp;rdquo; jelasnya.

Lyudmila mengatakan maraknya berita hoax mengenai vaksin di Rusia dan  sebagian orang mempercayai hal itu. &amp;ldquo;Banyak sekali berita hoax mengenai  vaksin. Pernyataan ini sangat tidak masuk akal dan banyak orang yang  mempercayainya,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G. Vorobyova mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan jenis vaksin Sputnik V kepada pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19. Namun ia berkata bahwa pemerintah Indonesia lebih memilih vaksin jenis Sinovac untuk didistribusikan di Indonesia ketimbang Sputnik V.

&amp;ldquo;Kami juga mengajukan ke pemerintah indonesia untuk bekerja sama untuk distribusikan vaksin ini, namun pemerintah indonesia memilih sinovac karena dianggap lebih cocok dengan pemerintah indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.

Ia mengatakan, ke depannya vaksin Sputnik buatan Rusia kemungkinan dapat digunakan di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan pasokan vaksin yang akan terus meningkat.

&amp;ldquo;Untuk tahun ini pemerintah indonesia sudah berkecukupan vaksin namun untuk tahun depan pasti butuh lebih banyak lagi, apa yang kami dengar bahwa Sputnik bisa digunakan untuk program gotong royong,&amp;rdquo; kata Lyudmila kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta (7/10/2021).

Baca Juga: Sebanyak 1.199.250 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia Hari Ini

Lyudmila mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan riset ke Moskow untuk meninjau efektifitas dan kelayakan vaksin Sputnik. Kini pemerintah Rusia tengah melakukan beberapa upaya agar Vaksin Sputnik bisa didistribusikan di Indonesia.

&amp;ldquo;Pada bulan oktober ketika vaksin Sputnik V Dinyatakan aman lalu mereka riset ke Moskow ke tempat produksinya, meminta dokumennya, akhirnya vaksin Sputnik V telah terdaftar. Dan sekarang ada beberapa prosedur yang harus dilakukan agar vaksin Sputnik V bisa digunakan di indonesia,&amp;rdquo; terangnya.


Lyudmila mengatakan bahwa sejak bulan Agustus 2021 jenis vaksin  Sputnik V telah teregistrasi di Indonesia. Selain itu juga, vaksin ini  telah terdaftar di 70 negara lainnya. Beberapa negara yang sudah  menggunakan vaksin Sputnik V adalah Palestina dan Argentina.

&amp;ldquo;Akhirnya Sputnik V sudah terdaftar di indonesia, pada 25 Agustus  2021. Dan sejauh ini orang orang mengetahui vaksin ini bagus, efektif  dan aman. Ini sudah terdaftar di 70 negara di dunia termasuk indonesia.  Beberapa di antaranya
Palestina dan Argentina,&amp;rdquo; katanya.

Ia menyatakan bahwa jenis Sputnik V merupakan yang paling efektif  daripada vaksin jenis lainnya yang diproduksi oleh Rusia. Ia mengatakan  bahwa Sputnik V memiliki efektifitas 95 persen dan tidak menimbulkan  efek samping.

&amp;ldquo;Di russia kita memiliki 4 jenis vaksin diproduksi oleh kami salah  satunya Sputnik V. Sputnik V jauh lebih efektif daripada vaksin jenis  lain. Yang paling efesien adalah Sputnik V Efektifitasnya 95 persen,  tidak ada efek samping, baik untuk usia lanjut, orang tua saya 85 tahun  menggunakan Sputnik V mereka semua baik baik saja tidak ada sesuatu  masalah,&amp;rdquo; ucapnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat di Rusia tidak diwajibkan untuk  melakukan vaksinasi, hal ini berkaitan kebutuhan tiap individu atau Hak  Asasi Manusia.

&amp;ldquo;Vaksinasi di negara kami betul betul gratis, setiap orang bisa  peroleh vaksin, ini bukanlah sebuah mandat, hanya untuk beberapa  kategori seperti guru, dokter, tapi untuk sebagian orang tidak,&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Ya, kurang lebih seperti itu, karena mereka punya alasan tersendiri,&amp;rdquo; tambahnya.

Ia mengatakan bahwa setiap jenis vaksin memiliki risiko dan efek  samping yang berbeda. Maka dari itu, masyarakat berhak memilih vaksin  jenis apa yang ingin digunakan.

&amp;ldquo;Jadi sekarang dokter dan masyarakat harus memilih vaksin jenis apa  yang mereka ingin gunakan. Yang inovatif lebih efektif namun ditakuti  banyak orang, atau yang klasik namun agak kurang efektif namun sebagian  orang pikir lebih tidak berisiko,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Apa yang saya pahami tentang vaksin di dunia adalah ada 2 tipe  vaksin, yakni vaksin yang inovatif seperti pfizer moderna dan spugnig  sebetulnya. Dan selanjutnya vaksin klasik seperti sinovac,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Saya benci sinovac hahahah,&amp;rdquo; guraunya.

Ia juga menyebutkan bahwa memproduksi vaksin Sputnik di beberapa  negara. &amp;ldquo;Kita juga bergabung di produksi di beberapa negara seperti  Emirates, South Korea, dan lain lain,&amp;rdquo; tuturnya.

Ia mengatakan bahwa jenis vaksin Sputnik V dan Sputnik Light memiliki beberapa perbedaan, salah satunya adalah efek sampingnya.

&amp;ldquo;Sputnik V sangat kuat, Sputnik light lebih ringan,&amp;rdquo; jelasnya.

Lyudmila mengatakan maraknya berita hoax mengenai vaksin di Rusia dan  sebagian orang mempercayai hal itu. &amp;ldquo;Banyak sekali berita hoax mengenai  vaksin. Pernyataan ini sangat tidak masuk akal dan banyak orang yang  mempercayainya,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
