<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Perempuan Jadi Sarjana di Usia Senja, Nomor 1 Lanjut sampai S3</title><description>Berikut adalah 3 sarjana tertua di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3"/><item><title>Deretan Perempuan Jadi Sarjana di Usia Senja, Nomor 1 Lanjut sampai S3</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3</guid><pubDate>Senin 11 Oktober 2021 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3-05hPTbgl5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/11/337/2484245/deretan-perempuan-jadi-sarjana-di-usia-senja-nomor-1-lanjut-sampai-s3-05hPTbgl5Q.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Setiap individu memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan. Bahkan, ada beberapa masyarakat Indonesia yang meraih gelar sarjana di usia lanjut.
Hal itu sangat membuktikan, jika usia bukan menjadi suatu pagar penghalang untuk mewujudkan mimpi meraih gelar akademik. Berikut adalah 3 sarjana tertua di Indonesia.
1. Diana Patricia Pasaribu Hasibuan
Diana berhasil menamatkan pendidikan sarjananya di STF Driyarkara, Jakarta Pusat dengan mengambil jurusan Filsafat. Satu hal yang membuat menarik, Diana menyelesaikan pendidikannya itu di usia 69 tahun.
Ia pun mendapat penghargaan dari MURI sebagai sarjana tertua di Indonesia. Meskipun sudah masuk ke usia lanjut, namun Diana tak pernah kehilangan semangat untuk menimba ilmu.
Usai mendapat gelar sarjana pada 2004, Diana melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister dan lulus di usianya yang ke-73 tahun.
Baca juga:&amp;nbsp;7 Perbedaan Sarjana Akademik &amp;amp; Terapan
Keinginannya yang sangat besar untuk bisa mengajar mendorongnya untuk kembali belajar di jenjang S3. Akhirnya, Diana mampu mendapat gelar Doktor di STTBI Indonesia, Jakarta.
Bahkan, nenek dari 12 cucu ini kembali mendapat penghargaan dari MURI sebagai wanita dengan gelar S3 tertua di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Perbedaan Jalur Masuk Mahasiswa Baru Program Sarjana &amp;amp; Vokasi2. Chamimmah
Adik kandung Wakil Presiden ke-6 Indonesia, Try Sutrisno, Chamimmah meraih gelar sarjananya pada usia 78 tahun. Perempuan yang lahir pada 1942 ini menamatkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah, Surabaya dengan program studi Pendidikan Guru PAUD pada 2020.
Melansir Sindonews, Chamimmah sebelumnya sudah bekerja sebagai tenaga pendidik di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Surabaya sejak tahun 1963. Kemudian, Chamimmah mendapat tugas lagi untuk menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak di sekolah dasar pada tahun 1977. Hingga pensiun di tahun 2002, Chamimmah tetap ingin mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik.
Ia tergerak mengambil pendidikan sarjana di usianya yang sudah senja, karena seluruh rekannya sudah mendapat gelar tersebut.
&amp;ldquo;Karena semua guru di TK saya sudah sarjana. Malu dong kalau saya tidak juga sarjana,&amp;rdquo; kata dia sebagaimana dilansir dari Sindonews pada 25 November 2020.
Baca juga:&amp;nbsp;Pilih S1 Atau D4? Ini Perbedaan dan Definisinya3. Maria Lidwina
Satu lagi sarjana di Indonesia yang menyelesaikan pendidikannya di usia senja adalah Maria Lidwina. Ia diwisuda pada 2019, dalam usia 70 tahun. Berkuliah di Universitas Nahdlatul UIama Surabaya, Maria mengambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan meraih predikat cumlaude.
Melansir berbagai sumber, Maria mengakui ingin memberikan contoh kepada masyarakat luas, bahwa usia bukan penghalang seseorang untuk meraih gelar sarjana.
Selama menempuh masa perkuliahan, Maria tentu banyak menemui halangan. Salah satunya adalah terkait transportasi.
Di usianya yang sudah senja, Maria harus naik-turun angkutan kota demi bisa tiba di kampus. Ia juga tercatat hampir tidak telat untuk menghadiri kuliah.
Baca juga:&amp;nbsp;Lulusan Sarjana Kurang Bahagia Dibanding Mereka yang Tidak Kuliah
</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap individu memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan. Bahkan, ada beberapa masyarakat Indonesia yang meraih gelar sarjana di usia lanjut.
Hal itu sangat membuktikan, jika usia bukan menjadi suatu pagar penghalang untuk mewujudkan mimpi meraih gelar akademik. Berikut adalah 3 sarjana tertua di Indonesia.
1. Diana Patricia Pasaribu Hasibuan
Diana berhasil menamatkan pendidikan sarjananya di STF Driyarkara, Jakarta Pusat dengan mengambil jurusan Filsafat. Satu hal yang membuat menarik, Diana menyelesaikan pendidikannya itu di usia 69 tahun.
Ia pun mendapat penghargaan dari MURI sebagai sarjana tertua di Indonesia. Meskipun sudah masuk ke usia lanjut, namun Diana tak pernah kehilangan semangat untuk menimba ilmu.
Usai mendapat gelar sarjana pada 2004, Diana melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister dan lulus di usianya yang ke-73 tahun.
Baca juga:&amp;nbsp;7 Perbedaan Sarjana Akademik &amp;amp; Terapan
Keinginannya yang sangat besar untuk bisa mengajar mendorongnya untuk kembali belajar di jenjang S3. Akhirnya, Diana mampu mendapat gelar Doktor di STTBI Indonesia, Jakarta.
Bahkan, nenek dari 12 cucu ini kembali mendapat penghargaan dari MURI sebagai wanita dengan gelar S3 tertua di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Perbedaan Jalur Masuk Mahasiswa Baru Program Sarjana &amp;amp; Vokasi2. Chamimmah
Adik kandung Wakil Presiden ke-6 Indonesia, Try Sutrisno, Chamimmah meraih gelar sarjananya pada usia 78 tahun. Perempuan yang lahir pada 1942 ini menamatkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah, Surabaya dengan program studi Pendidikan Guru PAUD pada 2020.
Melansir Sindonews, Chamimmah sebelumnya sudah bekerja sebagai tenaga pendidik di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Surabaya sejak tahun 1963. Kemudian, Chamimmah mendapat tugas lagi untuk menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak di sekolah dasar pada tahun 1977. Hingga pensiun di tahun 2002, Chamimmah tetap ingin mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik.
Ia tergerak mengambil pendidikan sarjana di usianya yang sudah senja, karena seluruh rekannya sudah mendapat gelar tersebut.
&amp;ldquo;Karena semua guru di TK saya sudah sarjana. Malu dong kalau saya tidak juga sarjana,&amp;rdquo; kata dia sebagaimana dilansir dari Sindonews pada 25 November 2020.
Baca juga:&amp;nbsp;Pilih S1 Atau D4? Ini Perbedaan dan Definisinya3. Maria Lidwina
Satu lagi sarjana di Indonesia yang menyelesaikan pendidikannya di usia senja adalah Maria Lidwina. Ia diwisuda pada 2019, dalam usia 70 tahun. Berkuliah di Universitas Nahdlatul UIama Surabaya, Maria mengambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan meraih predikat cumlaude.
Melansir berbagai sumber, Maria mengakui ingin memberikan contoh kepada masyarakat luas, bahwa usia bukan penghalang seseorang untuk meraih gelar sarjana.
Selama menempuh masa perkuliahan, Maria tentu banyak menemui halangan. Salah satunya adalah terkait transportasi.
Di usianya yang sudah senja, Maria harus naik-turun angkutan kota demi bisa tiba di kampus. Ia juga tercatat hampir tidak telat untuk menghadiri kuliah.
Baca juga:&amp;nbsp;Lulusan Sarjana Kurang Bahagia Dibanding Mereka yang Tidak Kuliah
</content:encoded></item></channel></rss>
