<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Tegaskan Green dan Blue Economy, Ini Rekomendasi Lemhanas</title><description>Presiden Joko Widodo menegaskan kembali kekayaan alam Indonesia harus dikelola melalui Green Economy dan Blue Economy.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas"/><item><title>Presiden Jokowi Tegaskan Green dan Blue Economy, Ini Rekomendasi Lemhanas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2021 22:42 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas-Z8JbhUBBgp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/13/337/2485927/presiden-jokowi-tegaskan-green-dan-blue-economy-ini-rekomendasi-lemhanas-Z8JbhUBBgp.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan kembali kekayaan alam Indonesia  harus dikelola melalui Green Economy dan Blue Economy.

Keseriusan pemerintah terkait dengan Green Economy ditandai dengan akan dibangunnya Green Industrial Park seluas 20.000 ha yang berada di Kalimantan Utara pada bulan depan. Energi yang diperlukan untuk menghidupkan green industrial park akan diambilkan dari Sungai Kayan.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya kepada Alumni peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 dan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 23 Lemhannas RI di Istana Merdeka, Rabu (13/10/2021).

Dalam kesempatan terpisah secara khusus Presiden meminta Edi Permadi, Koordinator Tim Kajian Sumber Kekayaan Alam (SKA) Lemhannas RI untuk segera memberi masukan soal Hilirisasi Mineral Strategis utamanya Nikel untuk dipelajari lebih lanjut.

Hadir dalam pengarahan itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo (Gubernur) dan didampingi Marsdya TNI Wieko Syofyan (Wakil Gubernur),  Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto (Sestama), Reni Mayerni (Deputi Pengkajian Strategis),  Laksda TNI Prasetya Nugraha (Deputi Pemantapan Nilai), Mayjen TNI Sugeng Santoso (Deputi Pendidikan), Edi Permadi ( Kordinator Tim Kajian Sumber Kekayaan Alam) dan AM Putut Prabantoro (Taprof Bid. Ideologi dan Sosbud). Sementara perwakilan para alumni PPRA 62 dan PPSA 23  yang  hadir dalam pengarahan tersebut berjumlah 18 orang.

Dijelaskan Joko Widodo bahwa dalam mengelola sumber kekayaan alam Indonesia harus berpegang teguh pada prinsip ekonomi melalui green economy dan blue economy.  Indonesia harus melakukan menjalankan ekonomi berkelanjutan dengan menjaga kelestarian alam. Selain itu, semua komiditas yang ada harus didorong hilirisasi dan industriliasasinya. Semua kekayaan alam Indonesia harus memiliki nilai tambahnya dengan membangun industri di dalam negeri.  Indonesia tidak boleh lagi mengespor bahan mentah (raw material)

&amp;ldquo;Pembangunan green industrial park di Kalimantan Utara akan menggunakan energi dari Sungai Kayan. Semua menggunakan energi baru terbarukan.  Sudah banyak yang antri untuk masuk kawasan ini. Seluruh produk keluaran dari kawasan ini adalah produk hijau dan energinya juga hijau. Dalam 10 tahun lagi, Uni Erop dan Ameria Serikat tidak mau membeli barang yang merupakan produk yang menggunakan energi batubara. Semua mengarah ke sana dan kita akan mendahului,&amp;rdquo; Ujar Joko Widodo.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Joko Widodo bahwa dalam 2-3 tahun, dari  Indonesia akan bermunculan mobil listrik yang merupakan hasil kerjasama  BUMN dengan swasta luar negeri. Nikel yang menjadi harta karun Indonesia  harus diolah menjadi katoda baterai listrik dan stainless steel  yang  nanti diintegrasikan dengan industri otomotif. Indonesia memiliki  peluang untuk membuat mobil listrik dan Indonesia tidak boleh kehilangan  kesempatan untuk menggunakan momentum ini.

&amp;ldquo;Indonesia jangan ekspor lagi nikel dalam bentuk raw material. Stop  ekspor barang mentah. Kita paksa BUMN, swasta kita atau dari luar  negeri, untuk mendirikan industrinya di dalam negeri. Integrasi Krakatau  steel dan baterai dan Industri turunan nikel dan industri otomotif.  Krakatau steel sudah dapat membuat strip steel yang berguna untuk  pembuatan body mobil. Inilah kesempatan jangan sampai hilang. Jadi  fondasi Setelah pelarang ekspor nikel, akan disusul dengan bauksit dan  bahkan juga sawit. Kekayaan alam kita harus mempunyai nilai tambah,&amp;rdquo;  ujar Joko Widodo.

Ditegaskan juga oleh Presiden bahwa Indonesia harus berani melawan  gugatan WTO. Pemerintah akan mempersiapkan pengacara-pengacara handal  untuk melawan gugatan luar negeri. Selain itu, kekayaan laut Indonesia  harus dikelola melalui blue economy.

Setidaknya ada 5 (lima) butir rekomendasi Lemhannas RI yang diberikan  kepada Presiden. Dalam paparannya yang berjudul Hilirisasi Mineral  Strategis dan Logam Tanah Jarang Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi  Nasional, Agus Widjojo rekomendasi itu meliputi, kegiatan eksplorasi  mineral dan inventarisasi termasuk integrasi data sumber kekayaan  mineral Indonesia, keselarasan regulasi antar departemen terkait serta  penegakan hukum, ketersediaan energi murah utamanya energi hijau (green  Energy), pengendalian ekspor mineral dan penguasaan teknologi pengolahan  baik Pierometalurgy yang optimal (smelter) dan hydrometalurgy.

Agus Widjojo menjelaskan kajian Lemhannas dan menyatakan temuannya   bahwa teknologi smelter sebenarnya hanya mendukung industri baja dan  steinless Stell. Smelter tidak memberi dukungan bagi pembangunan  industri baterai listrik dan baterai listrik. Secara metalurgi industri  baterai hanya dapat didukung dengan teknologi hydrometalurgi yang pada  umumnya berupa HPAL. Teknologi ini hanya ada satu di Indonesia dan baru  akan digunakan pada 2021 ini.

Dalam kesempatan terpisah setelah pengarahan, Presiden Joko Widodo  meminta Edi Permadi untuk memberi masukan terkait dengan Hilirisasi  Mineral Strategis dan Logam Tanah Jarang utamanya Nikel. Permintaan itu  terkait dengan penjelasan Edi Permadi kepada Joko Widodo bahwa jika  bijih nikel, tidak dikelola dengan good mining practices dan konservasi  sumber daya dalam waktu belasan tahun saja akan habis. Oleh karena itu,  untuk berdaya guna bagi dukungan perwujudan ekonomi nasional, nikel dan  mineral strategis lainnnya harus dikelola dengan baik.

&quot;Saya minta untuk segera diberikan kepada saya tentang hal itu dan  cukup satu halaman saja. Saya baru mendengar tentang hal ini, &quot; ujar  Joko Widodo kepada Edi Permadi.

Kepada Presiden, dijelaskan juga oleh Edi Permadi, pengelolaan SKA  melalui Good Mining Practices agar dapat dilakukan konservasi jangka  panjang dan membuat industri strategis nasional. Salah satunya adalah  Solar Cell sebagai green energy. Peluang menghasilkan green power  (energy) sesuai dengan Paris Agreement 2015 membuat semua negara  berusaha untuk memenuhi persyaratan (compliance).

&amp;ldquo;Kita bisa dapatkan benefit dengan memproduksi green energy untuk  diekspor ke negara yang membeli dengan harga premium seperti Singapura  yang tidak memiliki lahan luas. Sebagai contoh, sekarang ini Australia  merencanakan pemasangan kabel bawah laut sejauh 4.200 KM melalui  Indonesia untuk mensupplai Singapura.&amp;rdquo; Ujar Edi Permadi.

Dalam konteks tersebut, dijelaskan lebih lanjut, Indonesia memiliki  peluang yakni mensupplai dari Riau dan Batam yang jaraknya hanya 60 KM.  challenge yang ada adalah kaitan dengan pembangkit dan transmisi swasta  apalagi untuk ekspor. Lalu portofolio PLN sebagai pengayom seluruh  rakyat Indonesia sehingga berfokus pada fosil yang ekonomis sehingga  perlu didorong BUMN atau Swasta Nasional kuat yang bisa menciptai nilai  tambah dengan membuat pembangkit green energy.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan kembali kekayaan alam Indonesia  harus dikelola melalui Green Economy dan Blue Economy.

Keseriusan pemerintah terkait dengan Green Economy ditandai dengan akan dibangunnya Green Industrial Park seluas 20.000 ha yang berada di Kalimantan Utara pada bulan depan. Energi yang diperlukan untuk menghidupkan green industrial park akan diambilkan dari Sungai Kayan.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya kepada Alumni peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 dan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 23 Lemhannas RI di Istana Merdeka, Rabu (13/10/2021).

Dalam kesempatan terpisah secara khusus Presiden meminta Edi Permadi, Koordinator Tim Kajian Sumber Kekayaan Alam (SKA) Lemhannas RI untuk segera memberi masukan soal Hilirisasi Mineral Strategis utamanya Nikel untuk dipelajari lebih lanjut.

Hadir dalam pengarahan itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo (Gubernur) dan didampingi Marsdya TNI Wieko Syofyan (Wakil Gubernur),  Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto (Sestama), Reni Mayerni (Deputi Pengkajian Strategis),  Laksda TNI Prasetya Nugraha (Deputi Pemantapan Nilai), Mayjen TNI Sugeng Santoso (Deputi Pendidikan), Edi Permadi ( Kordinator Tim Kajian Sumber Kekayaan Alam) dan AM Putut Prabantoro (Taprof Bid. Ideologi dan Sosbud). Sementara perwakilan para alumni PPRA 62 dan PPSA 23  yang  hadir dalam pengarahan tersebut berjumlah 18 orang.

Dijelaskan Joko Widodo bahwa dalam mengelola sumber kekayaan alam Indonesia harus berpegang teguh pada prinsip ekonomi melalui green economy dan blue economy.  Indonesia harus melakukan menjalankan ekonomi berkelanjutan dengan menjaga kelestarian alam. Selain itu, semua komiditas yang ada harus didorong hilirisasi dan industriliasasinya. Semua kekayaan alam Indonesia harus memiliki nilai tambahnya dengan membangun industri di dalam negeri.  Indonesia tidak boleh lagi mengespor bahan mentah (raw material)

&amp;ldquo;Pembangunan green industrial park di Kalimantan Utara akan menggunakan energi dari Sungai Kayan. Semua menggunakan energi baru terbarukan.  Sudah banyak yang antri untuk masuk kawasan ini. Seluruh produk keluaran dari kawasan ini adalah produk hijau dan energinya juga hijau. Dalam 10 tahun lagi, Uni Erop dan Ameria Serikat tidak mau membeli barang yang merupakan produk yang menggunakan energi batubara. Semua mengarah ke sana dan kita akan mendahului,&amp;rdquo; Ujar Joko Widodo.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Joko Widodo bahwa dalam 2-3 tahun, dari  Indonesia akan bermunculan mobil listrik yang merupakan hasil kerjasama  BUMN dengan swasta luar negeri. Nikel yang menjadi harta karun Indonesia  harus diolah menjadi katoda baterai listrik dan stainless steel  yang  nanti diintegrasikan dengan industri otomotif. Indonesia memiliki  peluang untuk membuat mobil listrik dan Indonesia tidak boleh kehilangan  kesempatan untuk menggunakan momentum ini.

&amp;ldquo;Indonesia jangan ekspor lagi nikel dalam bentuk raw material. Stop  ekspor barang mentah. Kita paksa BUMN, swasta kita atau dari luar  negeri, untuk mendirikan industrinya di dalam negeri. Integrasi Krakatau  steel dan baterai dan Industri turunan nikel dan industri otomotif.  Krakatau steel sudah dapat membuat strip steel yang berguna untuk  pembuatan body mobil. Inilah kesempatan jangan sampai hilang. Jadi  fondasi Setelah pelarang ekspor nikel, akan disusul dengan bauksit dan  bahkan juga sawit. Kekayaan alam kita harus mempunyai nilai tambah,&amp;rdquo;  ujar Joko Widodo.

Ditegaskan juga oleh Presiden bahwa Indonesia harus berani melawan  gugatan WTO. Pemerintah akan mempersiapkan pengacara-pengacara handal  untuk melawan gugatan luar negeri. Selain itu, kekayaan laut Indonesia  harus dikelola melalui blue economy.

Setidaknya ada 5 (lima) butir rekomendasi Lemhannas RI yang diberikan  kepada Presiden. Dalam paparannya yang berjudul Hilirisasi Mineral  Strategis dan Logam Tanah Jarang Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi  Nasional, Agus Widjojo rekomendasi itu meliputi, kegiatan eksplorasi  mineral dan inventarisasi termasuk integrasi data sumber kekayaan  mineral Indonesia, keselarasan regulasi antar departemen terkait serta  penegakan hukum, ketersediaan energi murah utamanya energi hijau (green  Energy), pengendalian ekspor mineral dan penguasaan teknologi pengolahan  baik Pierometalurgy yang optimal (smelter) dan hydrometalurgy.

Agus Widjojo menjelaskan kajian Lemhannas dan menyatakan temuannya   bahwa teknologi smelter sebenarnya hanya mendukung industri baja dan  steinless Stell. Smelter tidak memberi dukungan bagi pembangunan  industri baterai listrik dan baterai listrik. Secara metalurgi industri  baterai hanya dapat didukung dengan teknologi hydrometalurgi yang pada  umumnya berupa HPAL. Teknologi ini hanya ada satu di Indonesia dan baru  akan digunakan pada 2021 ini.

Dalam kesempatan terpisah setelah pengarahan, Presiden Joko Widodo  meminta Edi Permadi untuk memberi masukan terkait dengan Hilirisasi  Mineral Strategis dan Logam Tanah Jarang utamanya Nikel. Permintaan itu  terkait dengan penjelasan Edi Permadi kepada Joko Widodo bahwa jika  bijih nikel, tidak dikelola dengan good mining practices dan konservasi  sumber daya dalam waktu belasan tahun saja akan habis. Oleh karena itu,  untuk berdaya guna bagi dukungan perwujudan ekonomi nasional, nikel dan  mineral strategis lainnnya harus dikelola dengan baik.

&quot;Saya minta untuk segera diberikan kepada saya tentang hal itu dan  cukup satu halaman saja. Saya baru mendengar tentang hal ini, &quot; ujar  Joko Widodo kepada Edi Permadi.

Kepada Presiden, dijelaskan juga oleh Edi Permadi, pengelolaan SKA  melalui Good Mining Practices agar dapat dilakukan konservasi jangka  panjang dan membuat industri strategis nasional. Salah satunya adalah  Solar Cell sebagai green energy. Peluang menghasilkan green power  (energy) sesuai dengan Paris Agreement 2015 membuat semua negara  berusaha untuk memenuhi persyaratan (compliance).

&amp;ldquo;Kita bisa dapatkan benefit dengan memproduksi green energy untuk  diekspor ke negara yang membeli dengan harga premium seperti Singapura  yang tidak memiliki lahan luas. Sebagai contoh, sekarang ini Australia  merencanakan pemasangan kabel bawah laut sejauh 4.200 KM melalui  Indonesia untuk mensupplai Singapura.&amp;rdquo; Ujar Edi Permadi.

Dalam konteks tersebut, dijelaskan lebih lanjut, Indonesia memiliki  peluang yakni mensupplai dari Riau dan Batam yang jaraknya hanya 60 KM.  challenge yang ada adalah kaitan dengan pembangkit dan transmisi swasta  apalagi untuk ekspor. Lalu portofolio PLN sebagai pengayom seluruh  rakyat Indonesia sehingga berfokus pada fosil yang ekonomis sehingga  perlu didorong BUMN atau Swasta Nasional kuat yang bisa menciptai nilai  tambah dengan membuat pembangkit green energy.</content:encoded></item></channel></rss>
