<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Integrasi Antar Moda, Anies Resmikan Simpang Temu Dukuh Atas</title><description>Pembangunan ini merupakan kolaborasi PT MRT Jakarta, Perumda Pasar Jaya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan para pemangku kepentingan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas"/><item><title>Integrasi Antar Moda, Anies Resmikan Simpang Temu Dukuh Atas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2021 23:26 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas-WGpbqYvLiU.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat meresmikan Simpang Temu Duku Atas (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/13/338/2485934/integrasi-antar-moda-anies-resmikan-simpang-temu-dukuh-atas-WGpbqYvLiU.JPG</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat meresmikan Simpang Temu Duku Atas (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan pencanangan pembangunan Simpang Temu (Transport Hub) Dukuh Atas yang berlokasi di lahan bekas Pasar Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

Pembangunan ini merupakan kolaborasi PT MRT Jakarta, Perumda Pasar Jaya,  PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan para pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Anies mengatakan Simpang Temu tersebut merupakan salah satu fasilitas yang dibangun di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas. Sementara, penamaan 'Simpang Temu' ini merupakan simbol dari tempat bertemunya banyak moda transportasi.

&quot;Pembangunan kawasan ini diharapkan bisa mencerminkan orientasi masa depan, yang diharapkan menjadi pemicu regenerasi perkotaan, sehingga Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia dan sebagai perwujudan dari liveable city. Titik ini di kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan pertama, di mana kita lakukan pembangunan dengan konsep berorientasi transit,&quot; ujar Gubernur Anies, Rabu (13/10/2021).

Desain Simpang Temu Dukuh Atas adalah hasil dari sayembara di mana karya tersebut berorientasi pada pejalan kaki, pengguna sepeda, serta ruang terbuka publik yang dapat digunakan masyarakat beraktivitas.

Menurut Gubernur Anies, pembangunan ini bisa menjadi momentum perubahan sistem transportasi Jakarta, dari Car Oriented menjadi Public Transport Oriented.

&quot;Kita mengharapkan adanya perubahan suasana baru, di mana pembangunan  Simpang Temu yang terdiri dari 2 basement dan 11 lantai ini, memiliki  fungsi mixed use. Dalam hal ini bisa sebagai perkantoran, retail dan  transit plaza berupa drop-on/drop-off Transjakarta dan Ojek Daring,  serta rencana tahap selanjutnya untuk dihubungkan dengan Stasiun KCI  Sudirman,&quot; tambah Gubernur Anies.

Gubernur Anies berharap, dengan menggunakan pendekatan transportasi  umum terintegrasi, maka warga Jakarta akan memiliki kemudahan dalam  memperoleh akses transportasi baik dari segi fasilitas maupun biaya.

&quot;Jadi, Kota Jakarta bisa lebih ramah lingkungan karena polusi  terkurangi. Kita juga melihat fasilitas umum yang teroptimalkan  pemanfaatannya, dan keluarga di Jakarta yang mobilisasinya menjadi lebih  rendah. Itu adalah konsep yang hari ini sedang dilaksanakan, dan sore  ini kita menyaksikan pencanangan Simpang Temu yang mudah-mudahan tuntas  sesuai jadwal,&quot; pungkas Gubernur Anies.

Perlu diketahui, proses konstruksi direncanakan mulai dilaksanakan  pada Oktober 2021 dan ditargetkan selesai pada April 2023. Simpang Temu  Dukuh Atas akan dibangun di atas tanah seluas 3.129 meter persegi  berdasarkan sertifikat lahan, yang akan digunakan untuk pembangunan  sekitar 2.445 meter persegi pada lahan Perumda Pasar Jaya. Kemudian, PT  MRT Jakarta akan melakukan skema sewa lahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan pencanangan pembangunan Simpang Temu (Transport Hub) Dukuh Atas yang berlokasi di lahan bekas Pasar Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

Pembangunan ini merupakan kolaborasi PT MRT Jakarta, Perumda Pasar Jaya,  PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan para pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Anies mengatakan Simpang Temu tersebut merupakan salah satu fasilitas yang dibangun di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas. Sementara, penamaan 'Simpang Temu' ini merupakan simbol dari tempat bertemunya banyak moda transportasi.

&quot;Pembangunan kawasan ini diharapkan bisa mencerminkan orientasi masa depan, yang diharapkan menjadi pemicu regenerasi perkotaan, sehingga Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia dan sebagai perwujudan dari liveable city. Titik ini di kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan pertama, di mana kita lakukan pembangunan dengan konsep berorientasi transit,&quot; ujar Gubernur Anies, Rabu (13/10/2021).

Desain Simpang Temu Dukuh Atas adalah hasil dari sayembara di mana karya tersebut berorientasi pada pejalan kaki, pengguna sepeda, serta ruang terbuka publik yang dapat digunakan masyarakat beraktivitas.

Menurut Gubernur Anies, pembangunan ini bisa menjadi momentum perubahan sistem transportasi Jakarta, dari Car Oriented menjadi Public Transport Oriented.

&quot;Kita mengharapkan adanya perubahan suasana baru, di mana pembangunan  Simpang Temu yang terdiri dari 2 basement dan 11 lantai ini, memiliki  fungsi mixed use. Dalam hal ini bisa sebagai perkantoran, retail dan  transit plaza berupa drop-on/drop-off Transjakarta dan Ojek Daring,  serta rencana tahap selanjutnya untuk dihubungkan dengan Stasiun KCI  Sudirman,&quot; tambah Gubernur Anies.

Gubernur Anies berharap, dengan menggunakan pendekatan transportasi  umum terintegrasi, maka warga Jakarta akan memiliki kemudahan dalam  memperoleh akses transportasi baik dari segi fasilitas maupun biaya.

&quot;Jadi, Kota Jakarta bisa lebih ramah lingkungan karena polusi  terkurangi. Kita juga melihat fasilitas umum yang teroptimalkan  pemanfaatannya, dan keluarga di Jakarta yang mobilisasinya menjadi lebih  rendah. Itu adalah konsep yang hari ini sedang dilaksanakan, dan sore  ini kita menyaksikan pencanangan Simpang Temu yang mudah-mudahan tuntas  sesuai jadwal,&quot; pungkas Gubernur Anies.

Perlu diketahui, proses konstruksi direncanakan mulai dilaksanakan  pada Oktober 2021 dan ditargetkan selesai pada April 2023. Simpang Temu  Dukuh Atas akan dibangun di atas tanah seluas 3.129 meter persegi  berdasarkan sertifikat lahan, yang akan digunakan untuk pembangunan  sekitar 2.445 meter persegi pada lahan Perumda Pasar Jaya. Kemudian, PT  MRT Jakarta akan melakukan skema sewa lahan.</content:encoded></item></channel></rss>
