<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI: Ulama dan Umaro Miliki Peran Strategis Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa</title><description>Panglima TNI mengatakan bahwa menurut salah satu sumber bahwa Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara ekonomi terbesar</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa"/><item><title>Panglima TNI: Ulama dan Umaro Miliki Peran Strategis Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa</guid><pubDate>Kamis 14 Oktober 2021 21:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa-ACrOCqPNjV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/14/337/2486528/panglima-tni-ulama-dan-umaro-miliki-peran-strategis-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-bangsa-ACrOCqPNjV.jpg</image><title>Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: TNI)</title></images><description>JAKARTA - Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro harus saling bersatu karena Ulama dan Umaro serta Tokoh Agama memiliki peran sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat berdialog interaktif dengan warga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (14/10/2021).

Turut serta dalam dialog tersebut yaitu Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen, Bupati Banyuwangi Ibu Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Ketua PCNU H. Mohammad Ali Makki Zaini.

Di hadapan warga PCNU, Panglima TNI mengatakan bahwa menurut salah satu sumber bahwa Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara ekonomi terbesar nomor empat di dunia. Namun persyaratanya adalah persatuan dan kesatuan harus dijaga, karena stabilitas keamanan juga&amp;nbsp;penting, sumber daya alam dan sumber daya manusia harus disiapkan.

&amp;ldquo;Oleh sebab itu, untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045, sumber daya manusianya harus dijaga jangan sampai ada yang kenal narkoba. Itulah pentingnya Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro untuk menjaga dan menyiapkan sumber daya manusia,&amp;rdquo; ujarnya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa baru saja Indonesia mendapatkan cobaan yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19, dimana bulan Juli dan Agustus yang sangat berat kasusnya naik yaitu jumlah kematian naik. &amp;ldquo;Saya dengan bapak Kapolri atas perintah bapak Presiden membantu pemerintah daerah untuk segera mengendalikan Covid-19 dan Alhamdulillah saat ini&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp;&amp;nbsp;trend&amp;nbsp;kasus Covid-19 sudah menurun,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Panglima TNI,&amp;nbsp; Banyuwangi kasus konfirmasi Covid-19 sudah  turun dan&amp;nbsp;positifity&amp;nbsp;nya sudah turun di bawah 5% dari ketentuan WHO.  Artinya bahwa infeksi yang terjadi di masyarakat itu sudah kecil,  kematian juga sudah terus menurun dan juga angka kesembuahan juga naik.  Ini semua berkat kebersamaan kita antara Ulama, Tokoh Masyarakat dan  Umaro.

&amp;ldquo;Kuncinya adalah kedisiplinan, Sami'na Wa Ato'na. Jadi apa yang harus  kita lakukan itu harus benar-benar kita disiplin kami dengar dan kami  taat. Untuk melakukan, dan peran-peran dari Ulama, Tokoh Agama dan Tokoh  Masyarakat sangatlah penting, dengan cara mematuhi protokol kesehatan  3M, 3T dan sekarang kita melaksanakan vaksinasi,&amp;rdquo; kata Panglima TNI.

Untuk itu, lanjut Panglima TNI bahwa pada kondisi yang bagus ini,  mari bersama-sama untuk menyamakan langkah, ritme, untuk menjaga agar  tidak terjadi ledakan kasus lagi, karena masih ada ancaman ancaman dari  luar sana, ada virus yang namanya Lamda, ada yang namanya Mu. Sehingga  kalau datang virus yang lain kita sudah tidak terasa dan kita sudah  memiliki kekebalan.

&amp;ldquo;Dengan catatan bahwa kita harus divaksin baik dosis 1 maupun dosis 2  dan terus terang kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tokoh  Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Ulama, Lintas Agama lainnya  atas suksesnya pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banyuwangi ini. Tanpa  adanya bantuan bapak-bapak dan ibu sekalian tentunya pelaksanaan  vaksinasi, pelaksanaan protokol Kesehatan tidak akan bisa berhasil dan  bisa kita rasakan sampai dengan hari ini,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro harus saling bersatu karena Ulama dan Umaro serta Tokoh Agama memiliki peran sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat berdialog interaktif dengan warga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (14/10/2021).

Turut serta dalam dialog tersebut yaitu Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen, Bupati Banyuwangi Ibu Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Ketua PCNU H. Mohammad Ali Makki Zaini.

Di hadapan warga PCNU, Panglima TNI mengatakan bahwa menurut salah satu sumber bahwa Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara ekonomi terbesar nomor empat di dunia. Namun persyaratanya adalah persatuan dan kesatuan harus dijaga, karena stabilitas keamanan juga&amp;nbsp;penting, sumber daya alam dan sumber daya manusia harus disiapkan.

&amp;ldquo;Oleh sebab itu, untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045, sumber daya manusianya harus dijaga jangan sampai ada yang kenal narkoba. Itulah pentingnya Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro untuk menjaga dan menyiapkan sumber daya manusia,&amp;rdquo; ujarnya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa baru saja Indonesia mendapatkan cobaan yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19, dimana bulan Juli dan Agustus yang sangat berat kasusnya naik yaitu jumlah kematian naik. &amp;ldquo;Saya dengan bapak Kapolri atas perintah bapak Presiden membantu pemerintah daerah untuk segera mengendalikan Covid-19 dan Alhamdulillah saat ini&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp;&amp;nbsp;trend&amp;nbsp;kasus Covid-19 sudah menurun,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Panglima TNI,&amp;nbsp; Banyuwangi kasus konfirmasi Covid-19 sudah  turun dan&amp;nbsp;positifity&amp;nbsp;nya sudah turun di bawah 5% dari ketentuan WHO.  Artinya bahwa infeksi yang terjadi di masyarakat itu sudah kecil,  kematian juga sudah terus menurun dan juga angka kesembuahan juga naik.  Ini semua berkat kebersamaan kita antara Ulama, Tokoh Masyarakat dan  Umaro.

&amp;ldquo;Kuncinya adalah kedisiplinan, Sami'na Wa Ato'na. Jadi apa yang harus  kita lakukan itu harus benar-benar kita disiplin kami dengar dan kami  taat. Untuk melakukan, dan peran-peran dari Ulama, Tokoh Agama dan Tokoh  Masyarakat sangatlah penting, dengan cara mematuhi protokol kesehatan  3M, 3T dan sekarang kita melaksanakan vaksinasi,&amp;rdquo; kata Panglima TNI.

Untuk itu, lanjut Panglima TNI bahwa pada kondisi yang bagus ini,  mari bersama-sama untuk menyamakan langkah, ritme, untuk menjaga agar  tidak terjadi ledakan kasus lagi, karena masih ada ancaman ancaman dari  luar sana, ada virus yang namanya Lamda, ada yang namanya Mu. Sehingga  kalau datang virus yang lain kita sudah tidak terasa dan kita sudah  memiliki kekebalan.

&amp;ldquo;Dengan catatan bahwa kita harus divaksin baik dosis 1 maupun dosis 2  dan terus terang kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tokoh  Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Ulama, Lintas Agama lainnya  atas suksesnya pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banyuwangi ini. Tanpa  adanya bantuan bapak-bapak dan ibu sekalian tentunya pelaksanaan  vaksinasi, pelaksanaan protokol Kesehatan tidak akan bisa berhasil dan  bisa kita rasakan sampai dengan hari ini,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
