<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Santri Tewas Dianiaya, Pengasuh Ponpes di Sidoarjo Diperiksa Polisi</title><description>Polisi memeriksa pengasuh ponpes terkait penganiayaan terhadap santri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi"/><item><title>Santri Tewas Dianiaya, Pengasuh Ponpes di Sidoarjo Diperiksa Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi</guid><pubDate>Minggu 17 Oktober 2021 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Pramono Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi-U7wnmpDfTi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polresta Sidoarjo selidiki penganiayaan terhadap santri. (iNews/Pramono Putra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/17/519/2487438/santri-tewas-dianiaya-pengasuh-ponpes-di-sidoarjo-diperiksa-polisi-U7wnmpDfTi.jpg</image><title>Polresta Sidoarjo selidiki penganiayaan terhadap santri. (iNews/Pramono Putra)</title></images><description>SIDOARJO - Lima santri di pondok pesantren (ponpes) di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban penganiayaan. Salah satu korbannya sampai meninggal dunia. Penyidik Polresta Sidoarjo kini terus melakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika pelaku penganiayaan masih anak-anak. Rencananya, penyidik Polresta Sidoarjo juga akan memanggil pengasuh pondok pesantren untuk dimintai keterangan.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan, pelaku penganiayaan adalah para santri senior yang usianya masih anak-anak. &quot;Pelakunya penganiayaan masih anak-anak, sehingga tidak bisa disebutkan identitasnya,&quot; tuturnya, Sabtu (16/10/2021).


Menurut Kusumo, dari hasil pemeriksaan sementara polisi telah mengetahui terduga pelaku penganiayaan, namun hingga kini polisi belum menetapkan status tersangka. Seluruh santri yang diperiksa hingga kini masih berstatus saksi.

Kasus penganiayaan terhadap santri yunior ini, diduga bermotif ketidakcocokan antara santri senior dengan junior. Ketidakcocokan ini diduga dipicu masalah pencurian uang di dalam pondok pesantren.

Baca Juga : Deretan Kasus Penganiayaan Pelajar SD, Nomor Dua Korban sampai Koma

Selain menyebabkan seorang santri meninggal dunia, kasus penganiayaan di dalam pondok pesantren ini juga menyebabkan empat santri lainnya mengalami luka-luka, dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
</description><content:encoded>SIDOARJO - Lima santri di pondok pesantren (ponpes) di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban penganiayaan. Salah satu korbannya sampai meninggal dunia. Penyidik Polresta Sidoarjo kini terus melakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika pelaku penganiayaan masih anak-anak. Rencananya, penyidik Polresta Sidoarjo juga akan memanggil pengasuh pondok pesantren untuk dimintai keterangan.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan, pelaku penganiayaan adalah para santri senior yang usianya masih anak-anak. &quot;Pelakunya penganiayaan masih anak-anak, sehingga tidak bisa disebutkan identitasnya,&quot; tuturnya, Sabtu (16/10/2021).


Menurut Kusumo, dari hasil pemeriksaan sementara polisi telah mengetahui terduga pelaku penganiayaan, namun hingga kini polisi belum menetapkan status tersangka. Seluruh santri yang diperiksa hingga kini masih berstatus saksi.

Kasus penganiayaan terhadap santri yunior ini, diduga bermotif ketidakcocokan antara santri senior dengan junior. Ketidakcocokan ini diduga dipicu masalah pencurian uang di dalam pondok pesantren.

Baca Juga : Deretan Kasus Penganiayaan Pelajar SD, Nomor Dua Korban sampai Koma

Selain menyebabkan seorang santri meninggal dunia, kasus penganiayaan di dalam pondok pesantren ini juga menyebabkan empat santri lainnya mengalami luka-luka, dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
</content:encoded></item></channel></rss>
