<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diakui tapi Tak Dipakai Arab Saudi</title><description>Eko pun membeberkan hingga saat ini belum ada aturan terkait booster sehingga jamaah asing belum bisa masuk ke Tanah Suci.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi"/><item><title>Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diakui tapi Tak Dipakai Arab Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi</guid><pubDate>Kamis 21 Oktober 2021 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi-d0nMG3IScI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konjen RI di Jeddah Eko Hartono (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/21/337/2489509/vaksin-sinovac-dan-sinopharm-diakui-tapi-tak-dipakai-arab-saudi-d0nMG3IScI.jpg</image><title>Konjen RI di Jeddah Eko Hartono (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono mengatakan bahwa vaksin jenis Sinovac dan Sinopharm diakui namun tak digunakan oleh Arab Saudi.
&quot;Jadi Saudi sekarang menggunakan empat vaksin yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson&amp;amp;Jhonson. Setelah WHO mengakui dua vaksin lagi yaitu Sinovac dan Sinopharm maka kemudia Arab Saudi juga mengakui keduanya sebagai vaksin yang diakui,&quot; ujar Eko dalam webinar, Kamis (21/10/2021).
&quot;Tapi, tidak dipakai oleh Saudi. Nah ini harus dibedakan oleh kita semua bahwa antara yang dipakai dengan yang diakui supaya nggak bingung kita,&quot; tegasnya.
Eko pun membeberkan hingga saat ini belum ada aturan terkait booster sehingga jamaah asing belum bisa masuk ke Tanah Suci. Pemerintahan Arab Saudi menggunakan empat dari enam jenis vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Umrah Kembali Dibuka, Jamaah Indonesia Wajib Divaksin Booster
&quot;Jadi empat yang dipakai dan enam yang diakui. Karena Sinovac dan Sinopharm WHO mengakui jadi Saudi pun mengakui. Tapi, tidak dipakai. Nah sampai nanti ada kesepakatan sampai ada aturan mengenai booster mengenai vaksin ini maka jamaah asing belum bisa masuk,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;KJRI Jeddah Bahas Teknis Pelaksanaan Umrah dengan Arab SaudiMenurut dia, saat ini pihaknya lebih mementingkan bagaimana cara agar sertifikat vaksin Indonesia dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.
&quot;Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa kami sudah mencoba teman teman dilapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja,&quot; tandasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Arab Saudi Sudah Izinkan Jamaah Umrah yang Divaksin Sinovac</description><content:encoded>JAKARTA - Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono mengatakan bahwa vaksin jenis Sinovac dan Sinopharm diakui namun tak digunakan oleh Arab Saudi.
&quot;Jadi Saudi sekarang menggunakan empat vaksin yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson&amp;amp;Jhonson. Setelah WHO mengakui dua vaksin lagi yaitu Sinovac dan Sinopharm maka kemudia Arab Saudi juga mengakui keduanya sebagai vaksin yang diakui,&quot; ujar Eko dalam webinar, Kamis (21/10/2021).
&quot;Tapi, tidak dipakai oleh Saudi. Nah ini harus dibedakan oleh kita semua bahwa antara yang dipakai dengan yang diakui supaya nggak bingung kita,&quot; tegasnya.
Eko pun membeberkan hingga saat ini belum ada aturan terkait booster sehingga jamaah asing belum bisa masuk ke Tanah Suci. Pemerintahan Arab Saudi menggunakan empat dari enam jenis vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Umrah Kembali Dibuka, Jamaah Indonesia Wajib Divaksin Booster
&quot;Jadi empat yang dipakai dan enam yang diakui. Karena Sinovac dan Sinopharm WHO mengakui jadi Saudi pun mengakui. Tapi, tidak dipakai. Nah sampai nanti ada kesepakatan sampai ada aturan mengenai booster mengenai vaksin ini maka jamaah asing belum bisa masuk,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;KJRI Jeddah Bahas Teknis Pelaksanaan Umrah dengan Arab SaudiMenurut dia, saat ini pihaknya lebih mementingkan bagaimana cara agar sertifikat vaksin Indonesia dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.
&quot;Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa kami sudah mencoba teman teman dilapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja,&quot; tandasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Arab Saudi Sudah Izinkan Jamaah Umrah yang Divaksin Sinovac</content:encoded></item></channel></rss>
