<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kota Samarinda Dikepung Banjir</title><description>Hujan dengan intensitas tinggi dan meningkatnya debit air di Waduk Benanga memicu terjadinya banjir yang terjadi di Kota Samarinda,</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir"/><item><title>Kota Samarinda Dikepung Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir</guid><pubDate>Kamis 21 Oktober 2021 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir-nxDgL4xjHy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kota Samarinda (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/21/337/2489816/kota-samarinda-dikepung-banjir-nxDgL4xjHy.jpg</image><title>Banjir di Kota Samarinda (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi dan meningkatnya debit air di Waduk Benanga memicu terjadinya banjir yang terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (18/10). Hujan yang turun sejak pukul 00.00 WITA hingga esoknya Selasa (19/10) pukul 10.00 WITA berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Samarinda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melaporkan banjir melanda lima Kecamatan di wilayah administratif di wilayah ini. Adapun lokasinya meliputi Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecatan Ilir, Kecamatan Sungai Pinang, dan Kecamatan Kunjang.

Berdasarkan hasil asessement sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda mencatat sebanyak 3.606 KK/12.302 jiwa dan 3.606 unit rumah terdampak banjir. Informasi ini terus diperbarui dan dilakukan pendataan lebih lanjut dilokasi kejadian.

Sementara itu, kondisi sejumlah wilayah masih tergenang banjir. Diantaranya di Kelurahan Gunung Lingai dan Kelurahan Termindung yang terletak di Kecamatan Sungai Pinang tepantau tinggi muka air saat ini berkisar 5-10 sentimeter. Untuk di wilayah lain, secara keseluruhan tinggi muka air masih berkisar 30-70 sentimeter.

BPBD Kabupaten Kota Samarinda bersama Unsur TNI-POLRI, Disdamkar, Relawan, dan tim gabungan lainnya berupaya melakukan penanganan darurat seperti mengerahkan 2 unit truk Dalmas, truk serbaguna dan 7 unit perahu fiber guna melakukan mobilisasi evakuasi warga. Selain itu tim gabungan ini juga berupaya mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para warga yang terdampak.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG), Kota Samarinda berpotensi mengalami hujan hingga Minggu (24/10).  Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Timur esok hari (22/10) BMKG  menginformasikan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin  kencang dan kilat/petir di wilayah Kelay, Long Bagun, Long Apari,  Karangan, Pulau Derawan, Sandaran dan Muara Wahau.

Hasil analisa InaRISK, Kota Samarinda memiliki potensi risiko banjir  dengan kategori sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, BNPB menghimbau  masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam  menghadapi potensi risiko bahaya bencana hidrometeorologi. Salah  satunya dengan membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkala.  Selain itu, masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui  BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRISK.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi dan meningkatnya debit air di Waduk Benanga memicu terjadinya banjir yang terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (18/10). Hujan yang turun sejak pukul 00.00 WITA hingga esoknya Selasa (19/10) pukul 10.00 WITA berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Samarinda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melaporkan banjir melanda lima Kecamatan di wilayah administratif di wilayah ini. Adapun lokasinya meliputi Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecatan Ilir, Kecamatan Sungai Pinang, dan Kecamatan Kunjang.

Berdasarkan hasil asessement sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda mencatat sebanyak 3.606 KK/12.302 jiwa dan 3.606 unit rumah terdampak banjir. Informasi ini terus diperbarui dan dilakukan pendataan lebih lanjut dilokasi kejadian.

Sementara itu, kondisi sejumlah wilayah masih tergenang banjir. Diantaranya di Kelurahan Gunung Lingai dan Kelurahan Termindung yang terletak di Kecamatan Sungai Pinang tepantau tinggi muka air saat ini berkisar 5-10 sentimeter. Untuk di wilayah lain, secara keseluruhan tinggi muka air masih berkisar 30-70 sentimeter.

BPBD Kabupaten Kota Samarinda bersama Unsur TNI-POLRI, Disdamkar, Relawan, dan tim gabungan lainnya berupaya melakukan penanganan darurat seperti mengerahkan 2 unit truk Dalmas, truk serbaguna dan 7 unit perahu fiber guna melakukan mobilisasi evakuasi warga. Selain itu tim gabungan ini juga berupaya mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para warga yang terdampak.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG), Kota Samarinda berpotensi mengalami hujan hingga Minggu (24/10).  Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Timur esok hari (22/10) BMKG  menginformasikan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin  kencang dan kilat/petir di wilayah Kelay, Long Bagun, Long Apari,  Karangan, Pulau Derawan, Sandaran dan Muara Wahau.

Hasil analisa InaRISK, Kota Samarinda memiliki potensi risiko banjir  dengan kategori sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, BNPB menghimbau  masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam  menghadapi potensi risiko bahaya bencana hidrometeorologi. Salah  satunya dengan membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkala.  Selain itu, masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui  BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRISK.</content:encoded></item></channel></rss>
