<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Refleksi Hari Santri di Unair, Mahfud MD: Mobilitas Vertikal Naik, Kaum Santri Sangat Maju</title><description>Mahfud MD menegaskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, mobilitas kaum santri berjalan cepat dan positif di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju"/><item><title>Refleksi Hari Santri di Unair, Mahfud MD: Mobilitas Vertikal Naik, Kaum Santri Sangat Maju</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju</guid><pubDate>Sabtu 23 Oktober 2021 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju-Ha0jv7fvXE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/23/337/2490663/refleksi-hari-santri-di-unair-mahfud-md-mobilitas-vertikal-naik-kaum-santri-sangat-maju-Ha0jv7fvXE.jpg</image><title>Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, mobilitas kaum santri berjalan cepat dan positif di Indonesia. Posisi-posisi yang sampai tahun 1970-an sulit diduduki dan tidak terbayangkan bisa diduduki oleh lulusan pesantren, sekarang sudah banyak yang bisa diduduki oleh kaum santri.

Hal itu disampaikan Mahfud MD pada acara Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/21).

&amp;ldquo;Lihatlah sekarang ini, orang yang lulusan pesantren seperti Prof. Mohammad Nasih bisa jadi Rektor Unair. Lihat juga para wakil rektor dan guru besar yang ada di sini, banyak yang ber latar belakang santri&amp;rdquo; ujar Mahfud.

Menurutnya, jika kata santri tidak hanya dikaitkan dgn orang yang hanya lulus pondok pesantren, tetapi dinisbahkan kepada orang-orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran agamanya, maka mobilitas vertikal itu menjadi tampak lebih besar.

&amp;ldquo;Di kabinet sekarang saja, misalnya, banyak Menteri dan Pejabat setingkat Menteri yang taat beribadah tanpa ragu atau malu untuk melaksanakannya&amp;rdquo; tegas Mahfud.

Yang tak terbayangkan pada awal tahun 1970-an, ternyata santri-santri  sekarang sudah merangsek ke berbagai bidang kehidupan berbangsa dan  bernegara. Sekarang banyak  yang menjadi profesor, perwira tinggi TNI  dan Polri, dokter, insinyur, ahli hukum, politisi, birokrat, dan  sebagainya.

Mahfud MD menyampaikan refleksi tentang Hari Santri itu saat  memberikan orasi bertema &amp;ldquo;Peran Perguruan Tinggi dalam Internalisasi  Ideologi Pancasila&amp;rdquo; di Kampus Unair, Surabaya. &quot;Di Indonesia yang  merdeka berdasarkan Pancasila, kaum santri harus terus berprestasi  membangun bangsa dengan penuh persaudaraan dan toleransi sesuai dengan  ideologi Pancasila&quot;, kata Mahfud MD yang juga lulusan Ponpes  Almardhiyyah di Pamekasan, Madura.

Dalam Silaturrahmi dengan Dewan Guru Besar Unair itu, Mahfud MD juga  berpesan agar kaum santri tetap merawat NKRI dengan moderasi beragama  atau Wasathiyyah Islam.

Acara silaturrahim itu dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof.  Mohammad Nasih dengan virtual hybrid yang dikunjungi juga secara luas  oleh masyarakat melalui akses kanal Youtube, Instagram live, dan Twitter  Space.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, mobilitas kaum santri berjalan cepat dan positif di Indonesia. Posisi-posisi yang sampai tahun 1970-an sulit diduduki dan tidak terbayangkan bisa diduduki oleh lulusan pesantren, sekarang sudah banyak yang bisa diduduki oleh kaum santri.

Hal itu disampaikan Mahfud MD pada acara Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/21).

&amp;ldquo;Lihatlah sekarang ini, orang yang lulusan pesantren seperti Prof. Mohammad Nasih bisa jadi Rektor Unair. Lihat juga para wakil rektor dan guru besar yang ada di sini, banyak yang ber latar belakang santri&amp;rdquo; ujar Mahfud.

Menurutnya, jika kata santri tidak hanya dikaitkan dgn orang yang hanya lulus pondok pesantren, tetapi dinisbahkan kepada orang-orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran agamanya, maka mobilitas vertikal itu menjadi tampak lebih besar.

&amp;ldquo;Di kabinet sekarang saja, misalnya, banyak Menteri dan Pejabat setingkat Menteri yang taat beribadah tanpa ragu atau malu untuk melaksanakannya&amp;rdquo; tegas Mahfud.

Yang tak terbayangkan pada awal tahun 1970-an, ternyata santri-santri  sekarang sudah merangsek ke berbagai bidang kehidupan berbangsa dan  bernegara. Sekarang banyak  yang menjadi profesor, perwira tinggi TNI  dan Polri, dokter, insinyur, ahli hukum, politisi, birokrat, dan  sebagainya.

Mahfud MD menyampaikan refleksi tentang Hari Santri itu saat  memberikan orasi bertema &amp;ldquo;Peran Perguruan Tinggi dalam Internalisasi  Ideologi Pancasila&amp;rdquo; di Kampus Unair, Surabaya. &quot;Di Indonesia yang  merdeka berdasarkan Pancasila, kaum santri harus terus berprestasi  membangun bangsa dengan penuh persaudaraan dan toleransi sesuai dengan  ideologi Pancasila&quot;, kata Mahfud MD yang juga lulusan Ponpes  Almardhiyyah di Pamekasan, Madura.

Dalam Silaturrahmi dengan Dewan Guru Besar Unair itu, Mahfud MD juga  berpesan agar kaum santri tetap merawat NKRI dengan moderasi beragama  atau Wasathiyyah Islam.

Acara silaturrahim itu dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof.  Mohammad Nasih dengan virtual hybrid yang dikunjungi juga secara luas  oleh masyarakat melalui akses kanal Youtube, Instagram live, dan Twitter  Space.</content:encoded></item></channel></rss>
