<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Salatiga dan Sekitarnya Diguncang 35 Kali Gempa dalam Tiga Hari</title><description>Daryono mengatakan seluruh gempa yang terjadi didominasi dengan magnitudo kecil</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari"/><item><title>BMKG: Salatiga dan Sekitarnya Diguncang 35 Kali Gempa dalam Tiga Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari</guid><pubDate>Selasa 26 Oktober 2021 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari-4qJWbT0zqf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/26/512/2491698/bmkg-salatiga-dan-sekitarnya-diguncang-35-kali-gempa-dalam-tiga-hari-4qJWbT0zqf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dari hasil monitoring sejak hari Sabtu 23 Oktober 2021 dinihari hingga hari Selasa 26 Oktober 2021 tercatat sebanyak 35 kali aktivitas gempa di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga dan sekitarnya.
Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa swarm terjadi pada 23 Oktober sebanyak 24 kali, kemudian 24 Oktober sebanyak 9 kali, dan hingga 25 Oktober malam sebanyak 2 kali kejadian gempa.
&amp;ldquo;Sampai pukul 00.00 WIB tadi malam tetap bertahan hanya terjadi 2 kali gempa swarm untuk hari Senin tgl 25 Oktober 2021,&amp;rdquo; kata Daryono dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).
Sementara itu, Daryono mengatakan seluruh gempa yang terjadi didominasi dengan magnitudo kecil, bahkan tidak ada yang melebihi magnitudo 3,5. Tercatat gempa dengan magnitudo kurang dari 3,0 sebanyak 29 kali. Sementara gempa dengan magnitudo 3,1 sampai 4 tercatat 6 kali.&amp;ldquo;Swarm Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya hanya didominasi aktivitas gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 3,0,&amp;rdquo; katanya.
Daryono pun mengingatkan agar tetap waspada terhadap gempa swarm ini.  Dia meminta agar masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami retakan  sebaiknya tidak ditempati lagi karena akan berisiko keselamatan jika  terjadi gempa lagi.
&amp;ldquo;Munculnya retakan akibat swarm menunjukkan kualitas bangunan tembok  yang rendah. Jika makin besar retakan maka untuk sementara sebaiknya  tidak ditempati karena jika guncangan lebih besar akan makin rusak dan  berisiko bagi keselamatan bagi penghuninya,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dari hasil monitoring sejak hari Sabtu 23 Oktober 2021 dinihari hingga hari Selasa 26 Oktober 2021 tercatat sebanyak 35 kali aktivitas gempa di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga dan sekitarnya.
Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa swarm terjadi pada 23 Oktober sebanyak 24 kali, kemudian 24 Oktober sebanyak 9 kali, dan hingga 25 Oktober malam sebanyak 2 kali kejadian gempa.
&amp;ldquo;Sampai pukul 00.00 WIB tadi malam tetap bertahan hanya terjadi 2 kali gempa swarm untuk hari Senin tgl 25 Oktober 2021,&amp;rdquo; kata Daryono dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).
Sementara itu, Daryono mengatakan seluruh gempa yang terjadi didominasi dengan magnitudo kecil, bahkan tidak ada yang melebihi magnitudo 3,5. Tercatat gempa dengan magnitudo kurang dari 3,0 sebanyak 29 kali. Sementara gempa dengan magnitudo 3,1 sampai 4 tercatat 6 kali.&amp;ldquo;Swarm Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya hanya didominasi aktivitas gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 3,0,&amp;rdquo; katanya.
Daryono pun mengingatkan agar tetap waspada terhadap gempa swarm ini.  Dia meminta agar masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami retakan  sebaiknya tidak ditempati lagi karena akan berisiko keselamatan jika  terjadi gempa lagi.
&amp;ldquo;Munculnya retakan akibat swarm menunjukkan kualitas bangunan tembok  yang rendah. Jika makin besar retakan maka untuk sementara sebaiknya  tidak ditempati karena jika guncangan lebih besar akan makin rusak dan  berisiko bagi keselamatan bagi penghuninya,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
