<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Sampaikan 3 Hal Ini untuk Ketahanan Kesehatan di ASEAN</title><description>Tiga hal tersebut merupakan investasi jangka panjang agar kawasan lebih siap menghadapi pandemi berikutnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean"/><item><title>Presiden Jokowi Sampaikan 3 Hal Ini untuk Ketahanan Kesehatan di ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean</guid><pubDate>Rabu 27 Oktober 2021 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean-jPIdni7neD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/27/337/2492795/presiden-jokowi-sampaikan-3-hal-ini-untuk-ketahanan-kesehatan-di-asean-jPIdni7neD.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga hal yang dapat menjadi fokus ASEAN Plus Three (APT) dalam pembangunan ketahanan kesehatan. Tiga hal tersebut merupakan investasi jangka panjang agar kawasan lebih siap menghadapi pandemi berikutnya.

Demikian disampaikan Presiden saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN Plus Three secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Pertama, peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional merupakan dasar mutlak sebagai garis pertahanan pertama dalam menghadapi pandemi. Presiden menegaskan bahwa kesehatan nasional dapat menjadi fondasi ketahanan kesehatan kawasan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMC8xLzE0MDY0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Sistem jaminan kesehatan nasional juga harus terus diperkuat, utamanya akses bagi kelompok marginal. Perbaikan strategi penanganan pandemi nasional perlu dilakukan, termasuk bekerja sama dengan WHO Country and Regional Office,&amp;rdquo; ujar Presiden dalam keterangan tertulisnya (27/10/2021).

Kedua, kebutuhan medis harus bisa terpenuhi dengan mulai membangun cadangan kebutuhan medis di kawasan. Presiden mengatakan bahwa ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies dapat dikembangkan menjadi inventory buffer kebutuhan medis kawasan.

Dalam hal kapasitas produksi, Presiden menyampaikan hal tersebut  tentu harus diperkuat melalui dukungan investasi, transfer teknologi,  dan akses bahan baku produksi.

&amp;ldquo;Dalam situasi pandemi, dibutuhkan pendanaan kesehatan kawasan. ASEAN  COVID-19 Response Fund dapat diperkuat menjadi ASEAN Emergency Health  Fund,&amp;rdquo; tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden menuturkan perlu adanya penguatan koordinasi  dalam hal menyelaraskan kebijakan menghadapi pandemi. Menurutnya,  penanganan yang terkoordinasi akan memberikan dampak yang lebih besar.

&amp;ldquo;Kita juga perlu mengembangkan mekanisme distribusi kebutuhan medis  secara cepat dan merata di kawasan pada saat darurat. Untuk itu, ASEAN  Emergency Operation Centre Network for Public Health harus dimanfaatkan  secara maksimal,&amp;rdquo; tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Sekretaris  Kabinet Pramono Anung dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga hal yang dapat menjadi fokus ASEAN Plus Three (APT) dalam pembangunan ketahanan kesehatan. Tiga hal tersebut merupakan investasi jangka panjang agar kawasan lebih siap menghadapi pandemi berikutnya.

Demikian disampaikan Presiden saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN Plus Three secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Pertama, peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional merupakan dasar mutlak sebagai garis pertahanan pertama dalam menghadapi pandemi. Presiden menegaskan bahwa kesehatan nasional dapat menjadi fondasi ketahanan kesehatan kawasan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMC8xLzE0MDY0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Sistem jaminan kesehatan nasional juga harus terus diperkuat, utamanya akses bagi kelompok marginal. Perbaikan strategi penanganan pandemi nasional perlu dilakukan, termasuk bekerja sama dengan WHO Country and Regional Office,&amp;rdquo; ujar Presiden dalam keterangan tertulisnya (27/10/2021).

Kedua, kebutuhan medis harus bisa terpenuhi dengan mulai membangun cadangan kebutuhan medis di kawasan. Presiden mengatakan bahwa ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies dapat dikembangkan menjadi inventory buffer kebutuhan medis kawasan.

Dalam hal kapasitas produksi, Presiden menyampaikan hal tersebut  tentu harus diperkuat melalui dukungan investasi, transfer teknologi,  dan akses bahan baku produksi.

&amp;ldquo;Dalam situasi pandemi, dibutuhkan pendanaan kesehatan kawasan. ASEAN  COVID-19 Response Fund dapat diperkuat menjadi ASEAN Emergency Health  Fund,&amp;rdquo; tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden menuturkan perlu adanya penguatan koordinasi  dalam hal menyelaraskan kebijakan menghadapi pandemi. Menurutnya,  penanganan yang terkoordinasi akan memberikan dampak yang lebih besar.

&amp;ldquo;Kita juga perlu mengembangkan mekanisme distribusi kebutuhan medis  secara cepat dan merata di kawasan pada saat darurat. Untuk itu, ASEAN  Emergency Operation Centre Network for Public Health harus dimanfaatkan  secara maksimal,&amp;rdquo; tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Sekretaris  Kabinet Pramono Anung dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.
</content:encoded></item></channel></rss>
