<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sumpah Pemuda, Gubernur Lemhanas: Generasi Muda Harus Menang Dalam Persaingan Antar Bangsa</title><description>Generasi muda sudah fasih untuk menghadapi tantangan-tantangan Internet of Things dan era digital.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa"/><item><title>Sumpah Pemuda, Gubernur Lemhanas: Generasi Muda Harus Menang Dalam Persaingan Antar Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa</guid><pubDate>Kamis 28 Oktober 2021 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa-M8s1LHXvIR.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Lemhanas, Agus Widjojo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493123/sumpah-pemuda-gubernur-lemhanas-generasi-muda-harus-menang-dalam-persaingan-antar-bangsa-M8s1LHXvIR.JPG</image><title>Gubernur Lemhanas, Agus Widjojo (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yakin bahwa generasi muda sudah menapakkan peran dalam bidang masing-masing untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan bangsa. Generasi muda sudah fasih untuk menghadapi tantangan-tantangan Internet of Things dan era digital.

&amp;ldquo;Cinta tanah air di masa lalu mungkin lebih bersifat fisik karena ada ancaman dari kaum kolonial, tapi sekarang cinta tanah air sifatnya terbuka bagi kita untuk berani bergaul, bersaing, dan menang di dalam persaingan antar bangsa. Saya rasa generasi muda sudah siap untuk itu,&amp;rdquo; ujar Agus di MNC Conference Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

Agus megatakan bahwa generasi tua harus berbagi peran dengan generasi baru dan muda, karena antar generasi memiliki cara pandang yang berbeda. Sehingga cara berpikir, bersikap, dan bertindak pun akan berbeda.

Kemudian, menurut Agus perbedaan itu memberikan pelajaran bagi masing-masing generasi untuk mencari peran terbaik dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Selanjutnya, masing-masing generasi tidak perlu menjadikan perbedaan itu untuk mencari kesalahan satu sama lain.

&amp;ldquo;Generasi muda itu anak panah yang akan melesat ke depan, masa depan adalah milik mereka. Kami hanya busur yang menyiapkan dan melepaskan anak panah ke masa depan,&amp;rdquo; ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menekankan pada hakikatnya sebuah generasi dinilai  tidak siap bila mengabaikan perkembangan lingkungan strategis. Oleh  karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri sebagai antisipasi  untuk menjawab tantangan-tantangan di masa depan.

&amp;ldquo;Di sini juga kita tampilkan contoh-contoh generasi muda yang telah  memberikan bukti nyata, jadi bukan hanya dibicarakan lagi, bukan  didiskusikan lagi, tapi sudah memberikan karya nyata, memberikan  sumbangan bagi pembangunan bangsa sesuai dengan marwah dari sumpah  pemuda,&quot; tutupnya.

Sebegai informasi, dalam acara Gebyar Wawasan Kebangsaan menggunakan  tanda pagar (tagar) 'Karya Nyata Garuda Muda'. Adapun narasumber yang  hadir selain Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Staf  Khusus Presiden Angkie Yudistia, dan peraih mendali emas Para-Olimpiade  2020 Leani Ratri Oktila.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap  dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di  masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal  positif di tengah situasi pandemi.

Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia.  Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia  produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yakin bahwa generasi muda sudah menapakkan peran dalam bidang masing-masing untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan bangsa. Generasi muda sudah fasih untuk menghadapi tantangan-tantangan Internet of Things dan era digital.

&amp;ldquo;Cinta tanah air di masa lalu mungkin lebih bersifat fisik karena ada ancaman dari kaum kolonial, tapi sekarang cinta tanah air sifatnya terbuka bagi kita untuk berani bergaul, bersaing, dan menang di dalam persaingan antar bangsa. Saya rasa generasi muda sudah siap untuk itu,&amp;rdquo; ujar Agus di MNC Conference Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

Agus megatakan bahwa generasi tua harus berbagi peran dengan generasi baru dan muda, karena antar generasi memiliki cara pandang yang berbeda. Sehingga cara berpikir, bersikap, dan bertindak pun akan berbeda.

Kemudian, menurut Agus perbedaan itu memberikan pelajaran bagi masing-masing generasi untuk mencari peran terbaik dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Selanjutnya, masing-masing generasi tidak perlu menjadikan perbedaan itu untuk mencari kesalahan satu sama lain.

&amp;ldquo;Generasi muda itu anak panah yang akan melesat ke depan, masa depan adalah milik mereka. Kami hanya busur yang menyiapkan dan melepaskan anak panah ke masa depan,&amp;rdquo; ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menekankan pada hakikatnya sebuah generasi dinilai  tidak siap bila mengabaikan perkembangan lingkungan strategis. Oleh  karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri sebagai antisipasi  untuk menjawab tantangan-tantangan di masa depan.

&amp;ldquo;Di sini juga kita tampilkan contoh-contoh generasi muda yang telah  memberikan bukti nyata, jadi bukan hanya dibicarakan lagi, bukan  didiskusikan lagi, tapi sudah memberikan karya nyata, memberikan  sumbangan bagi pembangunan bangsa sesuai dengan marwah dari sumpah  pemuda,&quot; tutupnya.

Sebegai informasi, dalam acara Gebyar Wawasan Kebangsaan menggunakan  tanda pagar (tagar) 'Karya Nyata Garuda Muda'. Adapun narasumber yang  hadir selain Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Staf  Khusus Presiden Angkie Yudistia, dan peraih mendali emas Para-Olimpiade  2020 Leani Ratri Oktila.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap  dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di  masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal  positif di tengah situasi pandemi.

Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia.  Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia  produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.


</content:encoded></item></channel></rss>
