<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Tembak Polisi, Ini Kronologi nya! Selengkapnya di Realita   </title><description>Brigadir Kepala MN menembak rekannya sesama polisi, Brigadir Satu HT, dari jarak dekat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita"/><item><title>Polisi Tembak Polisi, Ini Kronologi nya! Selengkapnya di Realita   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita</guid><pubDate>Kamis 28 Oktober 2021 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita-hJOFzB8K8C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493173/polisi-tembak-polisi-ini-kronologi-nya-selengkapnya-di-realita-hJOFzB8K8C.jpg</image><title>Foto: istimewa</title></images><description>JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Hari Brata mengatakan Brigadir Kepala MN menembak rekannya sesama&amp;nbsp;polisi, Brigadir Satu HT, dari jarak dekat. &quot;Posisinya berhadapan, jadi jarak tembaknya sangat dekat, hanya 70 centimeter,&quot; kata Hari Brata di Mataram, Rabu, 27 Oktober 2021.

Menurut dia aksi&amp;nbsp;penembakan&amp;nbsp;tersebut terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban, yakni di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur. &quot;Posisinya pas dia (korban) buka pintu gerbang, senjata itu kemudian ditodongkan (pelaku). Jadi di pintu gerbang itu (aksi penembakan), langsung,&quot; ujar Hari.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi yang Tembak Polisi di Lombok Timur Terancam Hukuman Mati
Sebelum menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku sempat menyampaikan sebuah kalimat bernada peringatan terhadap korban. &quot;Saat itu dia (pelaku) hanya menyampaikan, 'kamu sudah sering saya ingatkan', langsung (menembak korban),&quot; ucap dia.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dipicu Cemburu, Polisi Tembak Rekan Kerja hingga Tewas di Lombok Timur
Saksikan selengkapnya kasus tersebut di program Realita Kamis pukul 15.00 WIB bersama Arlista Hadhi secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Program ini dapat diikuti melalui laman www.rctiplus.com dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App Store.

#okezone #Realita #okezonecom #ArlistaHadhi
#kepolisian #penembakan #pembunuhan #polisi #perselingkuhan #Nusatenggarabarat</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Hari Brata mengatakan Brigadir Kepala MN menembak rekannya sesama&amp;nbsp;polisi, Brigadir Satu HT, dari jarak dekat. &quot;Posisinya berhadapan, jadi jarak tembaknya sangat dekat, hanya 70 centimeter,&quot; kata Hari Brata di Mataram, Rabu, 27 Oktober 2021.

Menurut dia aksi&amp;nbsp;penembakan&amp;nbsp;tersebut terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban, yakni di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur. &quot;Posisinya pas dia (korban) buka pintu gerbang, senjata itu kemudian ditodongkan (pelaku). Jadi di pintu gerbang itu (aksi penembakan), langsung,&quot; ujar Hari.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi yang Tembak Polisi di Lombok Timur Terancam Hukuman Mati
Sebelum menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku sempat menyampaikan sebuah kalimat bernada peringatan terhadap korban. &quot;Saat itu dia (pelaku) hanya menyampaikan, 'kamu sudah sering saya ingatkan', langsung (menembak korban),&quot; ucap dia.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dipicu Cemburu, Polisi Tembak Rekan Kerja hingga Tewas di Lombok Timur
Saksikan selengkapnya kasus tersebut di program Realita Kamis pukul 15.00 WIB bersama Arlista Hadhi secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Program ini dapat diikuti melalui laman www.rctiplus.com dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App Store.

#okezone #Realita #okezonecom #ArlistaHadhi
#kepolisian #penembakan #pembunuhan #polisi #perselingkuhan #Nusatenggarabarat</content:encoded></item></channel></rss>
