<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: ASEAN-Rusia Harus Jadi Penyangga Stabilitas dan Perdamaian Kawasan</title><description>ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan"/><item><title>Jokowi: ASEAN-Rusia Harus Jadi Penyangga Stabilitas dan Perdamaian Kawasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan</guid><pubDate>Kamis 28 Oktober 2021 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan-2pVU3J13Nc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/28/337/2493395/jokowi-asean-rusia-harus-jadi-penyangga-stabilitas-dan-perdamaian-kawasan-2pVU3J13Nc.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemitraan ASEAN-Rusia untuk mencegah terjadinya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang semakin tajam. Presiden meyakini, ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.&amp;nbsp;
Demikian disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021).
&quot;Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini,&amp;rdquo; ucapnya dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Presiden menyebutkan, kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama ini menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Namun, rivalitas di kawasan tersebut justru semakin menajam.&amp;nbsp;
&quot;Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, maka peluang terjadinya proxy sangat besar,&amp;rdquo; ucap Kepala Negara.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Sebut Kerja Sama Bidang Kesehatan Jadi Fokus Utama Hubungan ASEAN-India
Kepala Negara merasa bahwa komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat tepat waktu. Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim dan konektivitas.
&quot;ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan,&amp;rdquo; lanjut Presiden.
Menurut Presiden, kerja sama konkret yang dijalankan tersebut akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama dan dapat menghilangkan budaya persaingan.&amp;nbsp;&quot;Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemitraan ASEAN-Rusia untuk mencegah terjadinya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang semakin tajam. Presiden meyakini, ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.&amp;nbsp;
Demikian disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021).
&quot;Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini,&amp;rdquo; ucapnya dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Presiden menyebutkan, kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama ini menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Namun, rivalitas di kawasan tersebut justru semakin menajam.&amp;nbsp;
&quot;Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, maka peluang terjadinya proxy sangat besar,&amp;rdquo; ucap Kepala Negara.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi Sebut Kerja Sama Bidang Kesehatan Jadi Fokus Utama Hubungan ASEAN-India
Kepala Negara merasa bahwa komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat tepat waktu. Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim dan konektivitas.
&quot;ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan,&amp;rdquo; lanjut Presiden.
Menurut Presiden, kerja sama konkret yang dijalankan tersebut akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama dan dapat menghilangkan budaya persaingan.&amp;nbsp;&quot;Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
