<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Ingin Potong Kepala, Kapolda Metro: Saya Blender Sekalian!   </title><description>Ia meminta jajarannya agar meningkatkan secara aktif dalam pembinaan para anggotanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian"/><item><title>Kapolri Ingin Potong Kepala, Kapolda Metro: Saya Blender Sekalian!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian-il6iNHGalR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/338/2494147/kapolri-ingin-potong-kepala-kapolda-metro-saya-blender-sekalian-il6iNHGalR.jpg</image><title>Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merespons pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait 'Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong'. Fadil mengatakan bahwa hal itu harus ditanggapi serius oleh seluruh jajaran Polri.
Fadil pun merespon pernyataan Kapolri tersebut dengan nyeleneh dengan akan memblender sekalian oknum-oknum anggota Polri yang bermasalah.
&quot;Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepalanya saya potong. Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya sekalian yang busuk itu,&quot; ujar Fadil kepada wartawan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu (30/10/2021).
Kemudian, eks Kapolda Jawa Timur itu meminta jajarannya agar meningkatkan secara aktif dalam pembinaan para anggotanya. Menurut Fadil, para pimpinan harus mampu meningkatkan kemampuan para anggotanya di berbagai bidang.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri: Mural Kritik Paling Pedas Jadi Sahabat Saya
&quot;Semua harus ikut. Latih anggota, awasi anggota dan siapkan anggota, asah anggota kemampuannya, turun lapangan dan sebagainya,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Hadapi Berbagai Ancaman
Fadil menambahkan bahwa disiplin bukanlah dari omongan melainkan dari sebuah tindakan. Kata dia, kemampuan seorang pemimpin harus mampu melakukan pembinaan kepada anggota di bawahnya.
&quot;Disiplin ini bukan di omongan tapi disiplin itu dengan tindakan. Kemampuan itu bukan dengan omongan kemampuan itu harus dilatih diasah dipertandingkan,&quot; ujarnya.&quot;Jangan kita hanya memetik tanpa pernah menanam. Kalau salah anggota ya salah kamu berarti kamu tidak lakukan pembinaan yang memadai. Makanya kita harus tegak lurus dengan yang diarahkan pimpinan dan apa yang dimaui masyarakat agar Polda Metro Jaya berjaya di lapangan,&quot; imbuhnya.
Fadil menekankan bahwa kemampuan anggota Polda Metro Jaya harus terus diasah. Tidak ada alasan tidak melatih diri dalam kesibukan di Ibu Kota.
&quot;Guyub rukun terus kita kembangkan skill kemampuan kita terus asah. Tidak alasan kita sibuk di Jakarta ini,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, Kapolri mengaku, tidak segan mengganti pimpinan kepolisian yang tidak dapat menjadi teladan bawahannya. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Selalu Jaga Prokes
Terkait kepemimpinan, Sigit mengutip peribahasa, 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala'. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.
&quot;Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani,&quot; kata Kapolri.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri Diapresiasi Minta Polisi Tak AntikritikKarena kata dia, tidak mungkin diikuti kalau tidak memulai yang baik, tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri.
&quot;Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sapa Prajurit TNI-Polri di Papua, Kapolri: Berikan Pengabdian Terbaik kepada Bangsa dan Negara

</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merespons pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait 'Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong'. Fadil mengatakan bahwa hal itu harus ditanggapi serius oleh seluruh jajaran Polri.
Fadil pun merespon pernyataan Kapolri tersebut dengan nyeleneh dengan akan memblender sekalian oknum-oknum anggota Polri yang bermasalah.
&quot;Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepalanya saya potong. Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya sekalian yang busuk itu,&quot; ujar Fadil kepada wartawan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu (30/10/2021).
Kemudian, eks Kapolda Jawa Timur itu meminta jajarannya agar meningkatkan secara aktif dalam pembinaan para anggotanya. Menurut Fadil, para pimpinan harus mampu meningkatkan kemampuan para anggotanya di berbagai bidang.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri: Mural Kritik Paling Pedas Jadi Sahabat Saya
&quot;Semua harus ikut. Latih anggota, awasi anggota dan siapkan anggota, asah anggota kemampuannya, turun lapangan dan sebagainya,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Hadapi Berbagai Ancaman
Fadil menambahkan bahwa disiplin bukanlah dari omongan melainkan dari sebuah tindakan. Kata dia, kemampuan seorang pemimpin harus mampu melakukan pembinaan kepada anggota di bawahnya.
&quot;Disiplin ini bukan di omongan tapi disiplin itu dengan tindakan. Kemampuan itu bukan dengan omongan kemampuan itu harus dilatih diasah dipertandingkan,&quot; ujarnya.&quot;Jangan kita hanya memetik tanpa pernah menanam. Kalau salah anggota ya salah kamu berarti kamu tidak lakukan pembinaan yang memadai. Makanya kita harus tegak lurus dengan yang diarahkan pimpinan dan apa yang dimaui masyarakat agar Polda Metro Jaya berjaya di lapangan,&quot; imbuhnya.
Fadil menekankan bahwa kemampuan anggota Polda Metro Jaya harus terus diasah. Tidak ada alasan tidak melatih diri dalam kesibukan di Ibu Kota.
&quot;Guyub rukun terus kita kembangkan skill kemampuan kita terus asah. Tidak alasan kita sibuk di Jakarta ini,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, Kapolri mengaku, tidak segan mengganti pimpinan kepolisian yang tidak dapat menjadi teladan bawahannya. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Selalu Jaga Prokes
Terkait kepemimpinan, Sigit mengutip peribahasa, 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala'. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.
&quot;Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani,&quot; kata Kapolri.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolri Diapresiasi Minta Polisi Tak AntikritikKarena kata dia, tidak mungkin diikuti kalau tidak memulai yang baik, tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri.
&quot;Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sapa Prajurit TNI-Polri di Papua, Kapolri: Berikan Pengabdian Terbaik kepada Bangsa dan Negara

</content:encoded></item></channel></rss>
