<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Hoaks Kuntilanak Menangis, Warga Satu Kampung Takut Keluar Rumah</title><description>Beredarnya video tersebut membuat kampung menjadi sepi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/30/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/30/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah"/><item><title>Gara-Gara Hoaks Kuntilanak Menangis, Warga Satu Kampung Takut Keluar Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/30/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/30/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 01:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/29/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah-M7eHJuWQd4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/29/525/2494003/gara-gara-hoaks-kuntilanak-menangis-warga-satu-kampung-takut-keluar-rumah-M7eHJuWQd4.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>SUKABUMI - Warga Kampung Warudoyong RT 03/02, Kelurahan dan Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, dihebohkan oleh video penampakan kuntilanak yang sedang menangis. Beredarnya video tersebut membuat kampung menjadi sepi.

Biasanya sebelum pukul 21.00 WIB, warga masih suka keluar rumah untuk sekedar mengobrol dengan tetangga, ataupun anak-anak masih bermain di luar rumah, semenjak adanya video tersebut, suasana kampung menjadi sepi, warga enggan keluar rumah.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Ketua RT 03/02, Hamzah Arfah (33). Ia menjelaskan adanya video yang beredar tersebut adalah tidak benar atau hoax. &quot;Di kampung kami tidak ada tempat atau lokasi yang sama dalam video yang beredar itu,&quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).

Hamzah menjelaskan bahwa yang menyebarkan video tersebut memang warganya bahkan masih terikat saudara dengan dirinya, namun ketika ditanya kepada yang bersangkutan, saudara yang menyebarkan video tersebut mengatakan bahwa kejadiannya bukan di Kampung Warudoyong.

Lebih lanjut Hamzah membenarkan bahwa warga kampung sekarang ini menjadi sepi, akan tetapi dirinya menyangkal hal tersebut berawal dari video yang beredar, namun berasal dari salah satu warganya yang meninggal sejak enam bulan yang lalu.

&quot;Kalau teror hantu perempuan memang benar ada, jadi ada warga kami  yang meninggal akibat over dosis di Surabaya yang dikuburkan di  pemakaman Parigi, semenjak dia meninggal banyak laporan warga adanya  yang diganggu,&quot; ujar Hamzah kepada wartawan.

Senada dengan Hamzah, salah satu warga bernama Saefudin Selamet (34)  menceritakan adanya hantu perempuan yang sering menggangu warga. &quot;Ada  yang di colek, terus ada yang mendengar suara tangisan, bahkan rumah  kakak saya yang buka warung suka diketuk-ketuk pintunya karena semasa  hidupnya suka beli rokok ke kakak saya,&quot; ujarnya.

Saefudin menambahkan bahwa adapun warga yang diganggu kebanyakan  teman dekat semasa masih hidupnya. &quot;Jadi teman-teman dekatnya suka  kesurupan, hari kemarin juga ada yang kesurupan, jadi warga disini  setiap malam juga masih merasa ketakutan, dan isu hantu perempuan  tersebut semua warga disini sudah mengetahuinya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>SUKABUMI - Warga Kampung Warudoyong RT 03/02, Kelurahan dan Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, dihebohkan oleh video penampakan kuntilanak yang sedang menangis. Beredarnya video tersebut membuat kampung menjadi sepi.

Biasanya sebelum pukul 21.00 WIB, warga masih suka keluar rumah untuk sekedar mengobrol dengan tetangga, ataupun anak-anak masih bermain di luar rumah, semenjak adanya video tersebut, suasana kampung menjadi sepi, warga enggan keluar rumah.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Ketua RT 03/02, Hamzah Arfah (33). Ia menjelaskan adanya video yang beredar tersebut adalah tidak benar atau hoax. &quot;Di kampung kami tidak ada tempat atau lokasi yang sama dalam video yang beredar itu,&quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).

Hamzah menjelaskan bahwa yang menyebarkan video tersebut memang warganya bahkan masih terikat saudara dengan dirinya, namun ketika ditanya kepada yang bersangkutan, saudara yang menyebarkan video tersebut mengatakan bahwa kejadiannya bukan di Kampung Warudoyong.

Lebih lanjut Hamzah membenarkan bahwa warga kampung sekarang ini menjadi sepi, akan tetapi dirinya menyangkal hal tersebut berawal dari video yang beredar, namun berasal dari salah satu warganya yang meninggal sejak enam bulan yang lalu.

&quot;Kalau teror hantu perempuan memang benar ada, jadi ada warga kami  yang meninggal akibat over dosis di Surabaya yang dikuburkan di  pemakaman Parigi, semenjak dia meninggal banyak laporan warga adanya  yang diganggu,&quot; ujar Hamzah kepada wartawan.

Senada dengan Hamzah, salah satu warga bernama Saefudin Selamet (34)  menceritakan adanya hantu perempuan yang sering menggangu warga. &quot;Ada  yang di colek, terus ada yang mendengar suara tangisan, bahkan rumah  kakak saya yang buka warung suka diketuk-ketuk pintunya karena semasa  hidupnya suka beli rokok ke kakak saya,&quot; ujarnya.

Saefudin menambahkan bahwa adapun warga yang diganggu kebanyakan  teman dekat semasa masih hidupnya. &quot;Jadi teman-teman dekatnya suka  kesurupan, hari kemarin juga ada yang kesurupan, jadi warga disini  setiap malam juga masih merasa ketakutan, dan isu hantu perempuan  tersebut semua warga disini sudah mengetahuinya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
