<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Lakukan Pembicaraan dengan PM Australia, Presiden Prancis dan Turki, Ini yang Dibahas</title><description>Berikut hasil pembicaraan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/31/18/2494433/jokowi-lakukan-pembicaraan-dengan-pm-australia-presiden-prancis-dan-turki-ini-yang-dibahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/31/18/2494433/jokowi-lakukan-pembicaraan-dengan-pm-australia-presiden-prancis-dan-turki-ini-yang-dibahas"/><item><title>Jokowi Lakukan Pembicaraan dengan PM Australia, Presiden Prancis dan Turki, Ini yang Dibahas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/31/18/2494433/jokowi-lakukan-pembicaraan-dengan-pm-australia-presiden-prancis-dan-turki-ini-yang-dibahas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/31/18/2494433/jokowi-lakukan-pembicaraan-dengan-pm-australia-presiden-prancis-dan-turki-ini-yang-dibahas</guid><pubDate>Minggu 31 Oktober 2021 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan hasil dari sejumlah pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para pemimpin negara. Salah satunya mengenai dukungan kepada Indonesia dalam Presidensi Group of Twenty (G20) tahun depan.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, Indonesia dan Australia sepakat mengusulkan pembahasan mengenai ekonomi digital untuk diangkat dalam KTT G20 di Presidensi Indonesia nanti. Hal tersebut agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dari sektor konvensional, utamanya dari segi platform digital.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Di KTT G20, Jokowi Usul 4 Langkah Hadapi Pandemi Covid-19&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Diharapkan bahwa bullying di media misalnya tentu akan diatur oleh para platform secara bertanggungjawab dan seimbang,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Italia sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Minggu (31/10/2021).
Airlangga mengatakan bahwa dukungan juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat melakukan pertemuan bilateral di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia. Bersama Presiden Macron, Presiden Jokowi membahas mengenai rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa atau IEU-CEPA.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Selain Bahas Kesehatan, Presiden Jokowi Bahas Pemulihan Ekonomi Global di KTT G20&amp;nbsp;
Presiden Jokowi meminta adanya akselerasi dalam pembentukan IEU-CEPA yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Akselerasi tersebut juga diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa dan begitupun sebaliknya.
&amp;ldquo;Nah tentu ini diharapkan Indonesia sebagai Presidensi G20 mempunyai daya tawar yang tinggi dan diharapkan manfaat bagi Presidensi Indonesia di G20 dan Presidensi di IEU ini ada manfaat untuk meyelesaikan itu,&amp;rdquo; jelas Menko Perekonomian.Senada, pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga membahas mengenai akselerasi rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Turki atau IT-CEPA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Akselerasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasar besar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia di Turki yang sebelumnya menurun.
&amp;ldquo;Sehingga ini tentunya untuk mengembalikan maka kita perlu untuk mengakselerasi IT-CEPA. Bapak Presiden menugaskan Menteri Perdagangan untuk menangani CEPA tersebut,&amp;rdquo; tandas Menko Perekonomian.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan hasil dari sejumlah pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para pemimpin negara. Salah satunya mengenai dukungan kepada Indonesia dalam Presidensi Group of Twenty (G20) tahun depan.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, Indonesia dan Australia sepakat mengusulkan pembahasan mengenai ekonomi digital untuk diangkat dalam KTT G20 di Presidensi Indonesia nanti. Hal tersebut agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dari sektor konvensional, utamanya dari segi platform digital.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Di KTT G20, Jokowi Usul 4 Langkah Hadapi Pandemi Covid-19&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Diharapkan bahwa bullying di media misalnya tentu akan diatur oleh para platform secara bertanggungjawab dan seimbang,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Italia sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Minggu (31/10/2021).
Airlangga mengatakan bahwa dukungan juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat melakukan pertemuan bilateral di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia. Bersama Presiden Macron, Presiden Jokowi membahas mengenai rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa atau IEU-CEPA.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Selain Bahas Kesehatan, Presiden Jokowi Bahas Pemulihan Ekonomi Global di KTT G20&amp;nbsp;
Presiden Jokowi meminta adanya akselerasi dalam pembentukan IEU-CEPA yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Akselerasi tersebut juga diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa dan begitupun sebaliknya.
&amp;ldquo;Nah tentu ini diharapkan Indonesia sebagai Presidensi G20 mempunyai daya tawar yang tinggi dan diharapkan manfaat bagi Presidensi Indonesia di G20 dan Presidensi di IEU ini ada manfaat untuk meyelesaikan itu,&amp;rdquo; jelas Menko Perekonomian.Senada, pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga membahas mengenai akselerasi rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Turki atau IT-CEPA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Akselerasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasar besar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia di Turki yang sebelumnya menurun.
&amp;ldquo;Sehingga ini tentunya untuk mengembalikan maka kita perlu untuk mengakselerasi IT-CEPA. Bapak Presiden menugaskan Menteri Perdagangan untuk menangani CEPA tersebut,&amp;rdquo; tandas Menko Perekonomian.</content:encoded></item></channel></rss>
