<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK Ungkap Penyebab Rendahnya Vaksinasi Covid-19 di Bangkalan</title><description>Menko PMK mengungkap penyebab rendahnya vaksinasi Covid-19 di Bangkalan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan"/><item><title>Menko PMK Ungkap Penyebab Rendahnya Vaksinasi Covid-19 di Bangkalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan</guid><pubDate>Minggu 31 Oktober 2021 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan-mb5cIWmo0j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Dok Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/31/337/2494419/menko-pmk-ungkap-penyebab-rendahnya-vaksinasi-covid-19-di-bangkalan-mb5cIWmo0j.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Dok Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meninjau vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Muhadjir menyampaikan, Bangkalan merupakan kabupaten yang memiliki tingkat vaksinasi terendah di wilayah aglomerasi Surabaya Raya. Wilayah aglomerasi Surabaya Raya terdiri atas Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Bangkalan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per 30 Oktober, capaian vaksinasi dosis pertama di Bangkalan adalah 37,76% atau sebanyak 311.573 penduduk. Sementara capaian vaksinasi dosis kedua Kabupaten Bangkalan adalah 17,16% atau 141.627 penduduk.

&quot;Bangkalan adalah wilayah aglomerasi yang termasuk masih rendah. Itu akan mempengaruhi kota-kota lain yang sebetulnya sudah bagus tetapi tetap dianggap rendah,&quot; ujar Menko PMK dilansir dari keterangan resmi pada Minggu (31/10/2021).

Dia mendapatkan laporan dari Wakil Bupati Bangkalan Mohni, masih banyak warga yang enggan untuk divaksin. Hal itu dilatarbelakangi pekerjaan warga Bangkalan yang dominan petani. Mereka banyak yang menganggap vaksin untuk mereka tidak begitu perlu.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2021/06/18/73883/365928_medium.jpg&quot; alt=&quot;Tinjau Vaksinasi di Bangkalan Madura, Panglima TNI Tegaskan Warga untuk Tetap Disiplin Prokes&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Antara lain berkaitan dengan pekerjaan mereka, karena mereka merupakan petani di sini. Sehingga berpikir, saya cuma petani ngapain repot-repot divaksin,&quot; ujar Muhadjir.

Baca Juga : Indonesia Terima 819.600 Vaksin Moderna dari Belanda

Menko PMK mengatakan, untuk mencapai kekebalan kawanan, vaksin harus dimiliki seluruh kalangan masyarakat. Karena itu, dia meminta semua unsur masyarakat ikut terlibat dalam memberikan sosialisasi pentingnya vaksin kepada masyarakat yang masih belum memahami pentingnya vaksin.

&quot;Karena itu harus diyakinkan vaksin ini penting untuk siapa saja apapun pekerjaannya. Karena itu saya mohon bantuan dari tokoh-tokoh masyarakat, yang menjadi kunci untuk menyadarkan masyarakat,&quot; katanya.

Terdapat tiga tempat vaksinasi yang ditinjau oleh Menko PMK, yaitu di Desa Buddan dan Desa Kranggan Barat Kecamatan Tanah Merah, serta di Desa Dupok, Kecamatan Kokop.

Dalam peninjauannya di tiga tempat vaksinasi itu, Muhadjir menilai antusiasme warga untuk ikut vaksin sudah sangat meningkat. &quot;Ini sudah berjalan sangat lancar. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah. Ada Pak Wabup, Pak Dandim, Pak Kapolres.&quot;

Khususnya di Kecamatan Tanah Merah, kata Menko Muhadjir, merupakan daerah yang masih rendah vaksinasinya di Kabupaten Bangkalan.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Tanah Merah menargetkan 46.719 warga menerima vaksin. Tetapi, berdasarkan data per 25 Oktober, yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 13.446 warga, atau 29% warga, dan untuk vaksinasi dosis kedua baru 2.207 warga atau 4,72 persen.

&quot;Alhamdulillah hari ini sangat berjalan lancar, dan pesertanya sudah cukup banyak. Sekarang sudah saya hitung, saya lihat, untuk tetangga-tetangganya, mertuanya, bapaknya, ibunya sudah diminta untuk ramai-ramai datang ke sini (tempat vaksinasi). Mudah-mudahan semuanya lancar,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meninjau vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Muhadjir menyampaikan, Bangkalan merupakan kabupaten yang memiliki tingkat vaksinasi terendah di wilayah aglomerasi Surabaya Raya. Wilayah aglomerasi Surabaya Raya terdiri atas Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Bangkalan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per 30 Oktober, capaian vaksinasi dosis pertama di Bangkalan adalah 37,76% atau sebanyak 311.573 penduduk. Sementara capaian vaksinasi dosis kedua Kabupaten Bangkalan adalah 17,16% atau 141.627 penduduk.

&quot;Bangkalan adalah wilayah aglomerasi yang termasuk masih rendah. Itu akan mempengaruhi kota-kota lain yang sebetulnya sudah bagus tetapi tetap dianggap rendah,&quot; ujar Menko PMK dilansir dari keterangan resmi pada Minggu (31/10/2021).

Dia mendapatkan laporan dari Wakil Bupati Bangkalan Mohni, masih banyak warga yang enggan untuk divaksin. Hal itu dilatarbelakangi pekerjaan warga Bangkalan yang dominan petani. Mereka banyak yang menganggap vaksin untuk mereka tidak begitu perlu.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2021/06/18/73883/365928_medium.jpg&quot; alt=&quot;Tinjau Vaksinasi di Bangkalan Madura, Panglima TNI Tegaskan Warga untuk Tetap Disiplin Prokes&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Antara lain berkaitan dengan pekerjaan mereka, karena mereka merupakan petani di sini. Sehingga berpikir, saya cuma petani ngapain repot-repot divaksin,&quot; ujar Muhadjir.

Baca Juga : Indonesia Terima 819.600 Vaksin Moderna dari Belanda

Menko PMK mengatakan, untuk mencapai kekebalan kawanan, vaksin harus dimiliki seluruh kalangan masyarakat. Karena itu, dia meminta semua unsur masyarakat ikut terlibat dalam memberikan sosialisasi pentingnya vaksin kepada masyarakat yang masih belum memahami pentingnya vaksin.

&quot;Karena itu harus diyakinkan vaksin ini penting untuk siapa saja apapun pekerjaannya. Karena itu saya mohon bantuan dari tokoh-tokoh masyarakat, yang menjadi kunci untuk menyadarkan masyarakat,&quot; katanya.

Terdapat tiga tempat vaksinasi yang ditinjau oleh Menko PMK, yaitu di Desa Buddan dan Desa Kranggan Barat Kecamatan Tanah Merah, serta di Desa Dupok, Kecamatan Kokop.

Dalam peninjauannya di tiga tempat vaksinasi itu, Muhadjir menilai antusiasme warga untuk ikut vaksin sudah sangat meningkat. &quot;Ini sudah berjalan sangat lancar. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah. Ada Pak Wabup, Pak Dandim, Pak Kapolres.&quot;

Khususnya di Kecamatan Tanah Merah, kata Menko Muhadjir, merupakan daerah yang masih rendah vaksinasinya di Kabupaten Bangkalan.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Tanah Merah menargetkan 46.719 warga menerima vaksin. Tetapi, berdasarkan data per 25 Oktober, yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 13.446 warga, atau 29% warga, dan untuk vaksinasi dosis kedua baru 2.207 warga atau 4,72 persen.

&quot;Alhamdulillah hari ini sangat berjalan lancar, dan pesertanya sudah cukup banyak. Sekarang sudah saya hitung, saya lihat, untuk tetangga-tetangganya, mertuanya, bapaknya, ibunya sudah diminta untuk ramai-ramai datang ke sini (tempat vaksinasi). Mudah-mudahan semuanya lancar,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
