<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Ingatkan Jamaah Bawa Sajadah Sendiri Setelah Shaf Sholat Kembali Dirapatkan</title><description>Shaf sholat di masjid dan musala kembali dinormalkan setelah melandainya kasus Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan"/><item><title>MUI Ingatkan Jamaah Bawa Sajadah Sendiri Setelah Shaf Sholat Kembali Dirapatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan</guid><pubDate>Senin 01 November 2021 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan-heUIz9yzY3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waketum MUI, Anwar Abbas (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/01/337/2495030/mui-ingatkan-jamaah-bawa-sajadah-sendiri-setelah-shaf-sholat-kembali-dirapatkan-heUIz9yzY3.jpg</image><title>Waketum MUI, Anwar Abbas (foto: ist)</title></images><description>JAKARTA - Shaf sholat di masjid dan musala kembali dirapatkan setelah melandainya kasus Covid-19.
Waketum MUI Anwar Abbas meminta jamaah membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Menurutnya, pengendalian Covid-19 di Indonesia merupakan peran semua pihak.
&quot;Kalau kata mereka belum aman maka kita harus tetap menjaga jarak karena begitu prokesnya. Tapi kalau sudah aman maka kita kembali sholat dengan merapatkan shaf tetapi untuk lebih berhati-hati kita tetap pakai masker dan membawa sendiri sajadah dari tempat atau rumah masing-masing,&quot; kata Anwar, Senin(1/11/2021).
Ia mengatakan bahwa agama menyuruh seluruh umatnya untuk menjaga keselamatan diri dan jiwa dari marabahaya. Hal ini juga berlaku dengan virus Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;Keutamaan Shaf Paling Depan Saat Sholat Berjamaah, Malaikat Akan Bersholawat
&quot;Bagaimana cara untuk menghindarinya? Yang tahu tentang hal tersebut adalah para ahli dan para ilmuan yang  memang mengerti dan faham tentang Covid 19,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Hukum Shaf Sholat Renggang di Tengah Pandemi Corona
&quot;Untuk itu wajiblah bagi kita untuk memperhatikan saran-saran mereka yang sudah mereka rumuskan lewat prokes di antaranya adalah kita disarankan untuk menjaga jarak dan lainnya,&quot; imbuhnya.Dia pun mengomentari soal penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan di tempat peribadatan. Dia menilai, hal itu dapat menyulitkan beberapa jamaah yang tidak mempunyai handphone.
&quot;Tidak semua jamaah punya handphone atau membawa handphone ke mesjid karena mereka tidak mau terganggu oleh handphone tersebut. Jadi hal demikian tentu akan sangat menyulitkan sebagian dari umat,&quot; tuturnya.
Ia pun mengimbau agar jamaah yang datang ke rumah ibadah hanya mereka benar-benar sehat. &quot;Ia paling-paling begitu,&quot; ucapnya. (fkh)
Baca juga:&amp;nbsp;Sukmawati Pindah Hindu, MUI Berikan Pesan Menohok</description><content:encoded>JAKARTA - Shaf sholat di masjid dan musala kembali dirapatkan setelah melandainya kasus Covid-19.
Waketum MUI Anwar Abbas meminta jamaah membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Menurutnya, pengendalian Covid-19 di Indonesia merupakan peran semua pihak.
&quot;Kalau kata mereka belum aman maka kita harus tetap menjaga jarak karena begitu prokesnya. Tapi kalau sudah aman maka kita kembali sholat dengan merapatkan shaf tetapi untuk lebih berhati-hati kita tetap pakai masker dan membawa sendiri sajadah dari tempat atau rumah masing-masing,&quot; kata Anwar, Senin(1/11/2021).
Ia mengatakan bahwa agama menyuruh seluruh umatnya untuk menjaga keselamatan diri dan jiwa dari marabahaya. Hal ini juga berlaku dengan virus Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;Keutamaan Shaf Paling Depan Saat Sholat Berjamaah, Malaikat Akan Bersholawat
&quot;Bagaimana cara untuk menghindarinya? Yang tahu tentang hal tersebut adalah para ahli dan para ilmuan yang  memang mengerti dan faham tentang Covid 19,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Hukum Shaf Sholat Renggang di Tengah Pandemi Corona
&quot;Untuk itu wajiblah bagi kita untuk memperhatikan saran-saran mereka yang sudah mereka rumuskan lewat prokes di antaranya adalah kita disarankan untuk menjaga jarak dan lainnya,&quot; imbuhnya.Dia pun mengomentari soal penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan di tempat peribadatan. Dia menilai, hal itu dapat menyulitkan beberapa jamaah yang tidak mempunyai handphone.
&quot;Tidak semua jamaah punya handphone atau membawa handphone ke mesjid karena mereka tidak mau terganggu oleh handphone tersebut. Jadi hal demikian tentu akan sangat menyulitkan sebagian dari umat,&quot; tuturnya.
Ia pun mengimbau agar jamaah yang datang ke rumah ibadah hanya mereka benar-benar sehat. &quot;Ia paling-paling begitu,&quot; ucapnya. (fkh)
Baca juga:&amp;nbsp;Sukmawati Pindah Hindu, MUI Berikan Pesan Menohok</content:encoded></item></channel></rss>
