<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Analisa BMKG Terkait Gempa M6,2 di Kepulauan Nias dan Mentawai</title><description>Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,16&amp;deg; LU; 96,55&amp;deg; BT</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai"/><item><title>Analisa BMKG Terkait Gempa M6,2 di Kepulauan Nias dan Mentawai</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai</guid><pubDate>Selasa 02 November 2021 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai-iTYuPUMg7w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/02/337/2495263/analisa-bmkg-terkait-gempa-m6-2-di-kepulauan-nias-dan-mentawai-iTYuPUMg7w.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian dan Parameter Gempabumi: Hari Selasa, 02 November 2021 pukul 00.04.15 WIB wilayah Kepulauan Nias dan Mentawai diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,16&amp;deg; LU; 96,55&amp;deg; BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 139 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 18 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dari jenis dan mekanisme gempabuminya lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat deformasi pada Lempeng Indo-Australia ( outer rise ).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMi8xLzE0MDczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ),&amp;rdquo; ungkapnya dalam keterangan resminya, Selasa (2/11/2021).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nias Barat, Kep. Mentawai, Nias Utara, dan Nias Selatan III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Aceh Singkil III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Gunung Sitoli II-III MMI, Pak Pak Barat I-II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

&amp;ldquo;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; tegasnya.

Hingga hari Selasa, 02 November 2021 pukul 00.40 WIB, Hasil  monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (  aftershock ) dengan magnitudo M=3,4.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh  oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar  menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa,  ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan  kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,&amp;rdquo; papar Bambang.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian dan Parameter Gempabumi: Hari Selasa, 02 November 2021 pukul 00.04.15 WIB wilayah Kepulauan Nias dan Mentawai diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,16&amp;deg; LU; 96,55&amp;deg; BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 139 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 18 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dari jenis dan mekanisme gempabuminya lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat deformasi pada Lempeng Indo-Australia ( outer rise ).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMi8xLzE0MDczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ),&amp;rdquo; ungkapnya dalam keterangan resminya, Selasa (2/11/2021).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nias Barat, Kep. Mentawai, Nias Utara, dan Nias Selatan III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Aceh Singkil III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Gunung Sitoli II-III MMI, Pak Pak Barat I-II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

&amp;ldquo;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; tegasnya.

Hingga hari Selasa, 02 November 2021 pukul 00.40 WIB, Hasil  monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (  aftershock ) dengan magnitudo M=3,4.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh  oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar  menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa,  ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan  kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,&amp;rdquo; papar Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
