<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makam Bendahara Firaun Berusia 3.200 Tahun Ditemukan di Saqqara </title><description>Tidak ditemukan mumi atau sisa jasad manusia dalam makam tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara"/><item><title>Makam Bendahara Firaun Berusia 3.200 Tahun Ditemukan di Saqqara </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara</guid><pubDate>Rabu 03 November 2021 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Vanessa Nathania</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara-lfxajbHYgI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/03/18/2496119/makam-bendahara-firaun-berusia-3-200-tahun-ditemukan-di-saqqara-lfxajbHYgI.jpg</image><title>Foto: Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir.</title></images><description>KAIRO - Sebuah makam berusia lebih dari 3.200 tahun yang dibangun untuk pejabat senior salah satu Firaun paling kuat pada masa Mesir Kuno telah ditemukan di Saqqara, demikian diumumkan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.
Ukiran prasasti yang ditemukan di makam tertulis bahwa Ptah-M-Wia, orang yang dimakamkan di sana, memegang sejumlah kedudukan termasuk sebagai kepala perbendaharaan dan kepala pengawas ternak pada masa pemerintahan firaun Ramses II (memerintah 1279&amp;ndash;1213 SM), yang berkembang di Kerajaan Mesir sampai Suriah modern.
BACA JUGA: Guru Al Quran Tewas Ditikam karena Pertengkaran Terkait Uang Senilai Rp4.5000
Menurut para arkeolog, Ramses II juga dikenal karena upaya pembangunannya termasuk perluasan Kuil Karnak. Ptah-M-Wia adalah kepala perbendaharaan berabad-abad sebelum penemuan koin yang dicetak;  pada waktu itu orang melakukan pembayaran dengan barang, komoditas atau logam mulia.
Di sisa-sisa makam Ptah-M-Wia, para arkeolog menemukan serangkaian lukisan dinding yang menunjukkan orang-orang memimpin ternak dan hewan lain untuk disembelih.  Adegan ini bisa jadi terkait dengan posisi Ptah-M-Wia sebagai pengawas peternakan.
Sejauh ini, tampaknya tidak ada sisa-sisa jasad manusia yang ditemukan dalam makam tersebut, demikian diwartakan Live Science.
BACA JUGA: Terungkap Wujud Mumi Ratu Tiye Istri Firaun, Rambutnya Masih Utuh Tebal
Beberapa ukiran di makam juga menggambarkan seorang pria, kemungkinan potret diri Ptah-M-Wia.  Dalam satu ukiran, ia ditampilkan duduk di samping beberapa guci dan sebuah benda yang terlihat seperti tanduk.
Para peneliti saat ini sedang menganalisis hieroglif yang ditemukan di atas ukiran yang menunjukkan, antara lain, bahwa selain tugasnya yang lain, Ptah-M-Wia bertugas membuat &quot;persembahan ilahi&quot; di salah satu kuil yang dibangun oleh Ramses II di Thebes, yang saat ini berada di Luxor.Firaun Ramses II membangun atau memperluas beberapa kuil di Thebes selama masa pemerintahannya, dan tidak jelas di mana Ptah-M-Wia memberikan persembahannya.



Ola Al-Ajizi, seorang profesor arkeologi di Universitas Kairo, memimpin tim yang menemukan makam tersebut. Para arkeolog terus menggali dan menganalisis makam dan daerah sekitarnya.
Penemuan ini sangat baik, karena Saqqara memiliki sejumlah besar situs arkeologi yang mencakup Piramida Djoser yang berusia 4.700 tahun.</description><content:encoded>KAIRO - Sebuah makam berusia lebih dari 3.200 tahun yang dibangun untuk pejabat senior salah satu Firaun paling kuat pada masa Mesir Kuno telah ditemukan di Saqqara, demikian diumumkan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.
Ukiran prasasti yang ditemukan di makam tertulis bahwa Ptah-M-Wia, orang yang dimakamkan di sana, memegang sejumlah kedudukan termasuk sebagai kepala perbendaharaan dan kepala pengawas ternak pada masa pemerintahan firaun Ramses II (memerintah 1279&amp;ndash;1213 SM), yang berkembang di Kerajaan Mesir sampai Suriah modern.
BACA JUGA: Guru Al Quran Tewas Ditikam karena Pertengkaran Terkait Uang Senilai Rp4.5000
Menurut para arkeolog, Ramses II juga dikenal karena upaya pembangunannya termasuk perluasan Kuil Karnak. Ptah-M-Wia adalah kepala perbendaharaan berabad-abad sebelum penemuan koin yang dicetak;  pada waktu itu orang melakukan pembayaran dengan barang, komoditas atau logam mulia.
Di sisa-sisa makam Ptah-M-Wia, para arkeolog menemukan serangkaian lukisan dinding yang menunjukkan orang-orang memimpin ternak dan hewan lain untuk disembelih.  Adegan ini bisa jadi terkait dengan posisi Ptah-M-Wia sebagai pengawas peternakan.
Sejauh ini, tampaknya tidak ada sisa-sisa jasad manusia yang ditemukan dalam makam tersebut, demikian diwartakan Live Science.
BACA JUGA: Terungkap Wujud Mumi Ratu Tiye Istri Firaun, Rambutnya Masih Utuh Tebal
Beberapa ukiran di makam juga menggambarkan seorang pria, kemungkinan potret diri Ptah-M-Wia.  Dalam satu ukiran, ia ditampilkan duduk di samping beberapa guci dan sebuah benda yang terlihat seperti tanduk.
Para peneliti saat ini sedang menganalisis hieroglif yang ditemukan di atas ukiran yang menunjukkan, antara lain, bahwa selain tugasnya yang lain, Ptah-M-Wia bertugas membuat &quot;persembahan ilahi&quot; di salah satu kuil yang dibangun oleh Ramses II di Thebes, yang saat ini berada di Luxor.Firaun Ramses II membangun atau memperluas beberapa kuil di Thebes selama masa pemerintahannya, dan tidak jelas di mana Ptah-M-Wia memberikan persembahannya.



Ola Al-Ajizi, seorang profesor arkeologi di Universitas Kairo, memimpin tim yang menemukan makam tersebut. Para arkeolog terus menggali dan menganalisis makam dan daerah sekitarnya.
Penemuan ini sangat baik, karena Saqqara memiliki sejumlah besar situs arkeologi yang mencakup Piramida Djoser yang berusia 4.700 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
