<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Ungkap Dua Upaya Pemerintah Cegah Penularan Covid-19 di Periode Nataru</title><description>Periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan menjadi sarana penularan Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru"/><item><title>Menag Ungkap Dua Upaya Pemerintah Cegah Penularan Covid-19 di Periode Nataru</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru</guid><pubDate>Rabu 03 November 2021 06:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru-pklWU9SxCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Kemenag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/03/337/2495836/menag-ungkap-dua-upaya-pemerintah-cegah-penularan-covid-19-di-periode-nataru-pklWU9SxCz.jpg</image><title>Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Kemenag)</title></images><description>JAKARTA - Periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan menjadi sarana penularan Covid-19 yang berdampak pada lonjakan kasus. Pemerintah pun telah membuat serangkaian kebijakan untuk mencegah hal tersebut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memaparkan ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah Covid-19. Pertama, ritual ibadah di hari Natal. Untuk mengantisipasi potensi penularan maka Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan surat edaran (SE).

&quot;Nataru ini ada dua hal yg perlu diperhatikan untuk mencegah Covid. Pertama ritual ibadah di hari Natal. Untuk ini, pemerintah melalui kementerian agama sudah menerbitkan SE Nomor 29/2021 yang diantaranya mengatur peribadatan umat Kristiani,&quot; ucap Gus Yaqut&amp;mdash;sapaan akrabnya saat dihubungi MNC, Rabu (3/11/2021).

Kedua, lanjut Gus Yaqut, ialah persoalan sosiologis yang melingkupi periode Nataru. Pada umumnya ada masyarakat yang memanfaatkan momentum libur ini untuk bepergian. Karenanya, untuk mencegah hal itu, pemerintah telah meniadakan cuti bersama di akhir tahun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xOC8xLzE0MDU2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kedua soal sosiologis. Biasaya masyarakat menggunakan kesempatan ini untuk mengambil liburan. Pemerintah melalui SKB 3 menteri (MenPAN/RB, Menaker dan Menag) telah meniadakan cuti bersama yang bisasanya diberikan di tanggal 26 Desember,&quot; paparnya.




Gus Yaqut berharap dua upaya pemerintah tersebut benar-benar bisa  efektif mencegah penularan Covid-19 di akhir tahun. &quot;Dua upaya ini  diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid di momentum Nataru,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga berencana membuka komunikasi dengan  ormas keagamaan untuk membantu pemerintah menyosialisasikan larangan  bepergian di periode Nataru. &quot;Bagus juga itu. Kita akan coba  komunikasikan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan menjadi sarana penularan Covid-19 yang berdampak pada lonjakan kasus. Pemerintah pun telah membuat serangkaian kebijakan untuk mencegah hal tersebut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memaparkan ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah Covid-19. Pertama, ritual ibadah di hari Natal. Untuk mengantisipasi potensi penularan maka Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan surat edaran (SE).

&quot;Nataru ini ada dua hal yg perlu diperhatikan untuk mencegah Covid. Pertama ritual ibadah di hari Natal. Untuk ini, pemerintah melalui kementerian agama sudah menerbitkan SE Nomor 29/2021 yang diantaranya mengatur peribadatan umat Kristiani,&quot; ucap Gus Yaqut&amp;mdash;sapaan akrabnya saat dihubungi MNC, Rabu (3/11/2021).

Kedua, lanjut Gus Yaqut, ialah persoalan sosiologis yang melingkupi periode Nataru. Pada umumnya ada masyarakat yang memanfaatkan momentum libur ini untuk bepergian. Karenanya, untuk mencegah hal itu, pemerintah telah meniadakan cuti bersama di akhir tahun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xOC8xLzE0MDU2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kedua soal sosiologis. Biasaya masyarakat menggunakan kesempatan ini untuk mengambil liburan. Pemerintah melalui SKB 3 menteri (MenPAN/RB, Menaker dan Menag) telah meniadakan cuti bersama yang bisasanya diberikan di tanggal 26 Desember,&quot; paparnya.




Gus Yaqut berharap dua upaya pemerintah tersebut benar-benar bisa  efektif mencegah penularan Covid-19 di akhir tahun. &quot;Dua upaya ini  diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid di momentum Nataru,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga berencana membuka komunikasi dengan  ormas keagamaan untuk membantu pemerintah menyosialisasikan larangan  bepergian di periode Nataru. &quot;Bagus juga itu. Kita akan coba  komunikasikan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
