<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadisnya Pendidikan Denjaka, Dilempar ke Laut Tangan dan Kaki Terikat hingga Bertahan Hidup di Hutan</title><description>Setiap calon prajurit Denjaka mengikuti pendidikan di bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan"/><item><title>Sadisnya Pendidikan Denjaka, Dilempar ke Laut Tangan dan Kaki Terikat hingga Bertahan Hidup di Hutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan</guid><pubDate>Kamis 04 November 2021 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan-N5xZOUeOEn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerasnya pendidikan Denjaka/ medsos</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/04/337/2496451/sadisnya-pendidikan-denjaka-dilempar-ke-laut-tangan-dan-kaki-terikat-hingga-bertahan-hidup-di-hutan-N5xZOUeOEn.jpg</image><title>Kerasnya pendidikan Denjaka/ medsos</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) hari ini Kamis (4/11/) tepat berusia 39 Tahun. Detasemen ini awalnya dibentuk untuk penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut (AL).  Selain menjaga keamanan perairan Indonesia, pasukan antiteror ini juga bisa diandalkan di segala medan, seperti darat maupun udara.
(Baca juga: 39 Tahun Terbentuk, Berikut Sejarah Singkat Pasukan Mematikan Denjaka)
Saat ini, Denjaka dipimpin Kolonel (Mar) Kresno Pratowo, perwira menengah TNI AL dengan jabatan Komandan Detasemen Jala Mangkara (Dandenjaka).  Denjaka merupakan gabungan dua pasukan elite, yaitu   Kopaska dan Yontaifib. Oleh karena itu, untuk membentuk seorang prajurit Denjaka diperlukan seleksi yang keras dan ketat. Tidak sembarang prajurit bisa bergabung ke dalam Denjaka.
(Baca juga: 5 Fakta Denjaka Pasukan 'Hantu Laut', Nomor 3 Latihannya Mengerikan)
&amp;nbsp;Mereka yang menjadi bagian pasukan ini ini telah menjalani pelatihan sangat berat selama 6 bulan. Tidak heran, hanya 50 prajurit pilihan yang lulus tergabung ke dalam pasukan yang memiliki semboyan &quot;Satya Wira Dharma&quot;.
Digembleng di Puslatpur Situbondo
Setiap calon prajurit Denjaka mengikuti pendidikan di bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka juga ditempa di Puslatpur Situbondo, Jawa Timur. Calon prajurit dilatih berbagai keterampilan operasi tempur, seperti penyusupan dengan berbagai medan. Baik itu di laut, sungai, maupun hutan.
Mereka yang lolos menjadi prajurit Denjaka pastilah memiliki tubuh yang tahan banting dan kecerdasan yang luar biasa.  Karena saat pendidikan, mereka akan ditempa melebihi batas kemampuan manusia biasa.
Ketika pendidikan, mereka juga harus menyelamatkan diri setelah dibuang ke laut lepas. Mereka juga dilatih menyelamatkan diri dengan cara diikat tangan dan kaki di dalam air diri dalam hitungan menit.
Calon pasukan Denjaka juga dilatih untuk survival di hutan belantara. Mereka akan dilepas berhari-hari di tengah hutan lebat untuk melatih daya tahan prajurit tanpa dibekali makanan. Mereka dituntut bertahan hidup dengan mencari makan yang telah disediakan alam.&amp;nbsp;Tidak hanya di darat dan laut, calon pasukan Denjaka juga melakukan pelatihan udara. Mereka melakukan terjun bebas pada malam hari dan mendarat di lokasi yang sudah ditentukan tanpa diketahui musuh.
Selain penguasaan ilmu bertempur, prajurit Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. Sebab, satuan ini dibentuk untuk bertugas dalam penyusupan di daerah operasi secara senyap dan mematikan.</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) hari ini Kamis (4/11/) tepat berusia 39 Tahun. Detasemen ini awalnya dibentuk untuk penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut (AL).  Selain menjaga keamanan perairan Indonesia, pasukan antiteror ini juga bisa diandalkan di segala medan, seperti darat maupun udara.
(Baca juga: 39 Tahun Terbentuk, Berikut Sejarah Singkat Pasukan Mematikan Denjaka)
Saat ini, Denjaka dipimpin Kolonel (Mar) Kresno Pratowo, perwira menengah TNI AL dengan jabatan Komandan Detasemen Jala Mangkara (Dandenjaka).  Denjaka merupakan gabungan dua pasukan elite, yaitu   Kopaska dan Yontaifib. Oleh karena itu, untuk membentuk seorang prajurit Denjaka diperlukan seleksi yang keras dan ketat. Tidak sembarang prajurit bisa bergabung ke dalam Denjaka.
(Baca juga: 5 Fakta Denjaka Pasukan 'Hantu Laut', Nomor 3 Latihannya Mengerikan)
&amp;nbsp;Mereka yang menjadi bagian pasukan ini ini telah menjalani pelatihan sangat berat selama 6 bulan. Tidak heran, hanya 50 prajurit pilihan yang lulus tergabung ke dalam pasukan yang memiliki semboyan &quot;Satya Wira Dharma&quot;.
Digembleng di Puslatpur Situbondo
Setiap calon prajurit Denjaka mengikuti pendidikan di bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka juga ditempa di Puslatpur Situbondo, Jawa Timur. Calon prajurit dilatih berbagai keterampilan operasi tempur, seperti penyusupan dengan berbagai medan. Baik itu di laut, sungai, maupun hutan.
Mereka yang lolos menjadi prajurit Denjaka pastilah memiliki tubuh yang tahan banting dan kecerdasan yang luar biasa.  Karena saat pendidikan, mereka akan ditempa melebihi batas kemampuan manusia biasa.
Ketika pendidikan, mereka juga harus menyelamatkan diri setelah dibuang ke laut lepas. Mereka juga dilatih menyelamatkan diri dengan cara diikat tangan dan kaki di dalam air diri dalam hitungan menit.
Calon pasukan Denjaka juga dilatih untuk survival di hutan belantara. Mereka akan dilepas berhari-hari di tengah hutan lebat untuk melatih daya tahan prajurit tanpa dibekali makanan. Mereka dituntut bertahan hidup dengan mencari makan yang telah disediakan alam.&amp;nbsp;Tidak hanya di darat dan laut, calon pasukan Denjaka juga melakukan pelatihan udara. Mereka melakukan terjun bebas pada malam hari dan mendarat di lokasi yang sudah ditentukan tanpa diketahui musuh.
Selain penguasaan ilmu bertempur, prajurit Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. Sebab, satuan ini dibentuk untuk bertugas dalam penyusupan di daerah operasi secara senyap dan mematikan.</content:encoded></item></channel></rss>
