<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenlu RI: Pernyataan Inggris Tentang Nol Deforestasi Menyesatkan</title><description>Wamenlu Mahendra Siregar memberikan klarifikasi terkait pernyataan nol deforestasi yang disampaikan Zac Goldsmith.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan"/><item><title>Wamenlu RI: Pernyataan Inggris Tentang Nol Deforestasi Menyesatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan-yi7PMGZQpT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Greenpeace. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/18/2497199/wamenlu-ri-pernyataan-inggris-tentang-nol-deforestasi-menyesatkan-yi7PMGZQpT.jpg</image><title>Foto: Greenpeace. </title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menyebut pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith tentang nol deforestasi (zero deforestation) dan &amp;ldquo;COP26 Forest Agreement&amp;rdquo; menyesatkan.
Pasalnya, KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu sedang berjalan sehingga belum ada kesepakatan apapun yang dihasilkan pada 2 November lalu, ketika deklarasi para pemimpin tentang hutan dan penggunaan lahan dirilis oleh Inggris.
BACA JUGA: Pemimpin Dunia Berjanji Akhiri Deforestasi pada 2030
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis, Mahendra menjelaskan bahwa pertemuan yang mendasari lahirnya deklarasi tersebut adalah &amp;ldquo;Leaders Meeting on Forrest and Land Use&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Dalam deklarasi yang dihasilkan itu sama sekali tidak ada terminologi &amp;lsquo;end deforestation by 2030&amp;rsquo; (mengakhiri deforestasi pada 2030&amp;mdash;red),&amp;rdquo; ujar Wamenlu Mahendra.
&amp;ldquo;Dalam menyikapi pernyataan Goldsmith kita harus mawas diri, jangan lengah, dan tidak boleh terpengaruh,&amp;rdquo; kata dia, menambahkan.
Sebaliknya, Mahendra menegaskan bahwa Indonesia akan terus fokus dalam pengelolaan hutan, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan COP maupun dalam leaders meeting pada 2 November.
BACA JUGA: COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara
&amp;ldquo;Apalagi yang diungkapkan Presiden Jokowi tentang upaya dan pengelolaan hutan kita diapresiasi banyak negara karena memberikan hasil konkret,&amp;rdquo; tutur dia.
Lebih lanjut Wamenlu RI menjelaskan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam pencegahan karhutla dan deforestasi.
&amp;ldquo;Jadi ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara di belahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,&amp;rdquo; kata Mahendra.Sebelumnya, Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith mengatakan bahwa telah terkumpul komitmen &amp;ldquo;dari lebih dari 100 negara, yang mewakili lebih dari 85 persen hutan dunia, untuk mengakhiri deforestasi pada 2030&amp;rdquo;.
Pernyataan yang merupakan bagian dari dokumen berjudul &amp;ldquo;COP26 Forest Agreement&amp;rdquo; itu dia unggah melalui Twitter pada 2 November lalu.

This is a turning point for the world&amp;rsquo;s forests. Each part reinforces the other. Now all of us must keep countries, banks, businesses to their promises.
An important moment for our planet.#cop26 pic.twitter.com/wlq8ayd4zU
&amp;mdash; Zac Goldsmith (@ZacGoldsmith) November 2, 2021

Padahal, berdasarkan dokumen deklarasi para pemimpin dunia termasuk Indonesia, yang berkumpul di Glasgow untuk menghadiri KTT tersebut, sama sekali tidak disebutkan pernyataan tentang mengakhiri deforestasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Alih-alih menyebut tentang nol deforestasi, deklarasi tersebut menegaskan komitmen para pemimpin untuk &amp;ldquo;bekerja secara kolektif untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030, sambil mengupayakan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan transformasi pedesaan yang inklusif&amp;rdquo;.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menyebut pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith tentang nol deforestasi (zero deforestation) dan &amp;ldquo;COP26 Forest Agreement&amp;rdquo; menyesatkan.
Pasalnya, KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu sedang berjalan sehingga belum ada kesepakatan apapun yang dihasilkan pada 2 November lalu, ketika deklarasi para pemimpin tentang hutan dan penggunaan lahan dirilis oleh Inggris.
BACA JUGA: Pemimpin Dunia Berjanji Akhiri Deforestasi pada 2030
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis, Mahendra menjelaskan bahwa pertemuan yang mendasari lahirnya deklarasi tersebut adalah &amp;ldquo;Leaders Meeting on Forrest and Land Use&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Dalam deklarasi yang dihasilkan itu sama sekali tidak ada terminologi &amp;lsquo;end deforestation by 2030&amp;rsquo; (mengakhiri deforestasi pada 2030&amp;mdash;red),&amp;rdquo; ujar Wamenlu Mahendra.
&amp;ldquo;Dalam menyikapi pernyataan Goldsmith kita harus mawas diri, jangan lengah, dan tidak boleh terpengaruh,&amp;rdquo; kata dia, menambahkan.
Sebaliknya, Mahendra menegaskan bahwa Indonesia akan terus fokus dalam pengelolaan hutan, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan COP maupun dalam leaders meeting pada 2 November.
BACA JUGA: COP26 Akan Sepakati Hentikan Pemakaian Batu Bara
&amp;ldquo;Apalagi yang diungkapkan Presiden Jokowi tentang upaya dan pengelolaan hutan kita diapresiasi banyak negara karena memberikan hasil konkret,&amp;rdquo; tutur dia.
Lebih lanjut Wamenlu RI menjelaskan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam pencegahan karhutla dan deforestasi.
&amp;ldquo;Jadi ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara di belahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,&amp;rdquo; kata Mahendra.Sebelumnya, Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith mengatakan bahwa telah terkumpul komitmen &amp;ldquo;dari lebih dari 100 negara, yang mewakili lebih dari 85 persen hutan dunia, untuk mengakhiri deforestasi pada 2030&amp;rdquo;.
Pernyataan yang merupakan bagian dari dokumen berjudul &amp;ldquo;COP26 Forest Agreement&amp;rdquo; itu dia unggah melalui Twitter pada 2 November lalu.

This is a turning point for the world&amp;rsquo;s forests. Each part reinforces the other. Now all of us must keep countries, banks, businesses to their promises.
An important moment for our planet.#cop26 pic.twitter.com/wlq8ayd4zU
&amp;mdash; Zac Goldsmith (@ZacGoldsmith) November 2, 2021

Padahal, berdasarkan dokumen deklarasi para pemimpin dunia termasuk Indonesia, yang berkumpul di Glasgow untuk menghadiri KTT tersebut, sama sekali tidak disebutkan pernyataan tentang mengakhiri deforestasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Alih-alih menyebut tentang nol deforestasi, deklarasi tersebut menegaskan komitmen para pemimpin untuk &amp;ldquo;bekerja secara kolektif untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030, sambil mengupayakan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan transformasi pedesaan yang inklusif&amp;rdquo;.
</content:encoded></item></channel></rss>
