<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Indonesia Diguncang 844 Kali Gempa Selama Bulan Oktober</title><description>Daryono mengatakan selama bulan Oktober 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober"/><item><title>BMKG: Indonesia Diguncang 844 Kali Gempa Selama Bulan Oktober</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober-iCU55tP9pl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/337/2497332/bmkg-indonesia-diguncang-844-kali-gempa-selama-bulan-oktober-iCU55tP9pl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dari hasil monitoring selama bulan Oktober 2021 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa sebanyak 844 kali dengan varian magnitudo dan kedalaman.
&amp;ldquo;Hasil monitoring BMKG selama bulan Oktober 2021 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa sebanyak 844 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September sebanyak 805 kali,&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).
Daryono mengatakan selama bulan Oktober 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 (M&amp;lt;5,0) yg terjadi sebanyak 831 kali. Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding bulan September yang terjadi sebanyak 794 kali.
&amp;ldquo;Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M&amp;gt;5,0) selama bulan Oktober 2021 terjadi sebanyak 13 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September yang terjadi 11 kali,&amp;rdquo; papar Daryono.
Selain itu, Daryono mengatakan gempa dengan guncangan dirasakan selama Oktober 2021 terjadi sebanyak 71 kali. &amp;ldquo;Jumlah gempa dirasakan mengalami peningkatan jika dibanding Sept 61 kali. Jumlah gempa dirasakan ini di luar aktivitas gempa swarm yang terjadi di Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya, karena gempa yang terjadi sebagian besar dirasakan warga,&amp;rdquo; katanya.Daryono mengatakan selama Oktober 2021 terjadi 3 kali gempa merusak:  (1) Gempa Karangasem-Bangli M4,8 pd 16 Okt 2021 merusak lbh dr 600  rumah, 3 orang meninggal, bbrp org luka-luka (2) Gempa Blitar-Malang  M5,3 pd 22 Okt 2021 merusak bbrp rumah (3) Gempa swarm  Banyubiru-Ambarawa merusak beberapa rumah warga.
&amp;ldquo;Jumlah gempa merusak meningkat di bulan Oktober 2021 dibandingkan  September yang terjadi satu kali yaitu  Gempa Brebes-Bumiayu magnitudo  3,0 pada 28 September 2021 yang menimbulkan kerusakan sebanyak 19 rumah  warga di wilayah Kecamatan Sirampog, Brebes,&amp;rdquo; paparnya.
Sementara itu, Daryono mengatakan bahwa zona aktif gempa di Wilayah  Indonesia selama bulan Oktober 2021 terdapat di 9 kluster seismisitas.  &amp;ldquo;Sembilan kluster seismisitas itu yakni Aceh-Simeulue, Bengkulu-Lampung,  Jawa Barat, Selatan Yogyakarta-Pacitan, Bali-Lombok-Sumba, Sulawesi  Tengah, Laut Maluku, Ambon-Seram, dan Papua Utara.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dari hasil monitoring selama bulan Oktober 2021 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa sebanyak 844 kali dengan varian magnitudo dan kedalaman.
&amp;ldquo;Hasil monitoring BMKG selama bulan Oktober 2021 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa sebanyak 844 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September sebanyak 805 kali,&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).
Daryono mengatakan selama bulan Oktober 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 (M&amp;lt;5,0) yg terjadi sebanyak 831 kali. Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding bulan September yang terjadi sebanyak 794 kali.
&amp;ldquo;Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M&amp;gt;5,0) selama bulan Oktober 2021 terjadi sebanyak 13 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan September yang terjadi 11 kali,&amp;rdquo; papar Daryono.
Selain itu, Daryono mengatakan gempa dengan guncangan dirasakan selama Oktober 2021 terjadi sebanyak 71 kali. &amp;ldquo;Jumlah gempa dirasakan mengalami peningkatan jika dibanding Sept 61 kali. Jumlah gempa dirasakan ini di luar aktivitas gempa swarm yang terjadi di Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya, karena gempa yang terjadi sebagian besar dirasakan warga,&amp;rdquo; katanya.Daryono mengatakan selama Oktober 2021 terjadi 3 kali gempa merusak:  (1) Gempa Karangasem-Bangli M4,8 pd 16 Okt 2021 merusak lbh dr 600  rumah, 3 orang meninggal, bbrp org luka-luka (2) Gempa Blitar-Malang  M5,3 pd 22 Okt 2021 merusak bbrp rumah (3) Gempa swarm  Banyubiru-Ambarawa merusak beberapa rumah warga.
&amp;ldquo;Jumlah gempa merusak meningkat di bulan Oktober 2021 dibandingkan  September yang terjadi satu kali yaitu  Gempa Brebes-Bumiayu magnitudo  3,0 pada 28 September 2021 yang menimbulkan kerusakan sebanyak 19 rumah  warga di wilayah Kecamatan Sirampog, Brebes,&amp;rdquo; paparnya.
Sementara itu, Daryono mengatakan bahwa zona aktif gempa di Wilayah  Indonesia selama bulan Oktober 2021 terdapat di 9 kluster seismisitas.  &amp;ldquo;Sembilan kluster seismisitas itu yakni Aceh-Simeulue, Bengkulu-Lampung,  Jawa Barat, Selatan Yogyakarta-Pacitan, Bali-Lombok-Sumba, Sulawesi  Tengah, Laut Maluku, Ambon-Seram, dan Papua Utara.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
