<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taliban Pakistan Minta Tahanan Dibebaskan sebagai Syarat Pembicaraan Damai</title><description>Taliban Pakistan menuntut tahanan dibebaskan sebagai syarat pembicaraan damai dengan pemerintah setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai"/><item><title>Taliban Pakistan Minta Tahanan Dibebaskan sebagai Syarat Pembicaraan Damai</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai</guid><pubDate>Minggu 07 November 2021 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai-VvxOZjTVgA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taliban Pakistan (Anadolu via Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/07/18/2497908/taliban-pakistan-minta-tahanan-dibebaskan-sebagai-syarat-pembicaraan-damai-VvxOZjTVgA.jpg</image><title>Taliban Pakistan (Anadolu via Sindonews)</title></images><description>ISLAMABAD - Taliban Pakistan menuntut pemerintah setempat membebaskan tahanan. Hal itu sebagai syarat untuk pembicaraan yang bertujuan meletakkan dasar guna negosiasi gencatan senjata penuh.

Taliban Pakistan, yang juga dikenal sebagai Tehrik-i Taliban Pakistan atau TTP dan terpisah dari Taliban Afghanistan, telah melakukan dua putaran pembicaraan pendahuluan.

&amp;ldquo;Pembicaraan ini difasilitasi oleh Taliban Afghanistan,&amp;rdquo; kata seorang komandan yang berbasis di Provinsi Kunar Afghanistan, dikutip dari Reuters, Sabtu (6/11/2021).

Sumber yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan, Kepala Jaringan Haqqani dan Menteri Dalam Negeri Taliban Afghanistan, Sirajuddin Haqqani, saat ini membantu terlaksananya pembicaraan tersebut. TTP, yang menggabungkan sejumlah kelompok militan telah memerangi pemerintah Pakistan sejak 2007. Kelompok tersebut termasuk daftar organisasi teroris asing Departemen Luar Negeri AS.

Bulan lalu, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan kepada televisi TRT Turki, pemerintah sedang dalam pembicaraan dengan bagian-bagian dari TTP sebagai bagian dari &quot;proses rekonsiliasi&quot;.

&amp;ldquo;Pembebasan para tahanan dimaksudkan sebagai langkah membangun kepercayaan. Namun, hasil pembicaraan masih belum pasti,&amp;rdquo; kata tiga komandan TTP.

Baca Juga : Tertular Covid-19, 'Bapak Bom Nuklir Pakistan' Tutup Usia

&amp;ldquo;Kami tidak terlalu berharap dengan hasil segera dari pembicaraan itu. Tetapi, para pemimpin kami telah menuntut pembebasan tahanan jika mereka tulus dalam negosiasi yang berarti,&amp;rdquo; kata seorang komandan TTP dari Provinsi Kunar, Afghanistan, kepada Reuters.


Tidak ada komentar dari pemerintah Pakistan. Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri dan ISPR, sayap komunikasi Angkatan Bersenjata Pakistan, tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.

Menurut para perunding, kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang mendukung atau menentang proses perdamaian atau menentang satu sama lain, sampai kesepakatan itu ditandatangani dan diumumkan.


Sementara itu, Juru bicara TTP Muhammad Khurasani mengatakan dalam sebuah pesan teks bahwa kelompok itu &quot;tidak pernah menolak pembicaraan yang berarti&quot;, tetapi hingga kini belum ada perkembangan di lapangan.

</description><content:encoded>ISLAMABAD - Taliban Pakistan menuntut pemerintah setempat membebaskan tahanan. Hal itu sebagai syarat untuk pembicaraan yang bertujuan meletakkan dasar guna negosiasi gencatan senjata penuh.

Taliban Pakistan, yang juga dikenal sebagai Tehrik-i Taliban Pakistan atau TTP dan terpisah dari Taliban Afghanistan, telah melakukan dua putaran pembicaraan pendahuluan.

&amp;ldquo;Pembicaraan ini difasilitasi oleh Taliban Afghanistan,&amp;rdquo; kata seorang komandan yang berbasis di Provinsi Kunar Afghanistan, dikutip dari Reuters, Sabtu (6/11/2021).

Sumber yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan, Kepala Jaringan Haqqani dan Menteri Dalam Negeri Taliban Afghanistan, Sirajuddin Haqqani, saat ini membantu terlaksananya pembicaraan tersebut. TTP, yang menggabungkan sejumlah kelompok militan telah memerangi pemerintah Pakistan sejak 2007. Kelompok tersebut termasuk daftar organisasi teroris asing Departemen Luar Negeri AS.

Bulan lalu, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan kepada televisi TRT Turki, pemerintah sedang dalam pembicaraan dengan bagian-bagian dari TTP sebagai bagian dari &quot;proses rekonsiliasi&quot;.

&amp;ldquo;Pembebasan para tahanan dimaksudkan sebagai langkah membangun kepercayaan. Namun, hasil pembicaraan masih belum pasti,&amp;rdquo; kata tiga komandan TTP.

Baca Juga : Tertular Covid-19, 'Bapak Bom Nuklir Pakistan' Tutup Usia

&amp;ldquo;Kami tidak terlalu berharap dengan hasil segera dari pembicaraan itu. Tetapi, para pemimpin kami telah menuntut pembebasan tahanan jika mereka tulus dalam negosiasi yang berarti,&amp;rdquo; kata seorang komandan TTP dari Provinsi Kunar, Afghanistan, kepada Reuters.


Tidak ada komentar dari pemerintah Pakistan. Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri dan ISPR, sayap komunikasi Angkatan Bersenjata Pakistan, tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.

Menurut para perunding, kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang mendukung atau menentang proses perdamaian atau menentang satu sama lain, sampai kesepakatan itu ditandatangani dan diumumkan.


Sementara itu, Juru bicara TTP Muhammad Khurasani mengatakan dalam sebuah pesan teks bahwa kelompok itu &quot;tidak pernah menolak pembicaraan yang berarti&quot;, tetapi hingga kini belum ada perkembangan di lapangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
