<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KTT COP26, Pemerintah Sebut Negara-Negara Dunia Sepakat Lanjutkan Perjanjian Paris</title><description>Kemajuan yang dimaksud adalah telah disepakatinya prosedur dan teks/narasi untuk membahas isu-isu krusial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris"/><item><title>KTT COP26, Pemerintah Sebut Negara-Negara Dunia Sepakat Lanjutkan Perjanjian Paris</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris</guid><pubDate>Minggu 07 November 2021 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris-Y29QG75QUu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen PPI KLHK di Glasgow (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/07/337/2498037/ktt-cop26-pemerintah-sebut-negara-negara-dunia-sepakat-lanjutkan-perjanjian-paris-Y29QG75QUu.jpg</image><title>Dirjen PPI KLHK di Glasgow (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanthi, MA, mengungkapkan, ada kemajuan besar dalam pelaksanaan Conference of the Parties atau COP26 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB yang diselenggarakan di Glasgow, Inggris Raya mulai 31 Oktober hingga 12 November.

Kemajuan yang dimaksud adalah telah disepakatinya prosedur dan teks/narasi untuk membahas isu-isu krusial.

&amp;ldquo;Ini suatu kemajuan besar, karena biasanya dalam forum seperti ini, dalam seminggu belum selesai, bagaimana pendekatan dan basis teksnya. Ini sutau kemajuan dalam konteks negosiasi dalam 2-3 hari pertama. Selanjutnya proses negosiasi tengah berlangsung,&amp;rdquo; ungkap Laksmi dalam pernyataan tertulis mengenai perkembangan COP26 dari   Glasgow.

Karena agenda-agenda prosedural  sudah selesai dibahas dan sudah ada teks dasar untuk dinegosiasikan, maka kita negosiasi dengan bahan yang sama. Kemarin, isu krusial sudah tercapai kesepakatan bagaimana mereka akan menegosiasikan dan basis teks apa yang akan dibahas dalam proses negosiasi.

Berdasarkan hal itu, meeting selanjutnya, para negosiator sudah mulai  melakukan negosiasi secara aktif dengan prosedur dan basis teks/narasi  yang memang sudah disepakati.

Diungkapkan Laksmi, semua agenda-agenda krusial negosiasi sudah dibahas. Di awal dua tiga hari pertama, dibahas isu proses prosedural , sebab di masing-masing  sudah ditentukan siapa yang menjadi ketua dan juga wakil ketua atau fasilitator dan mereka sudah mendiskusikan.

Misalnya, isu adaptasi, bagaimana krusial itu selsai dibaas  pendekatannya , apakah dilakukan pertemuan &amp;ndash;pertemuan informal dahulu  atau langsung pertemuan formal.

Ini langkah awal sudah diselesaikan, basis teks dan prosedr sudah ada  dan diharapkan negosiasi lebih baik dan efektif. &amp;ldquo;Memang hasilnya belum  dapat dikatakan bagaimana, karena proses negosiasi tengah berlangsung.  Dan ini negosiasi akanberjalan dengan baik,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Dirjen PPI Laksmi Dhewanthi, negosiator Indonesia  sudah  menyampaikan apa yang menjadi harapan Indonesia, ekspektasinya seperti   apa  dan posisi Indonesia sudah disampaikan dan sudah terefleksikan  dalam perkembangan  di COP 26 ini.

&amp;ldquo;Jadi kita melihat basis teksnya apa yang kita butuhkan untuk  negosiasi, kemudian prosedurnya juga kita sampaikan apa yang menjadi  keinginan Indonesia,&amp;rdquo; tandas Laksmi

Dikemukakan Laksmi Dewanthi, delegasi Indonesia membagi  12 kelompok  negosiasi. Sebab selain isu-isu krusial juga ada isu-isu lain yang perlu  dinegosiasikan. Dalam satu kelompok negosiasi, terdapat rata-rata 2-3  orang . Ada juga satu kelompok negosiasi yang terdiri atas 4-5 orang.  dari unsur kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanthi, MA, mengungkapkan, ada kemajuan besar dalam pelaksanaan Conference of the Parties atau COP26 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB yang diselenggarakan di Glasgow, Inggris Raya mulai 31 Oktober hingga 12 November.

Kemajuan yang dimaksud adalah telah disepakatinya prosedur dan teks/narasi untuk membahas isu-isu krusial.

&amp;ldquo;Ini suatu kemajuan besar, karena biasanya dalam forum seperti ini, dalam seminggu belum selesai, bagaimana pendekatan dan basis teksnya. Ini sutau kemajuan dalam konteks negosiasi dalam 2-3 hari pertama. Selanjutnya proses negosiasi tengah berlangsung,&amp;rdquo; ungkap Laksmi dalam pernyataan tertulis mengenai perkembangan COP26 dari   Glasgow.

Karena agenda-agenda prosedural  sudah selesai dibahas dan sudah ada teks dasar untuk dinegosiasikan, maka kita negosiasi dengan bahan yang sama. Kemarin, isu krusial sudah tercapai kesepakatan bagaimana mereka akan menegosiasikan dan basis teks apa yang akan dibahas dalam proses negosiasi.

Berdasarkan hal itu, meeting selanjutnya, para negosiator sudah mulai  melakukan negosiasi secara aktif dengan prosedur dan basis teks/narasi  yang memang sudah disepakati.

Diungkapkan Laksmi, semua agenda-agenda krusial negosiasi sudah dibahas. Di awal dua tiga hari pertama, dibahas isu proses prosedural , sebab di masing-masing  sudah ditentukan siapa yang menjadi ketua dan juga wakil ketua atau fasilitator dan mereka sudah mendiskusikan.

Misalnya, isu adaptasi, bagaimana krusial itu selsai dibaas  pendekatannya , apakah dilakukan pertemuan &amp;ndash;pertemuan informal dahulu  atau langsung pertemuan formal.

Ini langkah awal sudah diselesaikan, basis teks dan prosedr sudah ada  dan diharapkan negosiasi lebih baik dan efektif. &amp;ldquo;Memang hasilnya belum  dapat dikatakan bagaimana, karena proses negosiasi tengah berlangsung.  Dan ini negosiasi akanberjalan dengan baik,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Dirjen PPI Laksmi Dhewanthi, negosiator Indonesia  sudah  menyampaikan apa yang menjadi harapan Indonesia, ekspektasinya seperti   apa  dan posisi Indonesia sudah disampaikan dan sudah terefleksikan  dalam perkembangan  di COP 26 ini.

&amp;ldquo;Jadi kita melihat basis teksnya apa yang kita butuhkan untuk  negosiasi, kemudian prosedurnya juga kita sampaikan apa yang menjadi  keinginan Indonesia,&amp;rdquo; tandas Laksmi

Dikemukakan Laksmi Dewanthi, delegasi Indonesia membagi  12 kelompok  negosiasi. Sebab selain isu-isu krusial juga ada isu-isu lain yang perlu  dinegosiasikan. Dalam satu kelompok negosiasi, terdapat rata-rata 2-3  orang . Ada juga satu kelompok negosiasi yang terdiri atas 4-5 orang.  dari unsur kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan.
</content:encoded></item></channel></rss>
