<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karhutla Menurun 98,47% Tahun Ini, Ternyata Semuanya Bermula Usai Tragedi 2015</title><description>Jumlah hotspot tahun 2021 jika dibandingkan pada 2015 terjadi penurunan 98,47 persen</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015"/><item><title>Karhutla Menurun 98,47% Tahun Ini, Ternyata Semuanya Bermula Usai Tragedi 2015</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015</guid><pubDate>Minggu 07 November 2021 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015-tFlySBQmpf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/07/337/2498131/karhutla-menurun-98-47-tahun-ini-ternyata-semuanya-bermula-usai-tragedi-2015-tFlySBQmpf.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perubahan kebijakan dalam penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2016  dari semula dengan pendekatan pemadaman menjadi pencegahan, telah berhasil menurunkan jumlah karhutla dan hotspot yang sangat siginifikan.

Jumlah hotspot tahun 2021 jika dibandingkan pada 2015 terjadi penurunan 98,47 persen atau turun sebanyak 87.845 titik hotspot. Sedangkan penurunan karhutla juga sangat drastis, dari 2,6 juta ha pada 2015, menjadi 229 ribu ha ada Oktober 2021.

Sebelumnya, penanganan kebakaran hutan sebelum 2015 lebih fokus pada penanggulangan/ pemadaman. Begitu juga penegakan hukum masih belum intensif dan data peringatan dan deteksi dini belum terkoordinir dan terintegrasi, termasuk data luas karhutla.

Posko siaga Satgas Daerah belum terlalu diintensifkan. Selanjutnya, pengerahan dana DSP oleh BNPB hanya bisa pada saat tanggap darurat tidak bisa untuk siaga darurat. Juga patroli udara dan pemadaman udara belum terlalu intensif.  Pada periode ini belum dilaksanakan pencegahan dengan operasi  TMC dan  sinergi penanganan karhutla belum berjalan baik. Saat itu belum dibentuk Masyarakat Peduli Api Berkesadaran Hukum (MPA &amp;ndash; Paralegal).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNS8xLzEzOTE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Sejak 2016, setelah karhutla yang besar di tahun 2015, kita melakukan pendekatan pencegahan dengan serangkaian perubahan dalam perencanaan, sumber daya manusia, penganggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pelibatan para pihak atau stake holder, dan pelibatan masyarakat d tingkat tapak atau desa,&amp;rdquo; ungkap Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bidang Manajemen Landscape Fire , Raffles, B. Panjaitan dalam keterangan tertulis dari arena COP 26, Glasgow, Inggris, Minggu (7/11/2021).

Raffles mengatakan, sebelum 2016 tidak pernah dilakukan  pencegahan di tingkat tapak atau desa. Dengan strategi pencegahan  mulai di tingkat tapak /desa dan kita memiliki database potensi karhutla di 13 provinsi rawan karhutla (bekerja sama dengan Kementerian Desa maka penanganan karhutla jadi lebih efektif.

Mantan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2013-2019 ini  lebih lanjut mengatakan,  menajemen pengendalian karhutla selama periode  2016-2021 dilakukan di tingkat tapak dengan Patroli Terpadu, patroli  Rutin , Patroli Mandiri, dengan para Babinkamtibmas (Polri) , BABINSA  (TNI)menggandeng organisasi keagamaan dalam kampanye pencegahan  karhutla, koordinasi dan komunikasi intensif antar stake holde, dan  pelaksanaan operasi TMC

&amp;ldquo;Untuk Penanggulangan saat terjadi karhutla, dilakukan monitoring dan  deteksi dini groundcheck hotspot, pemadaman darat, pemadaman udara.  Sedangkan penanganan pasca karhutla dilakukan dengan penghitungan luas  areal terbakar dan emisi karhutla, kemudian  penegakan hukum oleh KLHK  dan Polri, &amp;rdquo; ujar Raffles.

Lebih lanjut Raffles menjelaskan langkah besar yang dilakukan sejak  2016 juga meluncurkan aplikasi kebakaran dini hutan bernama SiPongi.  Aplikasi tersebut bisa dilihat dalam laman web  http://sipongi.menlhk.go.id/ guna meminimalisasi bencana tersebut, pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

SiPongi bertujuan untuk mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan  karhutla dengan lebih cepat sehingga bencana tersebut dapat dikurangi.  Ini membantu pemerintah mengurangi titik api yang berpotensi menyumbang  karbon.

Sebelumnya laporan karhutla hanya via email. Pada kesempatan acara tanggal 4 November lalu, Kepolisian Republik  Indonesia juga menyampaikan kedunia bahwa  sistem monitoring hotspots  dengan program &quot;ASAP&quot; yang di Wakapolri melalui Keynote Speech pada  pembukaan acara dan materi yang disampaikan oleh Kapolda Jambi mendukung  semua upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Diungkapkan Raffles, sejak 2016, Menteri LHK mengeluarkan Surat  Keputusan MENLHK No. 32 tahun 2016 (SE) yang berisi setiap perusahana  harus mempunyai divisi atau brigade khusus yang bertugas melakukan  pencegahan dan pengendalian karhutla dan kita membantu melatih mereka.

&amp;ldquo;Kementerian lain  juga bergerak. Setiap tahun Presiden memberikan  arahan pada gubernur, kapolda, pangdam, danrem, Kapolres di setiap  provinsi rawan karhutla (13 Propinsi) tentang  bagaimana melakukan  pengendalian karhutla. Dengan demikian penanganan karhutla dilakukan  terpadu.

Sebagai tenaga ahli Menteri LHK Bidang Manajamen Lancape Fire dan  telah bekerja di Kementerian LHK selama 35 tahun, Raffles Panjaitan  menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir ini ada kebijakan Menteri LHK yang  ikut membuat karhutla menurun drastis yakni pertama, analisis iklim dan  langkah-langkah yang kegiatannya melakukan monitoring cuaca dan analisis  wilayah potensi karhutla dan modifikasi cuaca.

Kedua, pengendalian terpadu, seperti pemerintah Daerah   (Gubernur/bupati melakukan deteksi dini karhutla di daerah dan segera  melakukan pemadaman. Ketiga, pengelolaan landscape, sebab Indonesia  banyak sumber mineral dan gambut. Di gambut inilah dilakukan perubahan  regulasi agar penanganan masalah gambut lebih efektif.

Semua keberhasilan pecegahan dan pengendalian karhutla ini, juta  telah dipaparkan Raffles di forum COP 26 di Glasgow, Inggris . semua ini  untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sangat serius dalam upaya  pengendalian perubahan iklim.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perubahan kebijakan dalam penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2016  dari semula dengan pendekatan pemadaman menjadi pencegahan, telah berhasil menurunkan jumlah karhutla dan hotspot yang sangat siginifikan.

Jumlah hotspot tahun 2021 jika dibandingkan pada 2015 terjadi penurunan 98,47 persen atau turun sebanyak 87.845 titik hotspot. Sedangkan penurunan karhutla juga sangat drastis, dari 2,6 juta ha pada 2015, menjadi 229 ribu ha ada Oktober 2021.

Sebelumnya, penanganan kebakaran hutan sebelum 2015 lebih fokus pada penanggulangan/ pemadaman. Begitu juga penegakan hukum masih belum intensif dan data peringatan dan deteksi dini belum terkoordinir dan terintegrasi, termasuk data luas karhutla.

Posko siaga Satgas Daerah belum terlalu diintensifkan. Selanjutnya, pengerahan dana DSP oleh BNPB hanya bisa pada saat tanggap darurat tidak bisa untuk siaga darurat. Juga patroli udara dan pemadaman udara belum terlalu intensif.  Pada periode ini belum dilaksanakan pencegahan dengan operasi  TMC dan  sinergi penanganan karhutla belum berjalan baik. Saat itu belum dibentuk Masyarakat Peduli Api Berkesadaran Hukum (MPA &amp;ndash; Paralegal).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNS8xLzEzOTE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Sejak 2016, setelah karhutla yang besar di tahun 2015, kita melakukan pendekatan pencegahan dengan serangkaian perubahan dalam perencanaan, sumber daya manusia, penganggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pelibatan para pihak atau stake holder, dan pelibatan masyarakat d tingkat tapak atau desa,&amp;rdquo; ungkap Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bidang Manajemen Landscape Fire , Raffles, B. Panjaitan dalam keterangan tertulis dari arena COP 26, Glasgow, Inggris, Minggu (7/11/2021).

Raffles mengatakan, sebelum 2016 tidak pernah dilakukan  pencegahan di tingkat tapak atau desa. Dengan strategi pencegahan  mulai di tingkat tapak /desa dan kita memiliki database potensi karhutla di 13 provinsi rawan karhutla (bekerja sama dengan Kementerian Desa maka penanganan karhutla jadi lebih efektif.

Mantan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2013-2019 ini  lebih lanjut mengatakan,  menajemen pengendalian karhutla selama periode  2016-2021 dilakukan di tingkat tapak dengan Patroli Terpadu, patroli  Rutin , Patroli Mandiri, dengan para Babinkamtibmas (Polri) , BABINSA  (TNI)menggandeng organisasi keagamaan dalam kampanye pencegahan  karhutla, koordinasi dan komunikasi intensif antar stake holde, dan  pelaksanaan operasi TMC

&amp;ldquo;Untuk Penanggulangan saat terjadi karhutla, dilakukan monitoring dan  deteksi dini groundcheck hotspot, pemadaman darat, pemadaman udara.  Sedangkan penanganan pasca karhutla dilakukan dengan penghitungan luas  areal terbakar dan emisi karhutla, kemudian  penegakan hukum oleh KLHK  dan Polri, &amp;rdquo; ujar Raffles.

Lebih lanjut Raffles menjelaskan langkah besar yang dilakukan sejak  2016 juga meluncurkan aplikasi kebakaran dini hutan bernama SiPongi.  Aplikasi tersebut bisa dilihat dalam laman web  http://sipongi.menlhk.go.id/ guna meminimalisasi bencana tersebut, pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

SiPongi bertujuan untuk mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan  karhutla dengan lebih cepat sehingga bencana tersebut dapat dikurangi.  Ini membantu pemerintah mengurangi titik api yang berpotensi menyumbang  karbon.

Sebelumnya laporan karhutla hanya via email. Pada kesempatan acara tanggal 4 November lalu, Kepolisian Republik  Indonesia juga menyampaikan kedunia bahwa  sistem monitoring hotspots  dengan program &quot;ASAP&quot; yang di Wakapolri melalui Keynote Speech pada  pembukaan acara dan materi yang disampaikan oleh Kapolda Jambi mendukung  semua upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Diungkapkan Raffles, sejak 2016, Menteri LHK mengeluarkan Surat  Keputusan MENLHK No. 32 tahun 2016 (SE) yang berisi setiap perusahana  harus mempunyai divisi atau brigade khusus yang bertugas melakukan  pencegahan dan pengendalian karhutla dan kita membantu melatih mereka.

&amp;ldquo;Kementerian lain  juga bergerak. Setiap tahun Presiden memberikan  arahan pada gubernur, kapolda, pangdam, danrem, Kapolres di setiap  provinsi rawan karhutla (13 Propinsi) tentang  bagaimana melakukan  pengendalian karhutla. Dengan demikian penanganan karhutla dilakukan  terpadu.

Sebagai tenaga ahli Menteri LHK Bidang Manajamen Lancape Fire dan  telah bekerja di Kementerian LHK selama 35 tahun, Raffles Panjaitan  menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir ini ada kebijakan Menteri LHK yang  ikut membuat karhutla menurun drastis yakni pertama, analisis iklim dan  langkah-langkah yang kegiatannya melakukan monitoring cuaca dan analisis  wilayah potensi karhutla dan modifikasi cuaca.

Kedua, pengendalian terpadu, seperti pemerintah Daerah   (Gubernur/bupati melakukan deteksi dini karhutla di daerah dan segera  melakukan pemadaman. Ketiga, pengelolaan landscape, sebab Indonesia  banyak sumber mineral dan gambut. Di gambut inilah dilakukan perubahan  regulasi agar penanganan masalah gambut lebih efektif.

Semua keberhasilan pecegahan dan pengendalian karhutla ini, juta  telah dipaparkan Raffles di forum COP 26 di Glasgow, Inggris . semua ini  untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sangat serius dalam upaya  pengendalian perubahan iklim.
</content:encoded></item></channel></rss>
