<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masa Tunggu Haji di Indonesia Ada yang Sampai 40 Tahun</title><description>perjalanan haji tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 membuat masa tunggu kian lama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun"/><item><title>Masa Tunggu Haji di Indonesia Ada yang Sampai 40 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun</guid><pubDate>Senin 08 November 2021 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun-S2KFieyaIv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/08/337/2498187/masa-tunggu-haji-di-indonesia-ada-yang-sampai-40-tahun-S2KFieyaIv.jpg</image><title>Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perjalanan umrah di masa pandemi Covid-19 jika berjalan lancar jadi modal besar bagi Indonesia untuk bisa melobi pemerintah Arab Saudi memberikan kuota haji pada tahun depan.
Sebab, perjalanan haji tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 membuat masa tunggu kian lama.
&quot;Karena kita juga memikirkan jamaah kita yang antreannya, yang masa tunggu 5 juta lebih orang Indonesia yang saat ini antre untuk mendapatkan jadwal keberangkatan haji. Ada yang 30 tahun, ada yang 25 tahun, ada yang 35 tahun, ada yang 40 tahun  dan lain-lain,&quot; kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam Special Dialogue Okezone dengan Tema Menanti Kepastian Haji dan Umrah, Bagaimana Selanjutnya?
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wOC8xLzE0MTQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski demikian, Hilman mengaku hingga saat ini keputusan penyelenggaran haji maupun kuota  haji masih menjadi ranah pemerintah Arab Saudi.
&quot;Jadi kuota ini mereka yang akan umumkan. Jadi kapasitas di Saudinya bisa nampung berapa, dia akan ngasih pada pemerintah Indonesia jatahnya sekian. Baru dari situ dan itu bentuknya kontrak,&quot; katanya.Hal ini juga berlaku bagi penyelenggaran ibadah umrah yang di mana  masih menunggu aturan resmi dari Arab Saudi. &quot;Yang jelas bukan &amp;lsquo;eh nanti  bawa 100 ribu, 200 ribu jamaah bukan gitu&amp;rsquo;. Tapi memang ada maklumatnya  ada keterangan resmi, terhadap umrah pun kita kan belum mendapatkan  informasi resmi terbaru,&quot; ungkapnya.
&quot;Baru dibuka &amp;lsquo;eh kita mau buka lho, siap-siap ya&amp;rsquo; kan baru gitu ya, nah kita siap-siap,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perjalanan umrah di masa pandemi Covid-19 jika berjalan lancar jadi modal besar bagi Indonesia untuk bisa melobi pemerintah Arab Saudi memberikan kuota haji pada tahun depan.
Sebab, perjalanan haji tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 membuat masa tunggu kian lama.
&quot;Karena kita juga memikirkan jamaah kita yang antreannya, yang masa tunggu 5 juta lebih orang Indonesia yang saat ini antre untuk mendapatkan jadwal keberangkatan haji. Ada yang 30 tahun, ada yang 25 tahun, ada yang 35 tahun, ada yang 40 tahun  dan lain-lain,&quot; kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam Special Dialogue Okezone dengan Tema Menanti Kepastian Haji dan Umrah, Bagaimana Selanjutnya?
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wOC8xLzE0MTQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski demikian, Hilman mengaku hingga saat ini keputusan penyelenggaran haji maupun kuota  haji masih menjadi ranah pemerintah Arab Saudi.
&quot;Jadi kuota ini mereka yang akan umumkan. Jadi kapasitas di Saudinya bisa nampung berapa, dia akan ngasih pada pemerintah Indonesia jatahnya sekian. Baru dari situ dan itu bentuknya kontrak,&quot; katanya.Hal ini juga berlaku bagi penyelenggaran ibadah umrah yang di mana  masih menunggu aturan resmi dari Arab Saudi. &quot;Yang jelas bukan &amp;lsquo;eh nanti  bawa 100 ribu, 200 ribu jamaah bukan gitu&amp;rsquo;. Tapi memang ada maklumatnya  ada keterangan resmi, terhadap umrah pun kita kan belum mendapatkan  informasi resmi terbaru,&quot; ungkapnya.
&quot;Baru dibuka &amp;lsquo;eh kita mau buka lho, siap-siap ya&amp;rsquo; kan baru gitu ya, nah kita siap-siap,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
