<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Anjing yang Enggan Tinggalkan Makam Pemiliknya</title><description>Foto-foto mengharukan menunjukkan Fero tetap setia di makam pemiliknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya"/><item><title>Kisah Anjing yang Enggan Tinggalkan Makam Pemiliknya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya</guid><pubDate>Selasa 09 November 2021 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Vanessa Nathania</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya-092LzEFA9Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anjing ini enggan meninggalkan makam pemiliknya (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/09/18/2499190/kisah-anjing-yang-enggan-tinggalkan-makam-pemiliknya-092LzEFA9Z.jpg</image><title>Anjing ini enggan meninggalkan makam pemiliknya (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>TURKI - Anjing jenis German shepherd, Fero menolak untuk beranjak dari makam pemiliknya, Omer, sejak kematiannya seminggu yang lalu. Seorang penyayang binatang ini telah merawat anjing itu selama 11 tahun sebelum akhirnya meninggal di Turki.

Foto-foto mengharukan menunjukkan Fero tetap setia di makam pemiliknya. Sejak kehilangan istrinya sekitar 12 tahun yang lalu, Omer Guven pindah ke distrik Kaymakli di provinsi Trabzon, Turki utara.

Menurut situs berita Olay53, di sanalah dia mulai merawat kucing dan anjing liar,

Dia sangat dihormati dan dianggap sebagai penyayang binatang oleh orang-orang di sekitarnya. Omer pertama kali mulai merawat anak anjing German shepherd 11 tahun yang lalu, dan menamakannya 'Fero'. Sejak saat itu, cinta antara keduanya tumbuh selama bertahun-tahun.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Umumkan Kematian Anjing Kesayangannya&amp;nbsp;
Namun pada 29 Oktober lalu, Omer jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit (RS), dia meninggal pada usia 92 tahun. Anjingnya yang setia terus menjaga peti mati sampai pemakaman keesokan harinya.

Setelah menghadiri pemakaman, Fero memilih berbaring di kuburan pemiliknya dan menolak untuk berpindah tempat, Fero juga terlihat sering menggosok kepalanya di tanah.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Boji, Anjing yang Hobi Naik Angkutan Umum dan Jadi Idola Masyarakat
Putri Omer, Sevilay Surul mengungkapkan bahwa ayahnya mencintai semua jenis binatang.
&quot;Ayah saya sangat mencintai Fero,&amp;rdquo; terang sang putri.
&quot;Fero juga memiliki cinta yang luar biasa untuk ayah saya. Dia sangat sedih atas kepergian ayah saya,&amp;rdquo; lanjutnya.



&quot;Dia tidak makan atau tidur selama dua hari. Ayah saya mencintai semua hewan dan memeliharanya, tetapi dia memiliki ikatan khusus dengan Fero,&amp;rdquo; ujarnya.



Putri Omer lainnya, Sevil Guven mengatakan ayahnya adalah orang ceria yang mencintai manusia dan hewan. &amp;ldquo;Fero datang ke desa sebagai anjing liar. Dia mengadopsi Fero dan sangat mencintainya,&amp;rdquo; jelasnya.



Pemimpin komunitas Kaymakli Temel Yilmaz mengatakan jika Omer sangat peduli dengan hewan. &amp;ldquo;Fero sangat terpukul ketika dia meninggal. Kami bahkan melihat air mata mengalir dari mata Fero,&amp;rdquo; ungkapnya.



</description><content:encoded>TURKI - Anjing jenis German shepherd, Fero menolak untuk beranjak dari makam pemiliknya, Omer, sejak kematiannya seminggu yang lalu. Seorang penyayang binatang ini telah merawat anjing itu selama 11 tahun sebelum akhirnya meninggal di Turki.

Foto-foto mengharukan menunjukkan Fero tetap setia di makam pemiliknya. Sejak kehilangan istrinya sekitar 12 tahun yang lalu, Omer Guven pindah ke distrik Kaymakli di provinsi Trabzon, Turki utara.

Menurut situs berita Olay53, di sanalah dia mulai merawat kucing dan anjing liar,

Dia sangat dihormati dan dianggap sebagai penyayang binatang oleh orang-orang di sekitarnya. Omer pertama kali mulai merawat anak anjing German shepherd 11 tahun yang lalu, dan menamakannya 'Fero'. Sejak saat itu, cinta antara keduanya tumbuh selama bertahun-tahun.
Baca juga:&amp;nbsp;Biden Umumkan Kematian Anjing Kesayangannya&amp;nbsp;
Namun pada 29 Oktober lalu, Omer jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit (RS), dia meninggal pada usia 92 tahun. Anjingnya yang setia terus menjaga peti mati sampai pemakaman keesokan harinya.

Setelah menghadiri pemakaman, Fero memilih berbaring di kuburan pemiliknya dan menolak untuk berpindah tempat, Fero juga terlihat sering menggosok kepalanya di tanah.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Boji, Anjing yang Hobi Naik Angkutan Umum dan Jadi Idola Masyarakat
Putri Omer, Sevilay Surul mengungkapkan bahwa ayahnya mencintai semua jenis binatang.
&quot;Ayah saya sangat mencintai Fero,&amp;rdquo; terang sang putri.
&quot;Fero juga memiliki cinta yang luar biasa untuk ayah saya. Dia sangat sedih atas kepergian ayah saya,&amp;rdquo; lanjutnya.



&quot;Dia tidak makan atau tidur selama dua hari. Ayah saya mencintai semua hewan dan memeliharanya, tetapi dia memiliki ikatan khusus dengan Fero,&amp;rdquo; ujarnya.



Putri Omer lainnya, Sevil Guven mengatakan ayahnya adalah orang ceria yang mencintai manusia dan hewan. &amp;ldquo;Fero datang ke desa sebagai anjing liar. Dia mengadopsi Fero dan sangat mencintainya,&amp;rdquo; jelasnya.



Pemimpin komunitas Kaymakli Temel Yilmaz mengatakan jika Omer sangat peduli dengan hewan. &amp;ldquo;Fero sangat terpukul ketika dia meninggal. Kami bahkan melihat air mata mengalir dari mata Fero,&amp;rdquo; ungkapnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
