<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saat Imam Masjidil Haram Ditangkap karena Kritik Kebijakan Kerajaan</title><description>Penangkapan itu diungkap kelompok aktivis Prisoners of Conscience.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan"/><item><title>Saat Imam Masjidil Haram Ditangkap karena Kritik Kebijakan Kerajaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan</guid><pubDate>Rabu 10 November 2021 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan-edCTAo32KY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sheikh Saleh Althalib (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/10/18/2499846/saat-imam-masjidil-haram-ditangkap-karena-kritik-kebijakan-kerajaan-edCTAo32KY.jpg</image><title>Sheikh Saleh Althalib (Foto: Youtube)</title></images><description>RIYADH - Penangkapan Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib oleh otoritas Arab Saudi pada 2018 mengejutkan banyak orang di penjuru dunia. Penangkapan itu diungkap kelompok aktivis Prisoners of Conscience.

Prisoners of Conscience merupakan kelompok yang memantau dan mendokumentasikan penangkapan para pengkhotbah dan ulama Arab Saudi.

Penangkapan itu terjadi pada 19 Agustus 2018. Sheikh Saleh al-Thalib ditangkap setelah menyampaikan dakwah yang mengkritik acara publik yang mencampurkan kaum wanita dan pria.

Media Timur Tengah, Khaleej melaporkan bahwa dalam ceramahnya, Thalib mencemooh pembauran lelaki dan perempuan yang bukan muhrim dalam konser dan acara hiburan lainnya.

Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap Kerajaan Arab Saudi, namun kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan aturan mengenai kehadiran wanita di acara publik.

Beberapa saat setelah penangkapan Sheikh Saleh al-Thalib, akun Twitternya yang berbahasa Arab dan Inggris telah dinonaktifkan.

&quot;Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Thalib, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!&quot; tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en saat itu.


Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang  berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, &quot;Pihak kerajaan  melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian.&quot;

&quot;Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara,  bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini  tidak aman,&quot; ujar dia, yang dilansir Kamis (23/8/2018).

Sejak Mohammad bin Salman, juga dikenal sebagai MBS, menjadi Putra  Mahkota Saudi pada Juni 2017, puluhan imam, aktivis hak-hak perempuan  dan anggota keluarga kerajaan telah ditahan.

Di antara mereka yang ditangkap adalah ulama Islam terkemuka Salman  al-Awdah, Awad al-Qarni, Farhan al-Malki, Mostafa Hassan dan Safar  al-Hawali.

Al-Awdah dan al-Qarni, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial,  ditangkap September 2017 dan dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul  Muslimin, kelompok yang dinyatakan Arab Saudi sebagai organisasi  teroris.

Sedangkan al-Hawali ditahan setelah menerbitkan buku setebal 3.000  halaman yang menyerang bin Salman dan keluarga kerajaan yang berkuasa  atas hubungan mereka dengan Israel. Dia menyebutnya sebagai  pengkhianatan.

Awal tahun 2018, Mohammad bin Salman melunakkan sikap kerajaan  terhadap Israel dengan mengatakan kepada majalah Atlantic yang berbasis  di Amerika Serikat bahwa, &quot;Israel memiliki hak atas tanah mereka sendiri  dan ada banyak kepentingan yang kami (Arab Saudi) bagikan dengan  Israel.&quot;

Pada Maret 2018, Riyadh memberikan izin operator penerbangan nasional  India untuk menggunakan wilayah udaranya untuk mengoperasikan  pesawatnya terbang langsung antara New Delhi dan Tel Aviv dengan  melewati wilayah udara Saudi.
</description><content:encoded>RIYADH - Penangkapan Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib oleh otoritas Arab Saudi pada 2018 mengejutkan banyak orang di penjuru dunia. Penangkapan itu diungkap kelompok aktivis Prisoners of Conscience.

Prisoners of Conscience merupakan kelompok yang memantau dan mendokumentasikan penangkapan para pengkhotbah dan ulama Arab Saudi.

Penangkapan itu terjadi pada 19 Agustus 2018. Sheikh Saleh al-Thalib ditangkap setelah menyampaikan dakwah yang mengkritik acara publik yang mencampurkan kaum wanita dan pria.

Media Timur Tengah, Khaleej melaporkan bahwa dalam ceramahnya, Thalib mencemooh pembauran lelaki dan perempuan yang bukan muhrim dalam konser dan acara hiburan lainnya.

Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap Kerajaan Arab Saudi, namun kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan aturan mengenai kehadiran wanita di acara publik.

Beberapa saat setelah penangkapan Sheikh Saleh al-Thalib, akun Twitternya yang berbahasa Arab dan Inggris telah dinonaktifkan.

&quot;Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Thalib, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!&quot; tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en saat itu.


Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang  berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, &quot;Pihak kerajaan  melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian.&quot;

&quot;Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara,  bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini  tidak aman,&quot; ujar dia, yang dilansir Kamis (23/8/2018).

Sejak Mohammad bin Salman, juga dikenal sebagai MBS, menjadi Putra  Mahkota Saudi pada Juni 2017, puluhan imam, aktivis hak-hak perempuan  dan anggota keluarga kerajaan telah ditahan.

Di antara mereka yang ditangkap adalah ulama Islam terkemuka Salman  al-Awdah, Awad al-Qarni, Farhan al-Malki, Mostafa Hassan dan Safar  al-Hawali.

Al-Awdah dan al-Qarni, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial,  ditangkap September 2017 dan dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul  Muslimin, kelompok yang dinyatakan Arab Saudi sebagai organisasi  teroris.

Sedangkan al-Hawali ditahan setelah menerbitkan buku setebal 3.000  halaman yang menyerang bin Salman dan keluarga kerajaan yang berkuasa  atas hubungan mereka dengan Israel. Dia menyebutnya sebagai  pengkhianatan.

Awal tahun 2018, Mohammad bin Salman melunakkan sikap kerajaan  terhadap Israel dengan mengatakan kepada majalah Atlantic yang berbasis  di Amerika Serikat bahwa, &quot;Israel memiliki hak atas tanah mereka sendiri  dan ada banyak kepentingan yang kami (Arab Saudi) bagikan dengan  Israel.&quot;

Pada Maret 2018, Riyadh memberikan izin operator penerbangan nasional  India untuk menggunakan wilayah udaranya untuk mengoperasikan  pesawatnya terbang langsung antara New Delhi dan Tel Aviv dengan  melewati wilayah udara Saudi.
</content:encoded></item></channel></rss>
