<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil: Seluruh Daerah di Jabar Siaga Satu Bencana</title><description>Ridwan Kamil menetapkan seluruh daerah di Jabar berstatus siaga satu dalam menghadapi potensi bencana</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana"/><item><title>Ridwan Kamil: Seluruh Daerah di Jabar Siaga Satu Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana</guid><pubDate>Rabu 10 November 2021 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana-s2fZCfLUly.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/10/525/2499621/ridwan-kamil-seluruh-daerah-di-jabar-siaga-satu-bencana-s2fZCfLUly.JPG</image><title>Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan seluruh daerah di Jabar berstatus siaga satu dalam menghadapi potensi bencana seiring musim hujan yang terjadi di Jabar.

&quot;Saya sudah mengimbau kepala daerah, bupati, wali kota, kepala BPBD, siaga satu di musim penghujan ini,&quot; tegas Ridwan Kamil usai berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021).

Ridwan Kamil mengatakan, musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2022 mendatang. Menurutnya, ada dua potensi bencana saat musim hujan, yakni banjir dan tanah longsor.

&quot;Ini musim penghujan sampai Februari-Maret, musim penghujan itu biasanya mengakibatkan dua potensi kebencanaan, satu banjir yang sering kita lihat, kedua adalah longsor biasanya di daerah yang miring,&quot; sebutnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wOS8xLzE0MTQ5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Oleh karenanya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengimbau warga Jabar agar menjaga kebersihan saluran air, termasuk selokan yang berada di lingkungan sekitar, serta tidak membuang sampah sembarangan.

&quot;Saya mengimbau masyarakat karena sebagian dari potensi banjir datang dari sampah yang bikin mampet di gorong-gorong, di saluran oleh sampah. Mari kita jaga kebersihan, kurangi potensi banjir dengan kitanya disiplin,&quot; imbau Kang Emil.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mengurangi potensi banjir dengan membangun infrastruktur pengendali banjir, salah satunya Kolam Retensi Andir yang rencana akan rampung pada dua bulan ke depan.

&quot;Pemerintah terus mengupayakan pengurangan-pengurangan bencana,  termasuk dua bulan lagi selesai danau (kolam) retensi di Andir untuk  melengkapi Danau (Kolam) Retensi Cieunteung dalam mengatasi potensi  banjir di Citarum,&quot; terang Kang Emil.

Dengan adanya infrastruktur pengendali banjir, kata Kang Emil,  fenomena bencana alam akan berangsur berkurang jika musim penghujan  tiba.

&quot;Jadi masih ada (banjir), tapi media boleh bandingkan volumenya sudah  berkurang tidak berlama-lama seperti dulu. Tetapi, kita tidak boleh  takabur bagaimanapun itu fenomena alam. Ikhtiar dari kami adalah  melakukan pengurangan dengan apapun program dan metode untuk mengatasi  kebencanaan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan seluruh daerah di Jabar berstatus siaga satu dalam menghadapi potensi bencana seiring musim hujan yang terjadi di Jabar.

&quot;Saya sudah mengimbau kepala daerah, bupati, wali kota, kepala BPBD, siaga satu di musim penghujan ini,&quot; tegas Ridwan Kamil usai berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021).

Ridwan Kamil mengatakan, musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2022 mendatang. Menurutnya, ada dua potensi bencana saat musim hujan, yakni banjir dan tanah longsor.

&quot;Ini musim penghujan sampai Februari-Maret, musim penghujan itu biasanya mengakibatkan dua potensi kebencanaan, satu banjir yang sering kita lihat, kedua adalah longsor biasanya di daerah yang miring,&quot; sebutnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wOS8xLzE0MTQ5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Oleh karenanya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengimbau warga Jabar agar menjaga kebersihan saluran air, termasuk selokan yang berada di lingkungan sekitar, serta tidak membuang sampah sembarangan.

&quot;Saya mengimbau masyarakat karena sebagian dari potensi banjir datang dari sampah yang bikin mampet di gorong-gorong, di saluran oleh sampah. Mari kita jaga kebersihan, kurangi potensi banjir dengan kitanya disiplin,&quot; imbau Kang Emil.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mengurangi potensi banjir dengan membangun infrastruktur pengendali banjir, salah satunya Kolam Retensi Andir yang rencana akan rampung pada dua bulan ke depan.

&quot;Pemerintah terus mengupayakan pengurangan-pengurangan bencana,  termasuk dua bulan lagi selesai danau (kolam) retensi di Andir untuk  melengkapi Danau (Kolam) Retensi Cieunteung dalam mengatasi potensi  banjir di Citarum,&quot; terang Kang Emil.

Dengan adanya infrastruktur pengendali banjir, kata Kang Emil,  fenomena bencana alam akan berangsur berkurang jika musim penghujan  tiba.

&quot;Jadi masih ada (banjir), tapi media boleh bandingkan volumenya sudah  berkurang tidak berlama-lama seperti dulu. Tetapi, kita tidak boleh  takabur bagaimanapun itu fenomena alam. Ikhtiar dari kami adalah  melakukan pengurangan dengan apapun program dan metode untuk mengatasi  kebencanaan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
