<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.877 Peristiwa Bencana Alam Terjadi di Jabar, 60 Orang Meninggal</title><description>Sebanyak 60 orang meninggal dunia akibat 1.877 kejadian bencana di Jabar sepanjang 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal"/><item><title>1.877 Peristiwa Bencana Alam Terjadi di Jabar, 60 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal</guid><pubDate>Jum'at 12 November 2021 02:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal-0dP8GuMgh5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Bogor. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/12/340/2500513/1-877-peristiwa-bencana-alam-terjadi-di-jabar-60-orang-meninggal-0dP8GuMgh5.jpg</image><title>Banjir di Bogor. (Ist)</title></images><description>BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, 60 warga tercatat meninggal dunia akibat berbagai bencana alam sejauh ini sepanjang 2021.
Mengacu pada data tersebut, dalam rentang waktu Januari hingga 8 November 2021, terdapat 1.877 peristiwa bencana alam. Sebanyak 1.034 peristiwa di antaranya bencana tanah longsor.
Kemudian, bencana angin puting beliung sebanyak 525 peristiwa dan banjir 251 peristiwa. adapun peristiwa paling jarang terjadi, yakni bencana gelombang pasang air laut yang hanya tercatat 6 peristiwa.
Akibat berbagai peristiwa tersebut sebanyak 795.670 jiwa terdampak dan 228.296 rumah atau bangunan rusak berat hingga ringan.
&quot;Dari berbagai bencana tersebut, sebanyak 60 orang meninggal dunia,&quot; ujar Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021).



Menurut Dani, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, Kabupaten Bogor menjadi daerah yang paling sering mengalami bencana alam sebanyak 622 peristiwa.
&quot;Kabupaten Bogor ini memang paling rawan bencana. Selain jumlah warganya banyak, daerahnya juga luas dan kondisi geografisnya rawan,&quot; ujar Dani.
Baca Juga : Musim Hujan, Warga Bogor Diminta Siaga Bencana
Ia mengatakan, sesuai intruksi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pihaknya kini menetapkan status siaga satu bencana di seluruh wilayah Jabar. Dengan penetapan status tersebut, seluruh personel BPBD di Jabar bersiaga penuh untuk menghadapi potensi bencana.Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat di sekitar lokasi rawan bencana hingga para relawan untuk bersiaga menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja.
&quot;Kita siagakan personel 24 jam non-stop, termasuk peralatan dan logistik,&quot; tuturnya.
Disinggung kendala yang dihadapi, Dani memastikan, sejauh ini, pihaknya belum menghadapi kendala berarti, termasuk cadangan logistik hingga anggaran penanganan bencana. Terlebih, kata Dani, Pemprov Jabar pun telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana dari pos Biaya Tak Terduga (BTT).
&quot;Memang saat ini banyak refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, tapi penanganan bencana alam tetap menjadi prioritas dan kita punya cadangan dana BTT Rp500 miliar,&quot; tutur Dani.</description><content:encoded>BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, 60 warga tercatat meninggal dunia akibat berbagai bencana alam sejauh ini sepanjang 2021.
Mengacu pada data tersebut, dalam rentang waktu Januari hingga 8 November 2021, terdapat 1.877 peristiwa bencana alam. Sebanyak 1.034 peristiwa di antaranya bencana tanah longsor.
Kemudian, bencana angin puting beliung sebanyak 525 peristiwa dan banjir 251 peristiwa. adapun peristiwa paling jarang terjadi, yakni bencana gelombang pasang air laut yang hanya tercatat 6 peristiwa.
Akibat berbagai peristiwa tersebut sebanyak 795.670 jiwa terdampak dan 228.296 rumah atau bangunan rusak berat hingga ringan.
&quot;Dari berbagai bencana tersebut, sebanyak 60 orang meninggal dunia,&quot; ujar Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021).



Menurut Dani, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, Kabupaten Bogor menjadi daerah yang paling sering mengalami bencana alam sebanyak 622 peristiwa.
&quot;Kabupaten Bogor ini memang paling rawan bencana. Selain jumlah warganya banyak, daerahnya juga luas dan kondisi geografisnya rawan,&quot; ujar Dani.
Baca Juga : Musim Hujan, Warga Bogor Diminta Siaga Bencana
Ia mengatakan, sesuai intruksi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pihaknya kini menetapkan status siaga satu bencana di seluruh wilayah Jabar. Dengan penetapan status tersebut, seluruh personel BPBD di Jabar bersiaga penuh untuk menghadapi potensi bencana.Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat di sekitar lokasi rawan bencana hingga para relawan untuk bersiaga menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja.
&quot;Kita siagakan personel 24 jam non-stop, termasuk peralatan dan logistik,&quot; tuturnya.
Disinggung kendala yang dihadapi, Dani memastikan, sejauh ini, pihaknya belum menghadapi kendala berarti, termasuk cadangan logistik hingga anggaran penanganan bencana. Terlebih, kata Dani, Pemprov Jabar pun telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana dari pos Biaya Tak Terduga (BTT).
&quot;Memang saat ini banyak refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, tapi penanganan bencana alam tetap menjadi prioritas dan kita punya cadangan dana BTT Rp500 miliar,&quot; tutur Dani.</content:encoded></item></channel></rss>
