<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peras Warga dengan Modus Cari Kesalahan Pengendara, Oknum Polisi Hampir Diamuk Massa</title><description>Bripka KPS, polisi yang nyaris diamuk warga di Jalan Doktor Mansyur, Medan, Sumatera Utara, kini terancam akan dipidana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa"/><item><title>Peras Warga dengan Modus Cari Kesalahan Pengendara, Oknum Polisi Hampir Diamuk Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa</guid><pubDate>Jum'at 12 November 2021 22:46 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Palapa Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa-BwoXmF2iVB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/12/340/2501059/peras-warga-dengan-modus-cari-kesalahan-pengendara-oknum-polisi-hampir-diamuk-massa-BwoXmF2iVB.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>MEDAN - Bripka KPS, polisi yang nyaris diamuk warga di Jalan Doktor Mansyur, Medan, Sumatera Utara, kini terancam akan dipidana. Oknum polisi yang bertugas di Polsek Deli Tua tersebut, terancam pidana karena adanya dugaan pemerasan yang dilakukan, yang berujung pada kemarahan warga.

Bripka KPS ditangkap, saat diduga baru saja melakukan pemerasan terhadap seorang wanita pengendara sepeda motor, yang dituding melakukan pelanggaran.

Warga yang curiga dengan aksi Bripka KPS, kemudian ramai &amp;ndash; ramai bertindak, karena sempat mengira jika Bripka KPS merupakan polisi gadungan.

Bripka KPS bahkan nyaris diamuk warga, namun beruntung petugas Polsek Sunggal datang untuk menyelamatkannya.

Setelah diketahui jika bripka k-p-s merupakan polisi sungguhan, Bripka KPS pun kemudian digelandang ke Polrestabes Medan, guna proses pemeriksaan lanjutan.

Adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Bripka KPS, memaksanya untuk sementara harus ditempatkan di tempat khusus di sel Propam Polrestabes Medan.

Bahkan, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menyebut, Bripka KPS terancam akan dihukum pidana, karena dugaan pemerasan yang dilakukan, dengan modus mencari kesalahan masyarakat.

Irjen Pol Panca Putra menegaskan, pihaknya tidak akan ragu untuk  memberikan tindakan tegas, bagi setiap bawahannya yang melakukan  pelanggaran. &quot;Terlebih pelanggarannya sangat merugikan masyarakat,&quot;  tegasnya.

Sebelumnya, kejadian bermula pada saat korban yang merupakan seorang  wanita yang belum diketahui identitasnya mengendarai sepeda motor dari  arah Kampung USU menuju ke Simpang Jalan Setia Budi.

Saat melintas di depan Masjid Istiqomah Jalan dr Mansur, korban  dipepet oleh seorang pria berpakaian seragam polisi langsung untuk  menghentikan sepeda motornya dan langsung meminta kelengkapan surat  kendaraan bermotor berupa STNK dam SIM.

Korban pun langsung menunjukkan apa yang diminta Bripka KPS. Namun  korban yang curiga pada bripka KPS langsung memintanya untuk menunjukkan  KTA anggota Polri, namun hal itu tidak mau ditunjukkan KPS, hingga  terjadi cekcok mulut yang mengundang perhatian warga dan pengguna jalan.


</description><content:encoded>MEDAN - Bripka KPS, polisi yang nyaris diamuk warga di Jalan Doktor Mansyur, Medan, Sumatera Utara, kini terancam akan dipidana. Oknum polisi yang bertugas di Polsek Deli Tua tersebut, terancam pidana karena adanya dugaan pemerasan yang dilakukan, yang berujung pada kemarahan warga.

Bripka KPS ditangkap, saat diduga baru saja melakukan pemerasan terhadap seorang wanita pengendara sepeda motor, yang dituding melakukan pelanggaran.

Warga yang curiga dengan aksi Bripka KPS, kemudian ramai &amp;ndash; ramai bertindak, karena sempat mengira jika Bripka KPS merupakan polisi gadungan.

Bripka KPS bahkan nyaris diamuk warga, namun beruntung petugas Polsek Sunggal datang untuk menyelamatkannya.

Setelah diketahui jika bripka k-p-s merupakan polisi sungguhan, Bripka KPS pun kemudian digelandang ke Polrestabes Medan, guna proses pemeriksaan lanjutan.

Adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Bripka KPS, memaksanya untuk sementara harus ditempatkan di tempat khusus di sel Propam Polrestabes Medan.

Bahkan, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menyebut, Bripka KPS terancam akan dihukum pidana, karena dugaan pemerasan yang dilakukan, dengan modus mencari kesalahan masyarakat.

Irjen Pol Panca Putra menegaskan, pihaknya tidak akan ragu untuk  memberikan tindakan tegas, bagi setiap bawahannya yang melakukan  pelanggaran. &quot;Terlebih pelanggarannya sangat merugikan masyarakat,&quot;  tegasnya.

Sebelumnya, kejadian bermula pada saat korban yang merupakan seorang  wanita yang belum diketahui identitasnya mengendarai sepeda motor dari  arah Kampung USU menuju ke Simpang Jalan Setia Budi.

Saat melintas di depan Masjid Istiqomah Jalan dr Mansur, korban  dipepet oleh seorang pria berpakaian seragam polisi langsung untuk  menghentikan sepeda motornya dan langsung meminta kelengkapan surat  kendaraan bermotor berupa STNK dam SIM.

Korban pun langsung menunjukkan apa yang diminta Bripka KPS. Namun  korban yang curiga pada bripka KPS langsung memintanya untuk menunjukkan  KTA anggota Polri, namun hal itu tidak mau ditunjukkan KPS, hingga  terjadi cekcok mulut yang mengundang perhatian warga dan pengguna jalan.


</content:encoded></item></channel></rss>
