<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Gelombang Ketiga, Epidemolog: Subvarian Delta Sudah Dekat Indonesia</title><description>Dia meminta agar tetap waspada karena subvarian Delta sudah dekat dengan Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia"/><item><title>Waspada Gelombang Ketiga, Epidemolog: Subvarian Delta Sudah Dekat Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 13 November 2021 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia-19R3DyZhZd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/13/337/2501233/waspada-gelombang-ketiga-epidemolog-subvarian-delta-sudah-dekat-indonesia-19R3DyZhZd.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gelombang ketiga. Pasalnya, subvarian Delta yakni AY4.2 saat ini sudah menyebar di negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.
Meskipun, Masdalina menyampaikan masih belum ada indikasi ke arah adanya potensi gelombang ketiga, namun dia meminta agar tetap waspada karena subvarian Delta sudah dekat dengan Indonesia.
&amp;ldquo;Kecuali kalau pintu masuk kita loss-kan (dibuka bebas) karena subvarian Delta ini sudah dekat dengan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/11/2021).
Sementara itu, Masdalina mengatakan apabila pengendalian wabah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang tepat maka pengendalian akan berlangsung sistematis dan panjang.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivitas Masyarakat Meningkat, Pakar Ingatkan Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19
Saat ini, jelasnya, untuk pencegahan dan pengendalian wabah jenis apapun kita mengikuti petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diimplementasikan di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Dosis Lengkap di Indonesia Capai 40%, Siap Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga?
&amp;ldquo;Kita masih ada beberapa kekurangan. Vaksin lengkap masih 39%, masih jauh dari target 70% yang harus dicapai di akhir tahun ini. Kita harus kerja keras untuk itu,&amp;rdquo; ujarnya, seraya menambahkan, aplikasi PeduliLindungi harus didorong untuk lebih banyak digunakan.Masdalina menilai, seandainya ada kenaikan kasus, namun tahun ini berbeda dengan situasi tahun lalu.
&amp;ldquo;Tahun lalu belum ada vaksin, tahun ini sudah ada. Yang penting, sinyal-sinyal terus dipantau agar Indonesia stabil terhadap standar pengendalian yang benar,&amp;rdquo; katanya.
Dia pun mengapresiasi pemerintah dalam mengambil keputusan untuk meniadakan cuti maupun libur akhir tahun.
&amp;ldquo;Kita sementara waktu ini harus berhati-hati. Jangan dulu berlibur dalam satu waktu, jangan menumpuk di Nataru. Bagi institusi untuk sementara sebaiknya tidak memberikan libur/cuti bagi karyawannya. Insya Allah hal ini akan membantu mengurangi kerumunan warga saat liburan,&amp;rdquo; tandas Masdalina.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Ini 7 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gelombang ketiga. Pasalnya, subvarian Delta yakni AY4.2 saat ini sudah menyebar di negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.
Meskipun, Masdalina menyampaikan masih belum ada indikasi ke arah adanya potensi gelombang ketiga, namun dia meminta agar tetap waspada karena subvarian Delta sudah dekat dengan Indonesia.
&amp;ldquo;Kecuali kalau pintu masuk kita loss-kan (dibuka bebas) karena subvarian Delta ini sudah dekat dengan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/11/2021).
Sementara itu, Masdalina mengatakan apabila pengendalian wabah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang tepat maka pengendalian akan berlangsung sistematis dan panjang.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivitas Masyarakat Meningkat, Pakar Ingatkan Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19
Saat ini, jelasnya, untuk pencegahan dan pengendalian wabah jenis apapun kita mengikuti petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diimplementasikan di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Dosis Lengkap di Indonesia Capai 40%, Siap Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga?
&amp;ldquo;Kita masih ada beberapa kekurangan. Vaksin lengkap masih 39%, masih jauh dari target 70% yang harus dicapai di akhir tahun ini. Kita harus kerja keras untuk itu,&amp;rdquo; ujarnya, seraya menambahkan, aplikasi PeduliLindungi harus didorong untuk lebih banyak digunakan.Masdalina menilai, seandainya ada kenaikan kasus, namun tahun ini berbeda dengan situasi tahun lalu.
&amp;ldquo;Tahun lalu belum ada vaksin, tahun ini sudah ada. Yang penting, sinyal-sinyal terus dipantau agar Indonesia stabil terhadap standar pengendalian yang benar,&amp;rdquo; katanya.
Dia pun mengapresiasi pemerintah dalam mengambil keputusan untuk meniadakan cuti maupun libur akhir tahun.
&amp;ldquo;Kita sementara waktu ini harus berhati-hati. Jangan dulu berlibur dalam satu waktu, jangan menumpuk di Nataru. Bagi institusi untuk sementara sebaiknya tidak memberikan libur/cuti bagi karyawannya. Insya Allah hal ini akan membantu mengurangi kerumunan warga saat liburan,&amp;rdquo; tandas Masdalina.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Ini 7 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh</content:encoded></item></channel></rss>
